Tiga Jam Diguyur Hujan, Banjir dan Longsor Landa Yogya
Selasa, 24 Januari 2017 - 19:35 WIB
Tiga Jam Diguyur Hujan, Banjir dan Longsor Landa Yogya
A
A
A
YOGYAKARTA - Hujan yang mengguyur wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta selama tiga jam menyebabkan banjir di kota gudeg tersebut. Bahkan, ada laporan beberapa pohon tumbang, dan longsor.
Supervisor Pusdalop Badan Penanggulangan Bencana Daerah DIY, Masud Rofiqi mengatakan saat ini Tim Reaksi Cepat (TRC) sedang turun kelapangan memetakan beberapa lokasi yang terkena banjir usai hujan deras tersebut. Seperti di bantaran Kali Gajah Wong, tepatnya sebelah utara Museum Affandi.
"Air masuk ke permukiman warga akibat hujan ini. Kali Gajah Wong, Winonggo, dan Code debit air tinggi. Talud jebol di Warung Boto sehingga air masuk ke pemukiman," katanya, Selasa (24/1/2017).
Data sementara ada 15 titik bencana akibat hujan yang merata ini. Mulai dari pohon tumbang menimpa akses jalan di Jalan Timoho UIN Yogyakarta, kemudian pohon tumbang menipa tempat parkir dan beberapa sepeda motor, di Fakultas Kedokteran Hewan UGM.
Air juga menggenani sekitar wilayah Balirejo, Muja-muju, Umbulharjo, Kota Yogyakarta.
Kemudian, pohon tumbang menutup akses jalan, di Tambakrejo, sariharjo, Ngaglik Sleman. "Longsor menutup akses jalan di pagutan, Purwoharjo Samigaluh Kulonprogo," katanya.
Lalu, air menggenangi permukiman warga, di sebelah utara Museum Affandi Jalan Solo hingga setinggi lutut dari luapan Sungai Gajah Wong. Kemudian air meluap di Sungai Mambu.
"Pohon tumbang di dekat Stikes Surya Global Kota yogyakarta, (menimpa jaringan listrik). Di blok O sebelah timur gembira loka zoo, air menggenang di jalan setinggi 15 cm," katanya.
Di Gambiran RW 18 (perempatan warung boto ke timur), talud ambrol, air Sungai Gajah Wong meluap menggenangi 14 rumah warga. Tinggi air 20 cm. Pihaknya membutuhkan 100 pcs karung pasir untuk menahan air.
"Pohon waru menimpa jaringan listrik, di sekitar RS Purinirmala, Pakualaman Kota Yogyakarta. Jalan Amerta 1 (barat monumen jogja kembali) Sleman, jalan tergenang air setinggi 15 cm. Kemudian di epan ambarukmo plaza, air menggenang di jalan setinggi 50 cm," pungkasnya.
Supervisor Pusdalop Badan Penanggulangan Bencana Daerah DIY, Masud Rofiqi mengatakan saat ini Tim Reaksi Cepat (TRC) sedang turun kelapangan memetakan beberapa lokasi yang terkena banjir usai hujan deras tersebut. Seperti di bantaran Kali Gajah Wong, tepatnya sebelah utara Museum Affandi.
"Air masuk ke permukiman warga akibat hujan ini. Kali Gajah Wong, Winonggo, dan Code debit air tinggi. Talud jebol di Warung Boto sehingga air masuk ke pemukiman," katanya, Selasa (24/1/2017).
Data sementara ada 15 titik bencana akibat hujan yang merata ini. Mulai dari pohon tumbang menimpa akses jalan di Jalan Timoho UIN Yogyakarta, kemudian pohon tumbang menipa tempat parkir dan beberapa sepeda motor, di Fakultas Kedokteran Hewan UGM.
Air juga menggenani sekitar wilayah Balirejo, Muja-muju, Umbulharjo, Kota Yogyakarta.
Kemudian, pohon tumbang menutup akses jalan, di Tambakrejo, sariharjo, Ngaglik Sleman. "Longsor menutup akses jalan di pagutan, Purwoharjo Samigaluh Kulonprogo," katanya.
Lalu, air menggenangi permukiman warga, di sebelah utara Museum Affandi Jalan Solo hingga setinggi lutut dari luapan Sungai Gajah Wong. Kemudian air meluap di Sungai Mambu.
"Pohon tumbang di dekat Stikes Surya Global Kota yogyakarta, (menimpa jaringan listrik). Di blok O sebelah timur gembira loka zoo, air menggenang di jalan setinggi 15 cm," katanya.
Di Gambiran RW 18 (perempatan warung boto ke timur), talud ambrol, air Sungai Gajah Wong meluap menggenangi 14 rumah warga. Tinggi air 20 cm. Pihaknya membutuhkan 100 pcs karung pasir untuk menahan air.
"Pohon waru menimpa jaringan listrik, di sekitar RS Purinirmala, Pakualaman Kota Yogyakarta. Jalan Amerta 1 (barat monumen jogja kembali) Sleman, jalan tergenang air setinggi 15 cm. Kemudian di epan ambarukmo plaza, air menggenang di jalan setinggi 50 cm," pungkasnya.
(nag)