Tak Bisa Masuk, Massa Pilih Streaming Live Sidang Ahok di Pinggir Kali

Selasa, 13 Desember 2016 - 11:24 WIB
Tak Bisa Masuk, Massa...
Tak Bisa Masuk, Massa Pilih Streaming Live Sidang Ahok di Pinggir Kali
A A A
JAKARTA - Massa yang hendak menyaksikan secara langsung sidang dugaan kasus penistaan agama dengan terdakwa Basuki T Purnama (Ahok) kecewa lantaran polisi melarang masuk. Massa pun akhirnya menonton secara streaming di pinggiran Kali Batang Hari karena PN Jakarta Utara tak memberikan fasilitas layar lebar untuk massa yang berada di luar.

Berdasarkan pantauan, ratusan massa masih tampak berorasi di depan Gedung PN Jakarta Utara, Jalan Gajah Mada untuk meminta Ahok ditangkap lantaran telah menistakan agama. Massa pun meneriakan ketidaksewenangan aparat penegak hukum yang melarang massa masuk untuk menyaksikan persidangan secara langsung.

Selain itu, massa pun protes lantaran pihak PN Jakarta Utara tak memberikan fasilitas seperti layar lebar atau videotron pada pengunjung persidangan sehingga bisa menyaksikan jalannya sidang dari luar gedung pengadilan. Akibatnya, massa pun tak bisa benar-benar mengawalnya jalannya sidang.

Sebagian massa ormas yang tak bisa menyaksikan langsung memilih menonton secara streaming di pinggiran Kali Batang Hari, Gambir, Jakarta Pusat. Bahkan, warga dan pengendara jalan pun tak jarang menghentikan laju kendaraannya itu sekedar menyaksikan massa yang tengah berorasi di jalanan.

"Penasaran mau lihat sidang penistaan agama tapi tak boleh masuk. Jadi lihat streaming-nya saja," ujar anggota salah satu satu massa Satuan Pembela Islam, Rahmawan di pinggiran Kali Batang Hari, depan PN Jakarta Utara, Selasa (13/12/2016).

Sementara itu, ribuan petugas kepolisian masih terus menjaga ketat mengamankan Gedung PN Jakarta Utara agar massa tak meringsek masuk ke ruang sidang nantinya. Polwan pun disiagakan mengawal massa yang tengah berorasi itu. Selain itu, sejumlah mobil taktis dan pemadam kebakaran pun tampak terparkir di depan Gedung PN Jakarta Pusat dan di sisi kiri dan kanan gedungnya pula.
(whb)
Berita Terkait
Komika Jadi Tersangka...
Komika Jadi Tersangka Penistaan Agama, Pengamat Ingatkan Bahayanya Pembelahan Masyarakat
Forum Umat Islam Sumsel...
Forum Umat Islam Sumsel Minta Pendeta Saifudin Ditangkap
Saefullah, Sekda DKI...
Saefullah, Sekda DKI 4 Gubernur dari Jokowi, Ahok, Djarot hingga Anies
Nicholas Sean Putra...
Nicholas Sean Putra Ahok Ogah Damai dengan Ayu Thalia
4 Gubernur Jakarta yang...
4 Gubernur Jakarta yang Dulunya Wagub dari Henk Ngantung hingga Djarot Saiful Hidayat
Tangis Lina Mukherjee...
Tangis Lina Mukherjee di Sidang Kasus Penistaan Agama
Berita Terkini
118 Mangrove Rusak di...
118 Mangrove Rusak di Riau, Kapolda: Tidak Ada Ruang bagi Pelaku
3 menit yang lalu
Penahanan Babe Aldo...
Penahanan Babe Aldo di Polda Kalsel, Pengacara Mencium Dugaan Ada Pesanan
12 menit yang lalu
Gempa Magnitudo 5,5...
Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Sarmi Papua Sore Ini
1 jam yang lalu
Bandung Jadi Tuan Rumah...
Bandung Jadi Tuan Rumah Perdana Erafone Run 2026, Targetkan 2.000 Peserta
1 jam yang lalu
Tokoh Masyarakat Merauke:...
Tokoh Masyarakat Merauke: PSN Wanam Harus Jamin Masa Depan Pendidikan Anak
1 jam yang lalu
Alokasikan Pokir untuk...
Alokasikan Pokir untuk Aspal Jalan, Effendi Alung Konsisten Kawal Infrastruktur Jambi
1 jam yang lalu
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved