Minimalisir Kecelakaan, Transjakarta Imbau Pramudi Lebih Waspada
Rabu, 25 Januari 2017 - 17:08 WIB
Minimalisir Kecelakaan, Transjakarta Imbau Pramudi Lebih Waspada
A
A
A
JAKARTA - PT Transportasi Jakarta mengimbau para pramudi bus TransJakarta untuk berhati-hati dalam mengendarai armadanya. Bertambahnya armada bus juga berpotensi kecelakaan bisa bertambah.
Direktur Utama PT Transportasi Jakarta, Budi Kaliwono mengatakan, bertambahnya jumlah bus otomatis akan menambah jumlah pelanggan. Dengan intensitas tinggi maka perlu dibarengi dengan upaya sterilisasi busway untuk mengurangi kecelakaan.
Langkah lain yang dilakukan, katanya, pihaknya sudah mengimbau kepada pramudi untuk berhati-hati dan waspada saat melintas di jalur rawan.
"Kami telah mengimbau kepada sopir agar lebih berhati-hati. Sosialisasi dilarang menyeberang busway harus ditingkatkan," kata Budi Kaliwono di kantornya di Cawang, Jakarta Timur, Selasa (25/1/2017).
Budi menjelaskan, peninggian separator merupakan salah satu upaya PT Transportasi Jakarta untuk mensterilisasikan jalur. Seharusnya, dengan separator tinggi, tidak boleh lagi ada orang yang menyebrang.
Sosialisasi tersebut, lanjut Budi merupakan tugas bersama antara PT Trasnportasi Jakarta, Dinas Perhubungan dan Kepolisian. Sebab, pada tahun ini, seluruh koridor akan terpasang dan jumlah bus bertambah sekitar 2.000 unit dengan target kenaikan jumlah penumpang 185 juta per tahun.
"Peningkatan layanan harus bersama-sama dengan kesadaran warga," ucapnya.
Direktur Utama PT Transportasi Jakarta, Budi Kaliwono mengatakan, bertambahnya jumlah bus otomatis akan menambah jumlah pelanggan. Dengan intensitas tinggi maka perlu dibarengi dengan upaya sterilisasi busway untuk mengurangi kecelakaan.
Langkah lain yang dilakukan, katanya, pihaknya sudah mengimbau kepada pramudi untuk berhati-hati dan waspada saat melintas di jalur rawan.
"Kami telah mengimbau kepada sopir agar lebih berhati-hati. Sosialisasi dilarang menyeberang busway harus ditingkatkan," kata Budi Kaliwono di kantornya di Cawang, Jakarta Timur, Selasa (25/1/2017).
Budi menjelaskan, peninggian separator merupakan salah satu upaya PT Transportasi Jakarta untuk mensterilisasikan jalur. Seharusnya, dengan separator tinggi, tidak boleh lagi ada orang yang menyebrang.
Sosialisasi tersebut, lanjut Budi merupakan tugas bersama antara PT Trasnportasi Jakarta, Dinas Perhubungan dan Kepolisian. Sebab, pada tahun ini, seluruh koridor akan terpasang dan jumlah bus bertambah sekitar 2.000 unit dengan target kenaikan jumlah penumpang 185 juta per tahun.
"Peningkatan layanan harus bersama-sama dengan kesadaran warga," ucapnya.
(ysw)