Timses Anies-Sandi Bidik Pemilih yang Belum Menentukan Pilihan
Sabtu, 21 Januari 2017 - 15:15 WIB
Timses Anies-Sandi Bidik Pemilih yang Belum Menentukan Pilihan
A
A
A
JAKARTA - Tingginya angka pemilih bimbang (undecided voters) pada pemilihan kepala daerah (pilkada) DKI 2017 menjadi target yang akan dimaksimalkan masing-masing pasangan calon yang bertanding.
Tak terkecuali pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno yang berupaya merebut hati pemilih yang belum menentukan pilihan ini hingga hari pemungutan suara nanti. “Yang belum memutuskan ini yang penting bagi kami untuk dibidik,” ujar timses pasangan Anies-Sandi, Ferry Juliantono saat menjadi pembicara diskusi Sindo Trijaya Radio “Antara Survey dan Realitas” di Warung Daun Cikini Jakarta, Sabtu (21/1/2017).
Ferry memastikan, pihaknya akan mengelaborasi pemilih undecided voter ini. Angka terakhir menurut survei Polmark Indonesia menyebut ada 12% pemilih yang belum menentukan pilihan, sementara Poltrack mengatakan, jumlahnya mencapai 16% . “Ini yang kami catat guna melengkapi hasil survei yang menempatkan Anis-Sandi memperlihatkan tren kenaikan ungguli petahana,” tuturnya.
Sebagaimana diketahui hasil survei Polmark Research Center pada 19 Januari 2017 merilis pasangan Anies-Sandi diurutan pertama dengan 25,3%, disusul Agus-Sylviana 23,9% dan Ahok-Djarot 20,4%. Adapun di tanggal yang sama Poltracking Indonesia merilis hasil survei yang menempatkan pasangan Agus-Syliviana diurutan pertama dengan 30,25%, diikuti Ahok-Djarot 28,88% serta Anies-Sandi 28,63%.
Sementara, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pada 17 Januari merilis hasil survei berbeda dimana pasangan Agus-Sylviana tetap diurutan pertama dengan 36,7%, Ahok-Djarot 32,6% dan Anies Sandi dengan 21,4%. “Terakhir kami ingatkan bahwa paslon petahana tidak bisa dilepaskan dari presiden, kita khawatir kekuasaan mengintervensi. Meskipun Jokowi bilang netral, KPU juga, tapi penyelenggara sampai takut terhadap intidimasi kekuasaan akibatnya bisa fatal. Apalagi kalau (hasil pilkada) selisihnya kecil sementara KPU tidak bisa jaga netralitas, (ujungnya bisa) ribut,” pungkasnya.
Tak terkecuali pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno yang berupaya merebut hati pemilih yang belum menentukan pilihan ini hingga hari pemungutan suara nanti. “Yang belum memutuskan ini yang penting bagi kami untuk dibidik,” ujar timses pasangan Anies-Sandi, Ferry Juliantono saat menjadi pembicara diskusi Sindo Trijaya Radio “Antara Survey dan Realitas” di Warung Daun Cikini Jakarta, Sabtu (21/1/2017).
Ferry memastikan, pihaknya akan mengelaborasi pemilih undecided voter ini. Angka terakhir menurut survei Polmark Indonesia menyebut ada 12% pemilih yang belum menentukan pilihan, sementara Poltrack mengatakan, jumlahnya mencapai 16% . “Ini yang kami catat guna melengkapi hasil survei yang menempatkan Anis-Sandi memperlihatkan tren kenaikan ungguli petahana,” tuturnya.
Sebagaimana diketahui hasil survei Polmark Research Center pada 19 Januari 2017 merilis pasangan Anies-Sandi diurutan pertama dengan 25,3%, disusul Agus-Sylviana 23,9% dan Ahok-Djarot 20,4%. Adapun di tanggal yang sama Poltracking Indonesia merilis hasil survei yang menempatkan pasangan Agus-Syliviana diurutan pertama dengan 30,25%, diikuti Ahok-Djarot 28,88% serta Anies-Sandi 28,63%.
Sementara, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pada 17 Januari merilis hasil survei berbeda dimana pasangan Agus-Sylviana tetap diurutan pertama dengan 36,7%, Ahok-Djarot 32,6% dan Anies Sandi dengan 21,4%. “Terakhir kami ingatkan bahwa paslon petahana tidak bisa dilepaskan dari presiden, kita khawatir kekuasaan mengintervensi. Meskipun Jokowi bilang netral, KPU juga, tapi penyelenggara sampai takut terhadap intidimasi kekuasaan akibatnya bisa fatal. Apalagi kalau (hasil pilkada) selisihnya kecil sementara KPU tidak bisa jaga netralitas, (ujungnya bisa) ribut,” pungkasnya.
(pur)