Pengamat: Warga Jakarta Jadi Penentu Perubahan pada 15 Februari Nanti
Senin, 13 Februari 2017 - 02:03 WIB
Pengamat: Warga Jakarta Jadi Penentu Perubahan pada 15 Februari Nanti
A
A
A
JAKARTA - Pengamat dan Peneliti senior Pusat Penelitian Politik LIPI, Siti Zuhro menilai Konstelasi Pilgub DKI 2017 ini cukup panas. Masyarakat diminta berhati-hati.
Siti Zuhro menjelaskan, satu-satunya calon petahanan yang memiliki resistensi dari warga adalah calon di Pilgub DKI 2017. Umumnya, petahana pada posisi saat ini sudah unggul dan mendapatkan karpet merah di seluruh wilayah tapi di Jakarta sebaliknya.
Menurutnya, hal tersebut terjadi karena petahana tidak seluruhnya mendukung masyarakat kecil dan kerap menimbulkan masalah. "Kelemahan itu akhirnya muncul dua pasangan pesaingnya yang memiliki kekuatan sama dengan petahana," katanya ketika dihubungi, Minggu (12/2/2017).
"Kami harap warga dapat menjadi penentu perubahan pada 15 Februari besok dan mendapatkan pemimpin berintegritas, bermoral dan menjalani aturan. Kedepan pemimpin harus berkarakter, bukan hanya eksekusi program," kata Siti Zuhro.
Siti menjelaskan, masyarakat Jakarta harus mewaspadai dinamika politik yang terjadi di Jakarta saat ini. Sebagai garda terdepan, warga harus dapat mengawasi proses pemilihan dengan jujur dan adil. Sehingga, pembangunan di Jakarta kedepan dapat bermanfaat bagi warga.
"Penghargaan perencanaan yang didapatkan petahana itu tidak ada hitam diatas putih. Karena bukan penghargaan inovasi kayak Jawa Timur dan Yogjakarta. Jadi wajar muncul pro kontra," ujarnya.
Siti Zuhro menjelaskan, satu-satunya calon petahanan yang memiliki resistensi dari warga adalah calon di Pilgub DKI 2017. Umumnya, petahana pada posisi saat ini sudah unggul dan mendapatkan karpet merah di seluruh wilayah tapi di Jakarta sebaliknya.
Menurutnya, hal tersebut terjadi karena petahana tidak seluruhnya mendukung masyarakat kecil dan kerap menimbulkan masalah. "Kelemahan itu akhirnya muncul dua pasangan pesaingnya yang memiliki kekuatan sama dengan petahana," katanya ketika dihubungi, Minggu (12/2/2017).
"Kami harap warga dapat menjadi penentu perubahan pada 15 Februari besok dan mendapatkan pemimpin berintegritas, bermoral dan menjalani aturan. Kedepan pemimpin harus berkarakter, bukan hanya eksekusi program," kata Siti Zuhro.
Siti menjelaskan, masyarakat Jakarta harus mewaspadai dinamika politik yang terjadi di Jakarta saat ini. Sebagai garda terdepan, warga harus dapat mengawasi proses pemilihan dengan jujur dan adil. Sehingga, pembangunan di Jakarta kedepan dapat bermanfaat bagi warga.
"Penghargaan perencanaan yang didapatkan petahana itu tidak ada hitam diatas putih. Karena bukan penghargaan inovasi kayak Jawa Timur dan Yogjakarta. Jadi wajar muncul pro kontra," ujarnya.
(ysw)