Bertemu Guru SMP, Anies Sebut Djono Mentor Kepemimpinan
Minggu, 15 Januari 2017 - 12:57 WIB
Bertemu Guru SMP, Anies Sebut Djono Mentor Kepemimpinan
A
A
A
JAKARTA - Calon Gubernur (Cagub) DKI Jakarta Anies Baswedan bertemu dengan mantan guru Bimbingan dan Penyuluhan (BP) ketika menimba ilmu di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 5 Yogyakarta, Sudjono Ragil Santoso.
Pertemuan itu ketika Anies menghadiri Tablig Akbar Politik Indonesia, di Masjid Al Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Anies menceritakan, dirinya terakhir ketemu pria yang dipanggil Djono itu saat reuni sekolah di Yogjakarta, sekitar lima tahun lalu.
"Sudah ada lima tahun yang lalu saya ketemu beliau (Djono). Pak Djono ini guru SMP, guru BP pembimbing OSIS. Saya belajar leadership pertama kali dari Pak Djono. Kata katanya yang saya enggak akan lupa. POA, planning, organizing, activity, itu kata kunci dari beliau," ujar Anies di lokasi, Minggu (15/1/2017).
Anies menuturkan, sang guru merupakan teladan muridnya. Terlebih Djono merupakan pendekar pencak silat tapak suci. Sementara itu, Sarjono berpesan kepada Cagub nomor urut 3 itu agar menjadi tauladan bagi masyarakat. "Pemimpin harus punya iman dan akhlak. Tanpa iman dan akhlak menjadi lemah," katanya.
Di mata guru, kata Djono, Anies adalah siswa yang baik dan aktif. Kemudian, sambungnya, Anies juga mempunyai kepribadian yang bagus.
"Baik sekali, dia (Anies) selalu jadi tim di OSIS, yaitu selalu membantu rekan-rekannya yang kekurangan, baik kekurangan dalam arti di dalam pergaulan maupun sosial, dia selalu mengusahankan tetap membantu untuk tetap bangkitkan semangat," kata Djono.
Selain baik, kata Djono, Anies merupakan anak didiknya yang aktiv dalam memberikan ide-ide untuk membuat gagasan di sekolahnya tersebut. Anies sering sekali datang ke ruangannya untuk melakukan konsultasi.
Selain itu, Sarjono juga mengungkapkan kalau dirinya dan Anies mempunyai kemiripan. "Sama-sama suka baca komik," katanya.
Pertemuan itu ketika Anies menghadiri Tablig Akbar Politik Indonesia, di Masjid Al Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Anies menceritakan, dirinya terakhir ketemu pria yang dipanggil Djono itu saat reuni sekolah di Yogjakarta, sekitar lima tahun lalu.
"Sudah ada lima tahun yang lalu saya ketemu beliau (Djono). Pak Djono ini guru SMP, guru BP pembimbing OSIS. Saya belajar leadership pertama kali dari Pak Djono. Kata katanya yang saya enggak akan lupa. POA, planning, organizing, activity, itu kata kunci dari beliau," ujar Anies di lokasi, Minggu (15/1/2017).
Anies menuturkan, sang guru merupakan teladan muridnya. Terlebih Djono merupakan pendekar pencak silat tapak suci. Sementara itu, Sarjono berpesan kepada Cagub nomor urut 3 itu agar menjadi tauladan bagi masyarakat. "Pemimpin harus punya iman dan akhlak. Tanpa iman dan akhlak menjadi lemah," katanya.
Di mata guru, kata Djono, Anies adalah siswa yang baik dan aktif. Kemudian, sambungnya, Anies juga mempunyai kepribadian yang bagus.
"Baik sekali, dia (Anies) selalu jadi tim di OSIS, yaitu selalu membantu rekan-rekannya yang kekurangan, baik kekurangan dalam arti di dalam pergaulan maupun sosial, dia selalu mengusahankan tetap membantu untuk tetap bangkitkan semangat," kata Djono.
Selain baik, kata Djono, Anies merupakan anak didiknya yang aktiv dalam memberikan ide-ide untuk membuat gagasan di sekolahnya tersebut. Anies sering sekali datang ke ruangannya untuk melakukan konsultasi.
Selain itu, Sarjono juga mengungkapkan kalau dirinya dan Anies mempunyai kemiripan. "Sama-sama suka baca komik," katanya.
(mhd)