Polda Akan Tindak Tegas Ormas yang Melakukan Sweeping
Jum'at, 23 Desember 2016 - 00:38 WIB
Polda Akan Tindak Tegas Ormas yang Melakukan Sweeping
A
A
A
JAKARTA - Polda Metro Jaya meminta seluruh ormas tidak melakukan sweeping menjelang Natal dan Tahun Baru 2017. Kepolisian akan menindak tegas para pelaku sweeping, apalagi sampai melakukan tindak kekerasan.
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan mengatakan, polisi masih memetakan wilayah mana saja yang bakal diprioritaskan untuk pengamanan saat Natal dan Tahun Baru 2017 mendatang. Itu semua dilakukan untuk mengantisipasi adanya hal yang tak diinginkan.
"Gereja-gereja pasti diberikan pengamanan ekstra agar bisa melakukan ibadah dengan aman, nyaman, dan lancar. Detektor pun akan ada," kata M Iriawan pada wartawan, Kamis, 22 Desember 2016 kemarin.
Iriawan menegaskan, kepolisian melarang ormas melakukan sweeping jelang Natal dan Tahun Baru 2017. Aksi sweeping bisa mengganggu aktivitas masyarakat lainnya.
"Jangan coba-coba sweeping, pasti saya tindak tegas. Saya sudah perintahkan jajaran, ormas jangan coba-coba sweeping karena itu tidak baik. Semua masyarakat diminta untuk saling menghormati satu sama lainnya, khususnya dalam hal beragama," tuturnya.
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan mengatakan, polisi masih memetakan wilayah mana saja yang bakal diprioritaskan untuk pengamanan saat Natal dan Tahun Baru 2017 mendatang. Itu semua dilakukan untuk mengantisipasi adanya hal yang tak diinginkan.
"Gereja-gereja pasti diberikan pengamanan ekstra agar bisa melakukan ibadah dengan aman, nyaman, dan lancar. Detektor pun akan ada," kata M Iriawan pada wartawan, Kamis, 22 Desember 2016 kemarin.
Iriawan menegaskan, kepolisian melarang ormas melakukan sweeping jelang Natal dan Tahun Baru 2017. Aksi sweeping bisa mengganggu aktivitas masyarakat lainnya.
"Jangan coba-coba sweeping, pasti saya tindak tegas. Saya sudah perintahkan jajaran, ormas jangan coba-coba sweeping karena itu tidak baik. Semua masyarakat diminta untuk saling menghormati satu sama lainnya, khususnya dalam hal beragama," tuturnya.
(whb)