Anies-Sandi Harus Perkuat 'Pasukan Udara' untuk Pilgub Putaran Kedua
Kamis, 09 Maret 2017 - 20:53 WIB
Anies-Sandi Harus Perkuat 'Pasukan Udara' untuk Pilgub Putaran Kedua
A
A
A
JAKARTA - Pasangan cagub dan cawagub DKI Anies-Sandi disarankan menguatkan pasukan udara pada Pilgub DKI putaran kedua. Bila ini sudah dilakukan maka diprediksi Anies-Sandi dapat memenangkan Pilgub DKI pada, 19 April 2017 mendatang.
Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Syawri Chaniago mengatakan, ada sejumlah catatan yang perlu diperbaiki terhadap pasangan Anies-Sandi agar bisa meraih tahta DKI 1."Pertama, Anies masih lemah di strategi atau pasukan udara, mesti dirombak habis strategi mendulang suara di udara seperti media sosial, video viral dan sebagainya," kata Pangi ketika dihubungi SINDOnews, Kamis (9/3/2017).
Kedua, Anies-Sandi harus mampu memainkan isu-isu populis dan disukai publik karena masih kalah dibandingkan Ahok. "Misalnya dalam rapat pleno kemarin Ahok bisa curi start kampanye ketika walk out dalam rapat pleno, terkesan Ahok sangat disiplin dan menghargai waktu. Itu contoh isu populis yang paling disukai publik," ujarnya.
Pangi melanjutkan, Anies-Sandi juga mesti punya pasukan khusus untuk menangkis berita hoax. "Anies-Sandi harus punya tim baju anti-peluru yang bisa bergerak cepat untuk meng-counter isu miring dan berita hoax yang merugikan citra dan berpotensi meruntuhkan bangunan elektibilitasnya," ungkapnya.
Keempat, Anies di sisa waktu yang singkat ini harus kembali membangun positioning apa yang membuat dan menyakinkan publik begitu mantap dan tidak lagi ragu memilih Anies."Jangan sampai ada pemilih masih berpikir lain tentang Anies. Misalnya bangun kesan di pemilih bahwa hanya di tangan Anies Jakarta bisa lebih baik. Sehingga warga Jakarta hanya menitip perubahan itu ada pada sosok Anies," tuturnya.
Pangi menilai, selama ini Anies dan timnya masih mengunakan pendekatan kampanye konvensional. Dari sisi offline physical median lumayan bagus namun masih harus ditambal dan diperluat di online pysical medium.
Selama pasukan udara belum diperbaiki, Anies bisa lewat. Memang bukan pekerjaaan mudah apalagi masuk ke wilayah kantong Ahok di Jakarta Barat dan Utara. Namun harus ada strategi jitu dan benar benar efektif mempengaruhi pilihan publik di sisa waktu yang tersisa
"Pilkada sekarang tidak lebih sudah seperti industri, cara dan pola pendekatan kampanye sudah berubah, dunia kampanye sudah bergeser dan berubah, habitus kampanye konvensional sudah mulai ditinggalkan, oleh karena itu dibutuhkan strategi yang terukur, inovasi, progres dan modern untuk menaikkan insentif elektoral seorang paslon," ucapnya.
Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Syawri Chaniago mengatakan, ada sejumlah catatan yang perlu diperbaiki terhadap pasangan Anies-Sandi agar bisa meraih tahta DKI 1."Pertama, Anies masih lemah di strategi atau pasukan udara, mesti dirombak habis strategi mendulang suara di udara seperti media sosial, video viral dan sebagainya," kata Pangi ketika dihubungi SINDOnews, Kamis (9/3/2017).
Kedua, Anies-Sandi harus mampu memainkan isu-isu populis dan disukai publik karena masih kalah dibandingkan Ahok. "Misalnya dalam rapat pleno kemarin Ahok bisa curi start kampanye ketika walk out dalam rapat pleno, terkesan Ahok sangat disiplin dan menghargai waktu. Itu contoh isu populis yang paling disukai publik," ujarnya.
Pangi melanjutkan, Anies-Sandi juga mesti punya pasukan khusus untuk menangkis berita hoax. "Anies-Sandi harus punya tim baju anti-peluru yang bisa bergerak cepat untuk meng-counter isu miring dan berita hoax yang merugikan citra dan berpotensi meruntuhkan bangunan elektibilitasnya," ungkapnya.
Keempat, Anies di sisa waktu yang singkat ini harus kembali membangun positioning apa yang membuat dan menyakinkan publik begitu mantap dan tidak lagi ragu memilih Anies."Jangan sampai ada pemilih masih berpikir lain tentang Anies. Misalnya bangun kesan di pemilih bahwa hanya di tangan Anies Jakarta bisa lebih baik. Sehingga warga Jakarta hanya menitip perubahan itu ada pada sosok Anies," tuturnya.
Pangi menilai, selama ini Anies dan timnya masih mengunakan pendekatan kampanye konvensional. Dari sisi offline physical median lumayan bagus namun masih harus ditambal dan diperluat di online pysical medium.
Selama pasukan udara belum diperbaiki, Anies bisa lewat. Memang bukan pekerjaaan mudah apalagi masuk ke wilayah kantong Ahok di Jakarta Barat dan Utara. Namun harus ada strategi jitu dan benar benar efektif mempengaruhi pilihan publik di sisa waktu yang tersisa
"Pilkada sekarang tidak lebih sudah seperti industri, cara dan pola pendekatan kampanye sudah berubah, dunia kampanye sudah bergeser dan berubah, habitus kampanye konvensional sudah mulai ditinggalkan, oleh karena itu dibutuhkan strategi yang terukur, inovasi, progres dan modern untuk menaikkan insentif elektoral seorang paslon," ucapnya.
(whb)