Peserta Aksi 412 Mengaku Hanya Ikut-ikutan Saja
Minggu, 04 Desember 2016 - 17:17 WIB
Peserta Aksi 412 Mengaku Hanya Ikut-ikutan Saja
A
A
A
JAKARTA - Sejumlah peserta Aksi Kita Indonesia mengaku hanya ikut-ikutan saja ke Jakarta untuk mengikuti aksi tersebut. Salah seorang peserta pun tak menampik mendapatkan uang Rp200.000 untuk mengikuti acara yang juga disebut aksi 412.
Rahmad Aldi (40) pria asal Gunung Singgih, Lampung Tengah mengatakan, datang ke Jakarta bersama 3.000 orang lainnya dari Lampung Tengah. "Semuanya menjadi Garda Pemuda Nasdem. Kami disuruh ikut ini, saya juga ikut-ikutan saja karena semua teman saya ikut," ujarnya di Bundaran HI, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (4/12/2016).
Menurut Rahmad, disuruh salah satu petinggi partai untuk datang ke Jakarta dan berangkat dari Lampung pada Sabtu, 3 Desember 2016 kemarin. Rahmad bersama rombongan tiba di Jakarta pada Minggu, (4/12/2016) dinihari ini.
Saat sampai di Bundaran HI itu, lanjut Rahmad, hanya disuruh untuk hadir saja meramaikan acara tersebut."Enggak disuruh untuk melakukan pengamanan-pengamanan apabila terjadi hal yang anarkis dalam acara tersebut. Jadi ke sini datang saja, diberi pakaian Garda ini sambil bawa bendera-bendera. Saya lihat ini juga enggak berbau-bau sara kok, hanya tentang kebhinekaan saja," katanya.
Menurut Rahmad, usai acara ini langsung kembali ke Lampung."Saya kan ikut karena dijamin segala kebutuhan makan dan jajannya. Dikasih uang lelah Rp200.000 untuk jajan, makan dikasih malam, pagi, siang, sampai pulang," ucapnya.
Rahmad Aldi (40) pria asal Gunung Singgih, Lampung Tengah mengatakan, datang ke Jakarta bersama 3.000 orang lainnya dari Lampung Tengah. "Semuanya menjadi Garda Pemuda Nasdem. Kami disuruh ikut ini, saya juga ikut-ikutan saja karena semua teman saya ikut," ujarnya di Bundaran HI, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (4/12/2016).
Menurut Rahmad, disuruh salah satu petinggi partai untuk datang ke Jakarta dan berangkat dari Lampung pada Sabtu, 3 Desember 2016 kemarin. Rahmad bersama rombongan tiba di Jakarta pada Minggu, (4/12/2016) dinihari ini.
Saat sampai di Bundaran HI itu, lanjut Rahmad, hanya disuruh untuk hadir saja meramaikan acara tersebut."Enggak disuruh untuk melakukan pengamanan-pengamanan apabila terjadi hal yang anarkis dalam acara tersebut. Jadi ke sini datang saja, diberi pakaian Garda ini sambil bawa bendera-bendera. Saya lihat ini juga enggak berbau-bau sara kok, hanya tentang kebhinekaan saja," katanya.
Menurut Rahmad, usai acara ini langsung kembali ke Lampung."Saya kan ikut karena dijamin segala kebutuhan makan dan jajannya. Dikasih uang lelah Rp200.000 untuk jajan, makan dikasih malam, pagi, siang, sampai pulang," ucapnya.
(whb)