Bandara Jenderal Besar Soedirman Purbalingga Tunggu MoU

Rabu, 11 Januari 2017 - 21:12 WIB
Bandara Jenderal Besar...
Bandara Jenderal Besar Soedirman Purbalingga Tunggu MoU
A A A
JAKARTA - Pengembangan Landasan Udara (Lanud) Jenderal Besar Soedirman Purbalingga, Jawa Tengah tinggal menunggu nota kesepahaman antara Kementerian Perhubungan, TNI Angkatan Udara dan PT Angkasa Pura (AP). Jika MoU sudah ditandatangani masing-masing pihak, proyek tersebut segera dimulai.

“Perkembangan MoU sudah sampai di bagian hukum masing-masing institusi. Jika sudah ditandatangani, berarti proyek bandara segera dimulai,” ujar Bupati Purbalingga Tasdi saat berkunjung ke Kantor KORAN SINDO, Jakarta kemarin.

Tasdi sebelumnya bertemu dengan Menteri Budi Karya Sumadi untuk membahas proyek bandara ini. Menurutnya, bandara adalah kunci perkembangan ekonomi bagi Jawa Tengah wilayah barat. Dengan adanya bandara, para investor yang sebelumnya ragu-ragu segera merealisasikan penanaman modal di Purbalingga atau daerah sekitarnya.

Permohonan pembangunan bandara komersial juga datang dari Ikatan Pengusaha Rambut Imitasi, Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) dan pengusaha-pengusaha yang beroperasi di wilayah Jateng bagian barat baik dalam maupun luar negeri.

“Selama ini akses wilayah ini dari kota-kota besar seperti Semarang, Jakarta dan Surabaya hanya dengan transportasi darat. Terserah siapa saja yang mau membangun (bandara). Baik pemerintah pusat, Angkasa Pura atau siapa saja yang penting bandara cepat dibangun. Ini harapan masyarakat kami,”ujarnya.

Dengan pesawat terbang, perjalanan Purbalingga-Semarang bisa disingkat menjadi 30 menit, ke Yogyakarta hanya 25 menit, ke Jakarta 45 menit dan perjalanan ke Surabaya hanya 1,15 jam.

Lanud Jenderal Besar Soedirman sebelumnya bernama Lanud Wirasaba, namanya diubah sejak 7 November 2016 berdasarkan SK KASAU No KEP/678/X/2016. Lanud ini berdiri di atas tanah seluas 115,04 hektar.
Prasarana penerbangan yang ada antara lain runway sepanjang 850 meter lebar 30 meter dengan alas rumput

Untuk menjadi bandara komersil, runway bandara ini akan diperpanjang menjadi 1.550 meter lebar 30 dengan konstruksi aspal. Dengan fasilitas ini, bandara bisa disinggahi pesawat jenis ATR 72-500 dengan jumlah penumpang 70 orang.

Pemkab Purbalingga, menurut Tasdi sudah memberi dukungan berupa pembebasan lahan seluas 5 hektare dengan anggaran sebesar Rp15 miliar dari APBD.

Selain itu, pihaknya juga sudah membangun infrastruktur penunjang seperti Jembatan Linggamas dan jalan menuju bandara senilai Rp93 miliar dari tahun 2011 hingga 2016.

Pada tahun anggaran 2017, pemkab juga menganggarkan dana sebesar Rp32 miliar untuk jalan, pembebasan lahan dan pembangunan fasilitas bandara.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Tri Gunawan mengatakan pembebasan lahan ditarget selesai tahun ini sehingga bisa langsung dilanjutkan dengan pembangunan bandara. Pembebasan lahan dilakukan oleh pihak ketiga dengan proses lelang.

Di Jateng, menurutnya ada rencana pemerintah untuk mengembangkan tiga bandara, yaitu Bandara Ahmad Yani Semarang, Bandara Tunggulwulung Cilacap dan Bandara Purbalingga.

Namun Bandara Tunggulwulung dipastikan tidak akan dikembangkan karena terhambat menara asap Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang menjulang tinggi dan mengganggu penerbangan.

“Targetnya kan tahun ini mulai proyek fisiknya. Jadi sebisa mungkin pembebasan lahan dilakukan dengan cepat,” ujarnya.

Proyek pengembangan Lanud Jenderal Besar Soedirman menjadi bandara komersial ini diperkirakan memakan biaya sebesar Rp250 miliar. Dananya digunakan untuk memanjangkan runway, apron hangar, terminal kargo dan lahan parkir.

Bandara baru ini diharapkan bisa membuka akses lebih cepat pada sembilan kabupaten di wilayah Jateng bagian barat,yaitu Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Kebumen, Pemalang, Tegal dan Brebes.

Di wilayah ini terdapat 1.039 perusahaan besar dan menengah yuang berorientasi ekspor. Ada juga empat kampur negeri dan 32 kampus swasta.

Kabupaten Purbalingga juga merupakan pusat produksi bulu mata dan rambut palsu terbesar kedua di dunia setelah Guangzho, China.
(sms)
Berita Terkait
Lewat Kompetensi Praktik...
Lewat Kompetensi Praktik Lapangan, Praja Diharapkan Paham Pemerintahan Daerah
Sinergi Pemerintah Pusat...
Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah, BSKDN Kemendagri Tekankan Kolaborasi
Pulihkan Ekonomi, Daerah...
Pulihkan Ekonomi, Daerah Utang Rp12,24 Triliun ke Pusat
BSKDN Kemendagri: Konsep...
BSKDN Kemendagri: Konsep ITKPD Upaya Wujudkan Tujuan Otonomi Daerah
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
Majukan Suatu Daerah...
Majukan Suatu Daerah Perlu Merangkul Semua Elemen Termasuk Seniman
Berita Terkini
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
2 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
2 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
4 jam yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
4 jam yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
6 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
7 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved