Jubir Wahidin-Andika: Semua Tudingan Lawan Hanya Karangan dan Hoax

Senin, 27 Februari 2017 - 08:07 WIB
Jubir Wahidin-Andika:...
Jubir Wahidin-Andika: Semua Tudingan Lawan Hanya Karangan dan Hoax
A A A
CILEGON - Juru Bicara Tim Pemenangan Pasangan Cagub dan Cawagub Banten Wahidin Halim-Andika Hazrumy, Jazuli Abdillah mengungkapkan bahwa tudingan kecurangan dari rivalnya kepada kubunya merupakan karangan yang sengaja dibuat.

"Mengenai kecurangan, kami rasa tuduhan dan demonstrasi itu hanya bentuk pelampiasan kekecewaan dari yang bakal kalah. Kami sangat memahami psikologi orang kalah, biasanya protes dan gugatan itu menjadi hiburan sementara saja. Semua tudingan lawan hanya karangan dan hoax," ujar Jazuli kepada SINDOnews.

Menurutnya, kedua paslon sudah bertanding fair, di arena yang sama, waktu kampanye yang sama, tahapannya sama, aturannya sama, wasitnya sama, batasannya sama, kesempatannya sama besar pada Pilkada Banten 2017.

"Kalau kami akhirnya lebih unggul itu karena sistem kerja yang dijalankan lebih efektif, mesin politik bergerak terukur, sistematis, dan jelas," katanya.

Saat ini, lanjut Jazuli, semua pandangan mata melihat sudah ada hasil. Ibarat tanding sepak bola, kalau kalah jangan menyalahkan lapangan atau wasit.

"Kita harus sportif. Kami justru dari awal merasa tidak setara, mereka kan incumbent, semua infrastruktur untuk melakukan kecurangan kan ada di mereka. Mereka petahana. Kalau petahana teriak kecewa karena kalah itu seperti melawan kehendak rakyat," tegasnya.

Sebelumnya, saksi pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Banten, Rano Karno-Embay Mulya Syarief, memutuskan untuk meninggalkan Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi, Penetapan, dan Pengumuman Hasil Suara tingkat KPU Provinsi Banten, Minggu (26/2/2017).

Saksi pasangan Rano-Embay, Donny Tri Istikomah mengatakan, keputusan walk out tersebut dilakukan karena Panwaslu dan KPU tidak bisa membuktikan kebenaran materiil adanya persoalan kecurangan yang terjadi di Kota Tangerang dan daerah lainnya secara terstruktur, sistematik, dan masif (TSM).

"Di Banten khususnya Kota Tangerang itu terlalu banyak pelanggaran dan kecurangan yang sifatnya terstruktur, sistematis, dan masif tapi diabaikan, termasuk di sidang pleno ini dan untuk apa kami bertahan," kata Donny.
(zik)
Berita Terkait
Jadwal dan Tahapan Pilkada...
Jadwal dan Tahapan Pilkada Serentak Tahun 2024
Bawaslu Banten: Lebak...
Bawaslu Banten: Lebak dan Pandeglang Rawan Tinggi Pelanggaran Netralitas ASN
Masyarakat Harus Mengutamakan...
Masyarakat Harus Mengutamakan Aspek Rasionalitas saat Pilkada
Mahfud MD, Setelah Pilkada...
Mahfud MD, Setelah Pilkada Timbul Sejumlah Permasalahan
Kaesang Pangarep Tidak...
Kaesang Pangarep Tidak Bisa Maju Pilkada 2024
738 Bakal Pasangan Calon...
738 Bakal Pasangan Calon Terdaftar Dalam Pilkada 2020
Berita Terkini
Polisi Tetapkan Pengirim...
Polisi Tetapkan Pengirim Teror Bom SDN Srengseng Sawah sebagai Tersangka
25 menit yang lalu
Rawat Toleransi, Rampeani...
Rawat Toleransi, Rampeani Rachman Perindo Realisasikan Aspirasi Jemaat Gereja di Mimika
1 jam yang lalu
Kronologi JPO Tendean...
Kronologi JPO Tendean Ditabrak Truk Pengangkut Alat Berat hingga Nyaris Ambruk
3 jam yang lalu
JPO Tendean yang Ditabrak...
JPO Tendean yang Ditabrak Truk Belum Dievakuasi, Polisi Tunggu Pengerahan Alat Berat
4 jam yang lalu
Universitas Yarsi Dorong...
Universitas Yarsi Dorong Budidaya Perikanan melalui Inovasi POC di Desa Mandalamekar
4 jam yang lalu
Rumah di Koja Jakarta...
Rumah di Koja Jakarta Utara Kebakaran, Diawali Suara Ledakan
4 jam yang lalu
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved