Salah Masukkan Data, Hasil Real Count Pilgub DKI di Situs KPU Berubah
Minggu, 19 Februari 2017 - 00:30 WIB
Salah Masukkan Data, Hasil Real Count Pilgub DKI di Situs KPU Berubah
A
A
A
JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta telah menyelesaikan rekapitulasi suara melalui sistem informasi penghitungan suara (Situng). Dari hasil itu, Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta akan berlangsung dua putaran.
Yang berhak melaju ke putaran dua adalah pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat dan Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahudin Uno. Sementara Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni harus rela menempati posisi paling buncit.
Pada Jumat 17 Februari 2017, hasil 100% menyatakan Agus Yudhoyono-Sylviana Murni memperoleh 17,05% (936.609 suara), Ahok-Djarot 42,91% (2.357.587 suara), dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno 40,05% (2.200.636 suara).
Dari total 7.218.279 (77,1%) pemilih yang terdaftar, 5.563.425 di antaranya menggunakan hak pilihnya. Sedangkan angka golput atau tidak memilih yakni 1.654.854. Jumlah surat suara sah yakni 5.465.598 dan 69.254 suara tidak sah.
Namun saat diakses malam ini, sekitar pukul 22.19 WIB, Sabtu (18/2/2017), terjadi perubahan hasil real count 100%, data di https://pilkada2017.kpu.go.id/hasil/t1/dki_jakarta berubah.
Dalam hasil tersebut ditunjukkan Agus-Sylvi mendapat 17,07% atau 936.600 suara. Ahok-Djarot 42,96% atau 2.357.637 suara, dan Anies-Sandi 39.97% atau 2.193.636 suara.
Ketua KPU Pusat Juri Ardianto mengatakan, perubahan itu karena adanya dua hasil tempat pemungutan suara (TPS) yang salah memasukkan data. Maka itu, kesalahan tersebut diperbaiki pukul 11.00 WIB tadi.
Kesalahan tersebut terjadi di TPS 10 Pela Mampang, paslon Anies-Sandi harusnya hanya 266 suara, namun di situng tertulis 7.266 suara.
Selanjutnya adalah TPS 12 Tanjung Barat, di mana paslon Ahok-Djarot harusnya 286 suara, namun tertulis 236 suara.
Yang berhak melaju ke putaran dua adalah pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat dan Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahudin Uno. Sementara Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni harus rela menempati posisi paling buncit.
Pada Jumat 17 Februari 2017, hasil 100% menyatakan Agus Yudhoyono-Sylviana Murni memperoleh 17,05% (936.609 suara), Ahok-Djarot 42,91% (2.357.587 suara), dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno 40,05% (2.200.636 suara).
Dari total 7.218.279 (77,1%) pemilih yang terdaftar, 5.563.425 di antaranya menggunakan hak pilihnya. Sedangkan angka golput atau tidak memilih yakni 1.654.854. Jumlah surat suara sah yakni 5.465.598 dan 69.254 suara tidak sah.
Namun saat diakses malam ini, sekitar pukul 22.19 WIB, Sabtu (18/2/2017), terjadi perubahan hasil real count 100%, data di https://pilkada2017.kpu.go.id/hasil/t1/dki_jakarta berubah.
Dalam hasil tersebut ditunjukkan Agus-Sylvi mendapat 17,07% atau 936.600 suara. Ahok-Djarot 42,96% atau 2.357.637 suara, dan Anies-Sandi 39.97% atau 2.193.636 suara.
Ketua KPU Pusat Juri Ardianto mengatakan, perubahan itu karena adanya dua hasil tempat pemungutan suara (TPS) yang salah memasukkan data. Maka itu, kesalahan tersebut diperbaiki pukul 11.00 WIB tadi.
Kesalahan tersebut terjadi di TPS 10 Pela Mampang, paslon Anies-Sandi harusnya hanya 266 suara, namun di situng tertulis 7.266 suara.
Selanjutnya adalah TPS 12 Tanjung Barat, di mana paslon Ahok-Djarot harusnya 286 suara, namun tertulis 236 suara.
(mhd)