Tim Anies-Ahok Minta KPU DKI Usut Hacker Pengganggu Akses Informasi Pilkada

Jum'at, 17 Februari 2017 - 21:10 WIB
Tim Anies-Ahok Minta...
Tim Anies-Ahok Minta KPU DKI Usut Hacker Pengganggu Akses Informasi Pilkada
A A A
JAKARTA - Tim kandidat pasangan calon gubernur- wakil gubernur (cagub-cawagub) DKI Jakarta 2017 meminta KPU DKI mengusut tuntas pengganggu akses informasi hasil Pilkada melalui sistem informasi yang dimiliki penyelenggara. Masing-masing Tim terus mengawal dengan penghitungan real sendiri.

Sekertaris Tim pemenangan Anies Baswedan- Sandiaga Uno, Syarif mengatakan, kejahatan politik saat pemilihan kepala daerah ataupun kepala negara kerap terjadi. Termasuk pengganggu akses informasi hasil penghitungan di laman KPU.

Dia pun meminta agar KPU DKI bersama dengan tim Cyber Crime kepolisian mengusut tuntas pelaku kejahatan tersebut. Sebab, kasus tersebut bukan pertama kali terjadi dan pelaku tidak pernah terungkap.

"Pemilihan Presiden 2014 kejahatan politik adanya hacker juga terjadi. KPU mengakui, Tapi KPU diam saja. Ini harus diusut agar motif pelaku dapat terungkap. Kerugian bukan hanya di Parpol, tapi masyarakat pemilih, kata syarif saat dihubungi, Jum'at (17/2/2017).

Syarif menjelaskan, tim Anies-Sandi terus mengawal perhitungan real count di masing-masing posko yang tersebar di Cicurug, Menteng, Jakarta Pusat,DPP PKS, DPP Gerindra dan Rumah Brawijaya, Kebayoran Baru Jakarta Selatan. Hasilnya, kata dia, penghitungan sementara yang belum mencapai 100 persen masih memposisikan Anies-Sandi sekitar 40,09%.

Artinya, kata Syarif, apabila ada kesalahan penghitungan di KPU DKI akibat adanya pengganggu, Tim dan relawan bisa membandingkannya."Hasil Hitungan kami tidak jauh berbeda dengan quick count. Rata-rata sudah 40,09% masih di bawah pasangan Ahok-Djarot," ungkapnya.

Sementara itu, Sekertaris Tim Pemenangan Ahok-Djarot, Ace Hasan menyerahkan sepenuhnya kepada KPU DKI untuk menyelesaikan adanya pengganggu penghitungan suara di laman miliknya. Dia meminta masyarakat tidak terpengaruh dengan adanya pihak yang menyampaikan ketidakbenaran fakta penghitungan.
"Hasilnya sama saja dengan quick count. Kami punya hitungan dengan dasar formulir C 1, hasilnya sekitar 42-43%," ungkapnya.
(pur)
Berita Terkait
Noer Fajrieansyah Didorong...
Noer Fajrieansyah Didorong Maju Pilgub DKI Jakarta 2024
Respons PAN soal Kaesang...
Respons PAN soal Kaesang Bakal Maju Pilgub DKI: Semua Punya Hak
Ditanya Mau Jadi Gubernur,...
Ditanya Mau Jadi Gubernur, Wagub Ariza: Kita Lagi Mikirin Omicron
Pemuda Pancasila Deklarasi...
Pemuda Pancasila Deklarasi Dukung Anies Baswedan di Pilgub Jakarta
Demokrat Pamer Jagoan...
Demokrat Pamer Jagoan Pilgub DKI, Golkar: Pilkadanya Tahun 2024, Masih Jauh
DPD Hanura Sodorkan...
DPD Hanura Sodorkan Nama Djafar Badjeber Cawagub Jakarta, Ketua DPW Perindo: Kita Sambut Baik
Berita Terkini
Rano Karno Sebut Jakarta...
Rano Karno Sebut Jakarta Masuk 53 Kota Terbaik Dunia Kalahkan Washington DC
2 jam yang lalu
Kaesang Kaget Foto Jokowi...
Kaesang Kaget Foto Jokowi Lebih Banyak di Rakorwil PSI Kaltim
2 jam yang lalu
Polda Metro Tangkap...
Polda Metro Tangkap Perampok Minimarket di Bekasi, Pelaku Tercatat sebagai Mahasiswa
2 jam yang lalu
GKSI Berdayakan Peternak...
GKSI Berdayakan Peternak dan Koperasi Susu untuk Perkuat Program MBG
3 jam yang lalu
Bangun Sinergitas, Pemkot...
Bangun Sinergitas, Pemkot Bogor Bersama Pelaku Usaha Ikuti Kompetisi Padel
4 jam yang lalu
HUT ke-499 DKI, Parade...
HUT ke-499 DKI, Parade Mobil Hias hingga Tarian Khas Jakarta Meriahkan Jakfestival di Ancol
4 jam yang lalu
Infografis
Sirekap Ngebug, Warganet...
Sirekap Ngebug, Warganet Skeptis dengan Kemampuan Tim IT KPU
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved