Penghapusan Terminal Pembantu, Munculkan Terminal Bayangan

Kamis, 02 Februari 2017 - 20:40 WIB
Penghapusan Terminal...
Penghapusan Terminal Pembantu, Munculkan Terminal Bayangan
A A A
JAKARTA - Upaya penghapusan tujuh terminal pembantu di kawasan DKI Jakarta oleh Kementerian Perhubungan menimbulkan masalah baru. Terminal bayangan mendadak bermunculan di sejumlah wilayah.

Disisi lain dampak dari penghapusan terminal bantuan ini membuat sejumlah penumpang menjadi kebingungan. Sebab, transjakarta maupun commuter line sebagai moda transportasi pembantu tak membiarkan penumpang membawa barang bawaan lebih.

Kondisi ini semakin tak selaras dengan para penumpang yang kebanyakan menuju luar provinsi. Penumpang semacam ini membawa lebih dari satu barang, dengan beban cukup berat dan luas yang lebih.

"Kalo menggunakan kereta jarak jauh. Maka harus bayar lebih," kata Wafi, 32, salah satu penumpang di kawasan terminal Grogol, Jakarta Barat, Kamis (2/1/2017) siang.

Wafi ketika di temui di terminal Grogol mengaku cukup pusing dengan kebijakan ini. Sebagai orang yang per 3 bulan menggunakan Bus AKAP ke wilayah Semarang ini mengaku harus menambah ongkos transport karena menggunakan jasa Metromini maupun Kopaja.

Padahal, dengan keberadaan bus AKAP di terminal Grogol sangat membantu, selain karena lokasinya yang dekat dengan rumahnya di kawasan Krendang, Tambora. Terminal grogol mudah diakses dari sejumlah kawasan. "Yah kalo tau gini, mending saya naik dari jalan (latumeten) aja. Sama sama aja," tambah Wafi.

Pantauan Sindo, paska penutupan terminal pembantu, membuat terminal bayangn tumbuh subur. Kondisi ini hampir ditemukan di jalan Latumeten, dekat Season City, jalan Kapuk, Cengkareng, depan Pasar Pisang, Palmerah, dan depan Rusun Penjaringan, Jakarta Utara."Semenjak beberapa minggu lalu disini cukup banyak PO PO baru," tutur Elfira, 29, salah satu warga di kawasan itu.

Petugas PO Bus Lorena, Yanto, 38, mengungkapkan keberadaan PO di luar terminal bayangan sangat membantu dalam mendapati penumpang. Sebab, bila harus mengandalkan terminal jumlah penumpang bus kurang dari setengahnya. "Kan kita kan juga butuh operasional," tutur Yanto.

Saat ini, menurut Yanto, pos PO Lorena sendiri tersebar di beberapa titik di antaranya jalan Daan Mogot, jalan Kapuk Raya, jalan Latumeten, dan penjaringan. Meski demikian, dia membantah keberadaan PO di luar terminal sebagai terminal bayangan. "Kita kan cuman membantu penumpang. Lagi pula lokasinya sejalan dengan jalur bus kok," tuturnya.
(pur)
Berita Terkait
Anggaran Revitalisasi...
Anggaran Revitalisasi Terminal Lumpue Rp30,7 Miliar
Revitalisasi Terminal,...
Revitalisasi Terminal, Kemenhub Ingin Angkutan Massal Terintegrasi
Revitalisasi Terminal...
Revitalisasi Terminal Baranangsiang Baru Dimulai Tahun 2022
Wagub Riza Ingin Revitalisasi...
Wagub Riza Ingin Revitalisasi Sejumlah Terminal di Jakarta
Revitalisasi Pasar Cibitung...
Revitalisasi Pasar Cibitung Hasil Keputusan Pemda dan DPRD
Kolaborasi BSKDN-SKALA...
Kolaborasi BSKDN-SKALA Perkuat Pengukuran Dampak Kebijakan Pasca Implementasi di Daerah
Berita Terkini
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
2 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
2 jam yang lalu
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
2 jam yang lalu
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
3 jam yang lalu
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
5 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
6 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved