Anies-Sandi Pengin Raih Kemenangan di Kantong Suara Ahok-Djarot
Minggu, 26 Februari 2017 - 20:49 WIB
Anies-Sandi Pengin Raih Kemenangan di Kantong Suara Ahok-Djarot
A
A
A
JAKARTA - Pilgub DKI Jakarta dipastikan akan berlangsung dua putaran di mana pasangan Anies-Sandi berhadapan dengan Ahok-Djarot. Kedua pasangan cagub-cawagub ini pun telah menyiapkan strategi untuk meraih kemenangan.
Cawagub Sandiaga Uno mengatakan, pada putaran kedua nanti bersama Cagub Anies akan menajamkan penyampaian pesan-pesan khususnya di beberapa wilayah yang menjadi tempat kemenangan Ahok-Djarot. "Di Jakarta Barat dan Jakarta Utara yang merupakan kantong suara Ahok-Djarot sebetulnya kita punya potensi. Di Barat dan Utara. Di Kepualauan Seribu malah sedikit sekali bedanya. Jadi itu nanti kinerja kita bagaimana memindahkan pesan kita ini kepada pemilih pasangan calon nomor 1 dan juga sebagian calon nomor 2, mudah-mudahan mereka menangkap pesan yang sama untuk masa depan Jakarta," kata Sandiaga Uno di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Minggu (26/2/2017).
Sandi menjelaskan, strategi paling efektif yang dilakukannya untuk mempertajam pesan di beberapa kecamatan Jakarta Barat, Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu ialah mengunjungi warga dan berdialog tatap muka agar pesan programnya dapat ditangkap dan dipahami.
Adapun program yang disampaikan, lanjut Sandi, tentunya adalah program-program unggulan seperti program One Kecamatan One Centre of Entrepreneurship (OK Oce), pendidikan yang tuntas berkualitas dan program-program harga-harga yang lebih terjangkau. Termasuk program DP rumah 0%.
"Itu yang kita akan coba tajamkan lagi. Mudah-mudahan frekuensi blusukan ditambah. Karena menurut saya itu yang paling efektif. Program yang sudah ada kami lanjutkan, KJP, pasukan oranye, dan sebagainya. Banyak yang jatuh hati kepada kami tapi takut KJP-nya dihapus," ungkapnya.
Terkait koalisi partai dalam putaran kedua, Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Gerindra itu menyerahkan sepenuhnya kepada pimpinan partai masing-masing pengusung yang ada saat ini. Dia memilih untuk mempertajam program dan menghadirkan harapan yang sama dengan 17% pendukung pasangan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)- sylviana Murni yang tertinggal dalam putaran pertama, yaitu kepemimpinan baru.
"Ada beberapa program yang diluncurkan AHY-Sylvi perlu kami pelajari mana yang bisa kiranya diadopsi ke platform Anies-Sandi untuk putaran kedua," ungkapnya.
Sekretaris Tim pemenangan Ahok-Djarot, Ace Hasan menuturkan perolehan suara terbanyak pada putaran kedua tentunya bukti bila warga pemilih DKI Jakarta rasional. Di mana, warga pemilih lebih menitikberatkan faktor kinerja calon pemimpinnya.
Untuk itu, meskipun beberapa anak cabang partai di lima wilayah sudah mendukung Anies-Sandi beberapa waktu lalu, Ace yakin dengan kesungguhan tim bekerja lebih keras, Ahok-djarot bisa kembali memimpin Jakarta.
Selain itu, kata Ace, pihaknya juga sudah menyampaikan evaluasi kepada KPU DKI agar masalah yang terjadi pada putaran pertama tidak kembali terjadi pada putaran kedua. Di mana, banyak pemilih yang tidak bisa menggunakan hak pilihnya.
"Kami terus lakukan konsolidasi politik dengan partai pengusung AHY-Sylvi. Kami yakin mereka berpihak kepada Ahok-Djarot dengan mempertimbangkan keinginan warga," ungkapnya.
Cawagub Sandiaga Uno mengatakan, pada putaran kedua nanti bersama Cagub Anies akan menajamkan penyampaian pesan-pesan khususnya di beberapa wilayah yang menjadi tempat kemenangan Ahok-Djarot. "Di Jakarta Barat dan Jakarta Utara yang merupakan kantong suara Ahok-Djarot sebetulnya kita punya potensi. Di Barat dan Utara. Di Kepualauan Seribu malah sedikit sekali bedanya. Jadi itu nanti kinerja kita bagaimana memindahkan pesan kita ini kepada pemilih pasangan calon nomor 1 dan juga sebagian calon nomor 2, mudah-mudahan mereka menangkap pesan yang sama untuk masa depan Jakarta," kata Sandiaga Uno di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Minggu (26/2/2017).
Sandi menjelaskan, strategi paling efektif yang dilakukannya untuk mempertajam pesan di beberapa kecamatan Jakarta Barat, Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu ialah mengunjungi warga dan berdialog tatap muka agar pesan programnya dapat ditangkap dan dipahami.
Adapun program yang disampaikan, lanjut Sandi, tentunya adalah program-program unggulan seperti program One Kecamatan One Centre of Entrepreneurship (OK Oce), pendidikan yang tuntas berkualitas dan program-program harga-harga yang lebih terjangkau. Termasuk program DP rumah 0%.
"Itu yang kita akan coba tajamkan lagi. Mudah-mudahan frekuensi blusukan ditambah. Karena menurut saya itu yang paling efektif. Program yang sudah ada kami lanjutkan, KJP, pasukan oranye, dan sebagainya. Banyak yang jatuh hati kepada kami tapi takut KJP-nya dihapus," ungkapnya.
Terkait koalisi partai dalam putaran kedua, Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Gerindra itu menyerahkan sepenuhnya kepada pimpinan partai masing-masing pengusung yang ada saat ini. Dia memilih untuk mempertajam program dan menghadirkan harapan yang sama dengan 17% pendukung pasangan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)- sylviana Murni yang tertinggal dalam putaran pertama, yaitu kepemimpinan baru.
"Ada beberapa program yang diluncurkan AHY-Sylvi perlu kami pelajari mana yang bisa kiranya diadopsi ke platform Anies-Sandi untuk putaran kedua," ungkapnya.
Sekretaris Tim pemenangan Ahok-Djarot, Ace Hasan menuturkan perolehan suara terbanyak pada putaran kedua tentunya bukti bila warga pemilih DKI Jakarta rasional. Di mana, warga pemilih lebih menitikberatkan faktor kinerja calon pemimpinnya.
Untuk itu, meskipun beberapa anak cabang partai di lima wilayah sudah mendukung Anies-Sandi beberapa waktu lalu, Ace yakin dengan kesungguhan tim bekerja lebih keras, Ahok-djarot bisa kembali memimpin Jakarta.
Selain itu, kata Ace, pihaknya juga sudah menyampaikan evaluasi kepada KPU DKI agar masalah yang terjadi pada putaran pertama tidak kembali terjadi pada putaran kedua. Di mana, banyak pemilih yang tidak bisa menggunakan hak pilihnya.
"Kami terus lakukan konsolidasi politik dengan partai pengusung AHY-Sylvi. Kami yakin mereka berpihak kepada Ahok-Djarot dengan mempertimbangkan keinginan warga," ungkapnya.
(whb)