Massa GNPF MUI Gelar Salat Berjamaah di Lokasi Aksi

Selasa, 17 Januari 2017 - 13:16 WIB
Massa GNPF MUI Gelar...
Massa GNPF MUI Gelar Salat Berjamaah di Lokasi Aksi
A A A
JAKARTA - Massa Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) masih terus mengawal sidang dugaan kasus penistaan agama di Kementan, Jakarta Selatan. Walaupun tengan melakukan demo dan berorasi, massa menyempatkan waktunta untuk melakukan Salat Zuhur berjamaan di lokasi aksi dengan beralaskan spanduk dan banner di Jalan RM Harsono.

Untuk saf atau barisan salat di depan diisi oleh para pria dan imam salat zuhur. Sementara di saf belakang diisi oleh para jemaah perempuan. Usai melaksanakan Salat Zuhur, massa melanjutkan kembali untuk menyampaikan aspirasinya dalam kasus penistaan agama.

Bahkan, seniman yang turut hadir dalam aksi tersebut menyampaikan aspirasi kekecewaannya melalui lukisannya. Ketua Departemen Seni dan Budaya Parmusi, Chavchay Syaifulla menyatakan, aksi seni melukis ini merupakan cerminan suatu negeri tanpa penistaan agama.

"Gerakan kebudayaan melibatkan para seniman dan budayawan mengajak mereka untuk mengekspresikan perasaan mereka terhadap situasi bangsa Indonesia pasca tragedi Ahok, tragedi penistaan agama," ujarnya di depan Gedung Kementan, Selasa (17/1/2017).

Menurutnya, seni lukis ini wujud dari amalan agama Islam yang mengajarkan tentang perdamaian dan keindahan, begitu juga sang pencipta yang memiliki keindahan dan mencintai keindahan. Karya seni ini nantinya akan diperjualbelikan kepada khalayak publik pada umumnya. Hasil dari penjualan itu seluruhnya akan disumbangkan pada gerakan tolak penistaan agama.

"Dilelang pada waktu dan tempat yang ditentutkan setelah ini, jadi mungkin nanti sore. Kita sudah sepakat bahwa hasil lelang uang terkumpul disumbangkan untuk gerakan aksi penolakan penistaan agama sekaligus mengawal sidang Ahok sampai putusan pengadilan," katanya.

Sementara itu, Sekjen Dewan Syuro DPD FPI Jakarta Habib Novel Bamukmin menerangkan, sidang keenam ini FPI tak mengerahkan anggotanya secara besar-besaran. Karena banyak anggotanya kelelahan usai menggelar aksi di Mabes Polri, Senin 16 Januari 2017 kemarin.

"Bukan berkurang, tapi maklum, kemarin habis aksi ada sebagian anggota kita yang istirahat. Namun, kami tetap konsisten melakukan pengawalan menuntut penista agama dipenjarakan," tegasnya.
(mhd)
Berita Terkait
Tangis Lina Mukherjee...
Tangis Lina Mukherjee di Sidang Kasus Penistaan Agama
Panji Gumilang Jalani...
Panji Gumilang Jalani Sidang Perdana Kasus Penistaan Agama
Sidang Vonis Kasus Penistaan...
Sidang Vonis Kasus Penistaan Agama M Kace Dijaga Ketat Brimob
Hari Ini Roy Suryo Sidang...
Hari Ini Roy Suryo Sidang Perdana Kasus Dugaan Penistaan Agama
Roy Suryo Jalani Sidang...
Roy Suryo Jalani Sidang Perdana Kasus Dugaan Penistaan Agama
Pengunjung Teriak Takbir,...
Pengunjung Teriak Takbir, M Kace Pingsan saat Sidang Kasus Penistaan Agama
Berita Terkini
Kadishub DKI Sangkal...
Kadishub DKI Sangkal Anak Buahnya Minta Duit Rp250 Ribu ke Ojol yang Motornya Diangkut
40 menit yang lalu
Gempa Magnitudo 4,1...
Gempa Magnitudo 4,1 Kembali Guncang Sigi, BMKG Catat 1.163 Gempa Susulan Pascagempa M6,7
1 jam yang lalu
Kasus Pemuda Tewas di...
Kasus Pemuda Tewas di Selokan Mustikajaya: 4 Orang Ditangkap, Motif Digali Polisi
1 jam yang lalu
Dukung Rumah Pastori...
Dukung Rumah Pastori GPdI Eklesia Amban, Kemenag Komitmen Pembangunan Sarana Keagamaan
1 jam yang lalu
Aktivitas Gunung Anak...
Aktivitas Gunung Anak Krakatau Meningkat, Masyarakat Diimbau Waspada
2 jam yang lalu
Pemerintah Paksa Daerah...
Pemerintah Paksa Daerah Hentikan Open Dumping Sampah dengan Skema Stick and Carrot
3 jam yang lalu
Infografis
Daftar Lengkap Skuad...
Daftar Lengkap Skuad Timnas Jerman di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved