Kiai Ma'ruf Amin Ogah Dikaitkan dengan Aksi 212 Besok
Senin, 20 Februari 2017 - 19:47 WIB
Kiai Ma'ruf Amin Ogah Dikaitkan dengan Aksi 212 Besok
A
A
A
JAKARTA - Sejumlah tokoh agama dan ulama disebut-sebut akan ikut memimpin Aksi 212, Selasa 21 Februari 2017 besok. Termasuk, Rais Aam PBNU, KH Ma'ruf Amin yang diklaim akan ikut bergabung.
Terkait dengan klaim itu, Kiai Ma'ruf yang juga Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) nampak heran. Pasalnya, ulama asal Banten tersebut mengaku tidak pernah terlibat dalam gerakan massa apapun termasuk Aksi 212 besok.
"Saya berulangkali menyampaikan hal ini, bahwa saya tidak pernah dilibatkan dan melibatkan diri ikut demo 212," kata Kiai Ma'ruf melalui rilis yang diterima SINDOnews, Senin (20/2/2017).
Kiai Ma'ruf mengaku telah menginstruksikan kepada warga Nahdliyin agar tidak ikut turun dalam aksi yang rencananya di pusatkan ke Gedung DPR RI itu. "Itu juga sudah saya sampaikan kepada Kapolri (Jenderal Tito Karnavian) dalam pertemuan di Pondok Pesantren Tanara (Banten) beberapa waktu lalu," katanya.
Pertemuan dengan ulama NU se-Madura itu dihadiri oleh tokoh-tokoh NU dari Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep). Para tokoh warga Nahdliyin mempertanyakan banyak hal, di antaranya terkait masalah Ahok.
Kiai Ma’ruf Amin menjelaskan dengan tenang dan bijaksana. Menurut Kiai Ma'ruf terkait persoalan Ahok memang tidak bisa dipungkiri, fatwa MUI punya peran cukup dominan.
Kiai Ma'ruf kembali menegaskan, keluarnya fatwa MUI terkait kasus Ahok tidak ada hubungannya dengan Pilgub DKI Jakarta. Katanya, siapapun yang memenangkan perebutan kursi Gubernur DKI nanti harus didukung oleh segenap bangsa terutama warga DKI Jakarta.
"Ahok menang atau kalah saya tidak tahu. Itu masih di Lauhul Mahfudz. Kalau kalah ya enggak ada masalah, andaikata dia menang ya enggak ada masalah juga," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PBNU Hery Haryanto Azumi mengaku kagum dengan kebijaksanaan Kiai Ma'ruf. Menurut Hery, memang yang dilakukan Kiai Ma'ruf selama ini semata-mata mengembalikan semangat kebersamaan bangsa dan bernegara.
"Beberapa kali saya menyimak apa yang disampaikan beliau (KH Ma'ruf Amin), bahwa beliau ini mulai cemas dengan semangat masyarakat dalam berbangsa dan bernegara yang semakin luntur," kata Hery.
Nah, Kiai Ma'ruf selama berusaha mengembalikan semangat kebangsaan dan bernegara tersebut. Misalnya, kata mantan Ketua Umum PB PMII ini, Kiai Ma'ruf berharap para tokoh lintas agama, etnis, dan segenap bangsa Indonesia melakukan rembug nasional.
"Rembug nasional itu diharapkan bisa menjadi alat untuk kembali menemukan orientasi kebangsaan kita," ujarnya.
Terkait dengan klaim itu, Kiai Ma'ruf yang juga Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) nampak heran. Pasalnya, ulama asal Banten tersebut mengaku tidak pernah terlibat dalam gerakan massa apapun termasuk Aksi 212 besok.
"Saya berulangkali menyampaikan hal ini, bahwa saya tidak pernah dilibatkan dan melibatkan diri ikut demo 212," kata Kiai Ma'ruf melalui rilis yang diterima SINDOnews, Senin (20/2/2017).
Kiai Ma'ruf mengaku telah menginstruksikan kepada warga Nahdliyin agar tidak ikut turun dalam aksi yang rencananya di pusatkan ke Gedung DPR RI itu. "Itu juga sudah saya sampaikan kepada Kapolri (Jenderal Tito Karnavian) dalam pertemuan di Pondok Pesantren Tanara (Banten) beberapa waktu lalu," katanya.
Pertemuan dengan ulama NU se-Madura itu dihadiri oleh tokoh-tokoh NU dari Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep). Para tokoh warga Nahdliyin mempertanyakan banyak hal, di antaranya terkait masalah Ahok.
Kiai Ma’ruf Amin menjelaskan dengan tenang dan bijaksana. Menurut Kiai Ma'ruf terkait persoalan Ahok memang tidak bisa dipungkiri, fatwa MUI punya peran cukup dominan.
Kiai Ma'ruf kembali menegaskan, keluarnya fatwa MUI terkait kasus Ahok tidak ada hubungannya dengan Pilgub DKI Jakarta. Katanya, siapapun yang memenangkan perebutan kursi Gubernur DKI nanti harus didukung oleh segenap bangsa terutama warga DKI Jakarta.
"Ahok menang atau kalah saya tidak tahu. Itu masih di Lauhul Mahfudz. Kalau kalah ya enggak ada masalah, andaikata dia menang ya enggak ada masalah juga," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PBNU Hery Haryanto Azumi mengaku kagum dengan kebijaksanaan Kiai Ma'ruf. Menurut Hery, memang yang dilakukan Kiai Ma'ruf selama ini semata-mata mengembalikan semangat kebersamaan bangsa dan bernegara.
"Beberapa kali saya menyimak apa yang disampaikan beliau (KH Ma'ruf Amin), bahwa beliau ini mulai cemas dengan semangat masyarakat dalam berbangsa dan bernegara yang semakin luntur," kata Hery.
Nah, Kiai Ma'ruf selama berusaha mengembalikan semangat kebangsaan dan bernegara tersebut. Misalnya, kata mantan Ketua Umum PB PMII ini, Kiai Ma'ruf berharap para tokoh lintas agama, etnis, dan segenap bangsa Indonesia melakukan rembug nasional.
"Rembug nasional itu diharapkan bisa menjadi alat untuk kembali menemukan orientasi kebangsaan kita," ujarnya.
(ysw)