KPU DKI Akui Ada Kesalahpahaman dan Miskomunikasi dengan Tim Ahok-Djarot
Senin, 06 Maret 2017 - 09:56 WIB
KPU DKI Akui Ada Kesalahpahaman dan Miskomunikasi dengan Tim Ahok-Djarot
A
A
A
JAKARTA - KPU DKI telah mengklarifikasi atas keterlambatan jalannya acara rapat pleno di Hotel Borobudur Sabtu kemarin yang membuat Ahok walk out dari lokasi pertemuan.
Dalam rilis KPU DKI, KPU DKI mengakui telah terjadi kesalahpahaman dan miskomunikasi karena KPU DKI Jakarta berusaha melakukan kontak dengan LO Paslon, namun tidak bisa dihubungi saat itu.
Kepala Bagian Hukum, Teknis dan Hupmas KPU DKI, Sahruni mengatakan, jika pihaknya tidak mengetahui sama sekali keberadaan paslon nomor urut dua di ruangan yang telah disiapkan timses di atas ruang ballroom flores. "KPU DKI Jakarta berniat memulai acara setelah kehadiran semua paslon ada di ruang yang telah ditetapkan," kata Runi, Senin (6/3/2017).
Runi mengatakan, jika KPU DKI akhirnya memulai acara pada pukul 20.05 WIB yang dihadiri tim kampanye paslon nomor 2 dan paslon nomor urut 3 dan tim kampanyenya. Maka dari itu, jajaran KPU DKI meminta maaf kepada paslon nomor urut dua.
"Ketua dan anggota KPU DKI Jakarta beserta jajarannya memohon maaf sebesar-besarnya kepada Bapak Basuki T Purnama dan Bapak Djarot Saiful Hidayat atas insiden keterlambatan memulai acara selama 30 menit dan bertekad untuk melakukan perbaikan dalam penyelenggaraan acara berikutnya," kata Runi.
Dalam rilis KPU DKI, KPU DKI mengakui telah terjadi kesalahpahaman dan miskomunikasi karena KPU DKI Jakarta berusaha melakukan kontak dengan LO Paslon, namun tidak bisa dihubungi saat itu.
Kepala Bagian Hukum, Teknis dan Hupmas KPU DKI, Sahruni mengatakan, jika pihaknya tidak mengetahui sama sekali keberadaan paslon nomor urut dua di ruangan yang telah disiapkan timses di atas ruang ballroom flores. "KPU DKI Jakarta berniat memulai acara setelah kehadiran semua paslon ada di ruang yang telah ditetapkan," kata Runi, Senin (6/3/2017).
Runi mengatakan, jika KPU DKI akhirnya memulai acara pada pukul 20.05 WIB yang dihadiri tim kampanye paslon nomor 2 dan paslon nomor urut 3 dan tim kampanyenya. Maka dari itu, jajaran KPU DKI meminta maaf kepada paslon nomor urut dua.
"Ketua dan anggota KPU DKI Jakarta beserta jajarannya memohon maaf sebesar-besarnya kepada Bapak Basuki T Purnama dan Bapak Djarot Saiful Hidayat atas insiden keterlambatan memulai acara selama 30 menit dan bertekad untuk melakukan perbaikan dalam penyelenggaraan acara berikutnya," kata Runi.
(pur)