Polisi Bongkar Kuburan Zikli Balita yang Diduga Meninggal tak Wajar
Minggu, 29 Januari 2017 - 02:04 WIB
Polisi Bongkar Kuburan Zikli Balita yang Diduga Meninggal tak Wajar
A
A
A
PEKANBARU - Jajaran Polresta Pekanbaru melakukan pembongkaran makam Zikli, salah satu balita penghuni Panti Asuhan Tunas Bangsa di Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru, Riau. Pembongkaran itu dilakukan untuk memastikan penyebab kematian korban.
Pembongkaran makam balita berusia 1 tahun 8 bulan itu dilakukan pada Sabtu siang (28/1/2017).
"Pembongkaran makam ini dilakukan untuk mengusut kasus ini sampai tuntas," kata Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Bimo Arianto.
Setelah dibongkar, jenazah dibawa ke Rumah Sakit Bayangkara Polda Riau. Di rumah sakit jenazah diautopsi.
Dia menambahkan, setelah digelar autopsi, akan ketahuan apa penyebab kematian Zikli, apakah meninggal karena sakit atau akibat penganiayaan. "Ini dilakukan untuk memastikan penyebab kematian. Nanti ahli forensik yang akan menanganinya," timpalnya.
Sementara itu Komnas Lembaga Perlindungan Anak (KPA) Riau menyebutkan, bahwa diduga korban meninggal akibat dianiaya.
"Korban kita duga meninggal karena penganiayaan. Ini karena ditemukan bekas luka sundutan rokok di kemaluan dan perut korban. Selain itu tim dokter yang sempat menanganinya menyebutkan korban demam tinggi, muntah mengeluarkan cacing dan mengalami dehidrasi," ujar Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak LPA, Provinsi Riau, Nanda Pratama.
Pembongkaran makam balita berusia 1 tahun 8 bulan itu dilakukan pada Sabtu siang (28/1/2017).
"Pembongkaran makam ini dilakukan untuk mengusut kasus ini sampai tuntas," kata Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Bimo Arianto.
Setelah dibongkar, jenazah dibawa ke Rumah Sakit Bayangkara Polda Riau. Di rumah sakit jenazah diautopsi.
Dia menambahkan, setelah digelar autopsi, akan ketahuan apa penyebab kematian Zikli, apakah meninggal karena sakit atau akibat penganiayaan. "Ini dilakukan untuk memastikan penyebab kematian. Nanti ahli forensik yang akan menanganinya," timpalnya.
Sementara itu Komnas Lembaga Perlindungan Anak (KPA) Riau menyebutkan, bahwa diduga korban meninggal akibat dianiaya.
"Korban kita duga meninggal karena penganiayaan. Ini karena ditemukan bekas luka sundutan rokok di kemaluan dan perut korban. Selain itu tim dokter yang sempat menanganinya menyebutkan korban demam tinggi, muntah mengeluarkan cacing dan mengalami dehidrasi," ujar Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak LPA, Provinsi Riau, Nanda Pratama.
(sms)