Wagub Sumbar Panggil PLN Terkait Banjir dan Longsor di Limapuluh Kota

Selasa, 07 Maret 2017 - 10:38 WIB
Wagub Sumbar Panggil...
Wagub Sumbar Panggil PLN Terkait Banjir dan Longsor di Limapuluh Kota
A A A
LIMAPULUH KOTA - Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Nasrul Abit mengaku, segera memanggil pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) terkait bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di Kabupaten Limapuluh Kota. Sebab, bencana banjir dan longsor tahun ini merupakan yang terparah dan menyebabkan 6 korban tewas.

Nasrul ingin mempertanyakan mengapa sejak Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Koto Panjang dioperasikan, Kabupaten Limapuluh Kota kerap kebanjiran saat musim hujan. Diduga aliran beberapa sungai di Kabupaten Limapuluh Kota tersendat bendungan PLTA Koto Panjang.

“Kita akan panggil PLN untuk rapat bersama, kenapa ini kok setiap tahun seperti ini, apa permasalahannya? Kita akan kirim tim teknis terlebih dahulu untuk melihat ke lokasi,” katanya, Selasa (7/3/2017).

Wilayah Kecamatan Pangkalan dan Kapur Sembilan Di Kabupaten Lima Puluh Kota, secara umum merupakan daerah tangkapan air. Ada beberapa sungai dan anak sungai, seperti Sungai Batang Mangilang, Batang Samo, dan Batang Maek. Sebelumnya, meskipun hujan turun berhari-hari daerah ini tidak pernah terjadi banjir besar.

Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi menyebutkan, banjir kali ini merupakan yang terparah karena ada 8 dari 13 kecamatan terdampak banjir dengan ketinggian hingga 2 meter. Untung, genangan air cepat surut dalam satu hari, berbeda pada banjir awal Februari 2016 yang menggenangi rumah warga selama 3 hari 3 malam.

“Air sudah surut, saya juga sampaikan terima kasih kepada Provinsi Riau yang mau membuka penguras air kolam pembangkit listrik di Koto Panjang. Jadi air cepat surut dan alhamdulillah sekarang tidak lagi merendam rumah-rumah warga,” katanya.

Akibat banjir dan longsor di Limapuluh Kota, 25 sekolah diliburkan karena dipenuhi lumpur yang terbawa saat banjir pada Jumat 3 Maret 2017. Bencana banjir dan longsor juga menewaskan 6 orang, merendam ribuan rumah, perkantoran, rumah ibadah, sawah, dan perkebunan.
(wib)
Berita Terkait
Banjir dan Tanah Longsor...
Banjir dan Tanah Longsor Terjang Kota Bogor
Tim Gabungan Berjibaku...
Tim Gabungan Berjibaku Evakuasi Korban Banjir dan Longsor di Jeneponto
Sukaraja Bogor Diterjang...
Sukaraja Bogor Diterjang Banjir dan Longsor, 4 Orang Luka-luka
Lereng Gunung Beunten...
Lereng Gunung Beunten Longsor, Gemuruhnya Gegerkan Warga
Banjir dan Tanah Longsor...
Banjir dan Tanah Longsor Terjang Nagekeo, Jalan Putus Pertanian Warga Hancur
Ratusan Rumah di Jember...
Ratusan Rumah di Jember Terendam Banjir, Warga Mengungsi ke Balai Desa
Berita Terkini
Roy Suryo Laporkan Lechumanan...
Roy Suryo Laporkan Lechumanan dan Rismon Sianipar ke Polda Metro Jaya
28 menit yang lalu
Gapasdap Dorong Pemerintah...
Gapasdap Dorong Pemerintah Perhatikan Nasib Angkutan Pelayaran Imbas Kenaikan Dolar AS
34 menit yang lalu
Maksimalkan Potensi...
Maksimalkan Potensi Sumber Daya Mineral, Pemerintah Didorong Segera Buka Lelang WIUP Muratara
41 menit yang lalu
DPD KAI Jawa Barat Torehkan...
DPD KAI Jawa Barat Torehkan Prestasi Nasional di Rakernas KAI 2026
1 jam yang lalu
Haji Ghoni Kembali Dipercaya...
Haji Ghoni Kembali Dipercaya Pimpin Forkabi
1 jam yang lalu
Dudung Sidak Pasar Induk...
Dudung Sidak Pasar Induk Kramat Jati, Ini Hasilnya
2 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved