Pilgub DKI, Ongen Mau Kerahkan 10 Ribu Orang ke TPS
Kamis, 09 Maret 2017 - 14:56 WIB
Pilgub DKI, Ongen Mau Kerahkan 10 Ribu Orang ke TPS
A
A
A
JAKARTA - Hari pencoblosan putaran kedua Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta yang berlangsung pada 19 April 2017 diharapkan berjalan aman dan damai.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hanura DKI Mohamad Ongen Sangaji, mengklaim telah membentuk relawan Cinta Damai (RCD) untuk menjaga seluruh TPS di Jakarta. Relawan ini berjumlah puluhan ribu untuk lima wilayah yang ada di DKI
"Jumlahnya, ada 10 ribu orang dibagi lima wilayah di Jakarta," kata Ongen di Jakarta, Kamis (9/3/2017).
Dari 10 ribu itu, Ongen menjelaskan, masing-masing wilayah dibagi dua ribu orang. Mereka akan mengawasi saksi untuk pasangan nomor urut 2 Basuki T. Purnama - Djarot Saiful Hidajat (Ahok-Djarot).
Nantinya puluhan ribu RCD itu sedang dilatih kemampuan bela diri, kedisiplinan, sopan-santun, dan kecepatan jika terjadi sesuatu di TPS. "Mereka siap amankan dan menindak yang melakukan intimidasi serta buat onar di TPS," kata Ongen.
Meski begitu, relawan ini harus tetap menjaga ketertiban, keamanan, dan sopan-santun terhadap warga ibu kota pasa 19 April 2017. Titik kumpul, para relawan di setiap wilayah tidak jauh dari TPS.
"Pokoknya, ada yang melakukan ancaman langsung bergerak cepat. RDC dilarang bawa senjata apa pun. Semua, tangan kosong," kata Ongen.
Ongen membantah jika pembentukan relawan ini untuk Ahok-Djarot. Ia juga membantah bukan untuk jago-jagoan tapi memberikan rasa aman pada hajatan lima tahunan di DKI.
"Apa pun yang terjadi dengan RDC, saya yang bertanggungjawab. Ini sama sekali tidak ada kaitan dengan tim kampanye Ahok-Djarot," kata Ongen.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hanura DKI Mohamad Ongen Sangaji, mengklaim telah membentuk relawan Cinta Damai (RCD) untuk menjaga seluruh TPS di Jakarta. Relawan ini berjumlah puluhan ribu untuk lima wilayah yang ada di DKI
"Jumlahnya, ada 10 ribu orang dibagi lima wilayah di Jakarta," kata Ongen di Jakarta, Kamis (9/3/2017).
Dari 10 ribu itu, Ongen menjelaskan, masing-masing wilayah dibagi dua ribu orang. Mereka akan mengawasi saksi untuk pasangan nomor urut 2 Basuki T. Purnama - Djarot Saiful Hidajat (Ahok-Djarot).
Nantinya puluhan ribu RCD itu sedang dilatih kemampuan bela diri, kedisiplinan, sopan-santun, dan kecepatan jika terjadi sesuatu di TPS. "Mereka siap amankan dan menindak yang melakukan intimidasi serta buat onar di TPS," kata Ongen.
Meski begitu, relawan ini harus tetap menjaga ketertiban, keamanan, dan sopan-santun terhadap warga ibu kota pasa 19 April 2017. Titik kumpul, para relawan di setiap wilayah tidak jauh dari TPS.
"Pokoknya, ada yang melakukan ancaman langsung bergerak cepat. RDC dilarang bawa senjata apa pun. Semua, tangan kosong," kata Ongen.
Ongen membantah jika pembentukan relawan ini untuk Ahok-Djarot. Ia juga membantah bukan untuk jago-jagoan tapi memberikan rasa aman pada hajatan lima tahunan di DKI.
"Apa pun yang terjadi dengan RDC, saya yang bertanggungjawab. Ini sama sekali tidak ada kaitan dengan tim kampanye Ahok-Djarot," kata Ongen.
(ysw)