Pemkab Karawang Diminta Antisipasi Dampak Kenaikan UMK

Rabu, 23 November 2016 - 13:54 WIB
Pemkab Karawang Diminta...
Pemkab Karawang Diminta Antisipasi Dampak Kenaikan UMK
A A A
KARAWANG - Wakil Ketua DPRD Karawang Sri Rahayu Agustina mengaku prihatin dengan terjadinya PHK yang dilakukan perusahaan akibat dampak kenaikan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK). Pemkab Karawang diharapkan menjalin komunikasi yang lebih baik dengan pihak perusahaan untuk mengatasi dampak kenaikan UMK ini.

"Pemkab punya tanggung jawab moral untuk ikut mencari solusi bagi perusahaan yang kesulitan dengan kenaikan UMK ini." kata Sri Rahayu kepada KORAN SINDO, Rabu (23/11/2016).

Menurut Sri, rencana pengurangan ratusan karyawan oleh PT Besco harus menjadi sinyal bagi Pemkab Karawang meminimalisir dampak kenaikan UMK. Dia meyakini akan banyak lagi perusahaan dari sektor Tekstil, Sandang, dan Kulit (TSK) yang akan melakukan hal yang sama dengan PT Besco. Bahkan, dia mendengar kabar ada dua perusahaan yang akan pindah lokasi.

Sri juga mengaku khawatir akan ada lagi perusahaan yang pindah sehingga berdampak secara sosial di Karawang. Tingginya angka pengangguran akibat banyak pengurangan karyawan atau bahkan banyak perusahaan yang pindah, bisa mengganggu suasana kondusif di Karawang.

"Jadi saya minta pemerintah jangan diam saja, harus mencari jalan keluar bagi perusahaan agar tidak terjadi pengurangan karyawan secara besar-besaran, apalagi kalau sampai mereka pindah dari Karawang," katanya.

Menurut Sri, sebaiknya Pemkab Karawang membentuk tim khusus untuk mengatasi dampak kenaikan UMK. Tim ini nantinya yang akan menjalin komunikasi dengan perusahaan-perusahaan yang mengalami kesulitan untuk melaksanakan UMK yang baru.

Sebelumnya, General Manager PT Besco Asep Agustian mengatakan pihak perusahaan tidak memiliki solusi lain untuk menekan kenaikan biaya operasional akibat kenaikan UMK. Solusi yang tepat dan efektif adalah dengan melakukan pengurangan karyawan meski hal tersebut merupakan pilihan sulit bagi manajemen perusahaan.

"Saya tidak tahu persis berapa jumlah banyak karyawan akan dirumahkan karena kita masih melakukan hitung-hitungan. Tapi yang pasti jumlahnya mencapai ratusan karyawan dan tidak akan sampai seribu orang. Tapi kalau kondisinya tidak kondusif bisa saja bertambah," katanya kepada KORAN SINDO, Selasa (22/11/2016).

Menurut Asep Agustian, pemerintah jangan terlena dengan predikat Karawang sebagai daerah paling tinggi UMK-nya di Indonesia. Di satu sisi ini merupakan kabar baik buat kalangan buruh, namun di sisi lain iklim investasi akan terganggu.

Dampak kenaikan UMK ini sangat dirasakan oleh perusahaan yang bergerak di sektor TSK dan secara pasti mereka akan merespons hal ini. "Masih lebih baik kalau perusahaan melakukan pengurangan karyawan, nah kalau mereka pergi atau malah menutup usahanya gimana?" katanya.

Seperti diketahui, Gubernur Jawa Barat sudah menandatangani Keputusan Gubernur Nomor 561/Kep.1191-Bangsos/2016 tentang Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) di Jawa Barat tahun 2017.

UMK tertinggi adalah Karawang dengan Rp3.605.272, terendah adalah Pangandaran sebesar Rp1.433.901. Sedangkan Kota Bandung 2017 mencapai Rp2.843.662.
(zik)
Berita Terkait
Menaker Ungkap 3 Langkah...
Menaker Ungkap 3 Langkah Wujudkan Hasil Konferensi Perburuhan Dunia
Dapat Dukungan Nyapres,...
Dapat Dukungan Nyapres, Ganjar Ajak KSPSI Bahas Agenda Perburuhan
Kembali Potong Pajak...
Kembali Potong Pajak Impor, Inggris Kecualikan Pelanggar HAM dan Perburuhan
Jumhur Hidayat Janji...
Jumhur Hidayat Janji Peraturan Perburuhan Dirombak jika Anies-Muhaimin Menang Pilpres
KSPSI ATUC Kirim Delegasi...
KSPSI ATUC Kirim Delegasi ke Sidang Perburuhan Dunia ILC ke-114 di Jenewa
Berita Terkini
Hadiri Konsolidasi Nasional...
Hadiri Konsolidasi Nasional MBG, Ketum Garuda Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
8 menit yang lalu
Breaking News! Gempa...
Breaking News! Gempa M5,8 Guncang Bone Bolango Gorontalo
1 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Terlambat Imbas Kebakaran di Sekitar Rel
2 jam yang lalu
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
9 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
9 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
9 jam yang lalu
Infografis
Bersiap Perang, 450...
Bersiap Perang, 450 Juta Warga Uni Eropa Diminta Timbun Makanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved