Ini Sikap MUI Terkait Aksi 2 Desember

Selasa, 22 November 2016 - 15:40 WIB
Ini Sikap MUI Terkait...
Ini Sikap MUI Terkait Aksi 2 Desember
A A A
JAKARTA - Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (DP MUI) menggelar rapat untuk menyikapi aksi Bela Islam Jilid III yang akan dilakukan pada Jumat 2 Desember 2016. Ada enam poin yang disampaikan MUI terkait aksi tersebut.

Wasekjen DP MUI, Sholahudin Al-Ayubi menerangkan, pertama MUI mengimbau kepada masyarakat agar dalam ikhtiar memperjuangkan aspirasinya dilakukan dengan cara demokrasi, seperti lobi, perundingan, musyawarah dengan pengambil kebijakan, baik eksekutif, termasuk aparat keamanan dan penegak hukum.

Selain itu, lanjutnya, masyarakat bisa menyampaikan pernyataan pendapat melalui pers dan media komunikasi lainnya karena hal tersebut dinilai lebih efektif dan memberikan citra positif bagi pendidikan demokrasi di Indonesia. (Baca: Demo Lanjutan, GNPF MUI Serukan 2 Desember Turun ke Jalan)

"Kedua apabila terpaksa hendak melakukan demonstrasi, MUI menghimbau agar dilakukan dengan sopan, tertib, damai, akhlaqul karimah, serta mematuhi peraturan yang berlaku," kata Sholahudin di kantor MUI, Selasa (22/11/2016).

Sholahudin menambahkan jika terkait dengan rencana aksi unjuk rasa pada 2 Desember 2016 yang akan dilakukan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF MUI). Sehingga MUI menegaskan bahwa GNPF MUI bukanlah merupakan bagian dari DP MUI. "Ini tidak ada hubungan struktural formal apapun juga antara DP MUI dengan GNPF MUI," ujarnya.

Keempat, MUI meminta apabila terdapat kelompok masyarakat tetap melakukan aksi demo pada 2 Desember 2016, hal tersebut hendaknya dilakukan dengan tidak menggunakan atribut atau logo atau simbol-simbol MUI.

Kemudian, MUI juga mengingatkan peserta unjuk rasa agar tetap fokus pada tema penegakan hukum kasus penistaan agama serta tidak menyimpang untuk tujuan lainnya yang tidak sesuai dengan semangat menjaga kebhinnekaan dan keutuhan NKRI.

Terakhir, MUI mengimbau kepada pihak kepolisian dan aparat keamanan untuk mengedepankan sikap persuasif, dialogis, profesional, dan proporsional serta menghindari penggunaan kekerasan terhadap pengunjuk rasa.
(ysw)
Berita Terkait
Forum Umat Islam Sumsel...
Forum Umat Islam Sumsel Minta Pendeta Saifudin Ditangkap
Aksi Tolak Ajaran Ponpes...
Aksi Tolak Ajaran Ponpes Al Zaytun Meluas
Polisi Diminta Netral...
Polisi Diminta Netral Tangani Kasus Dugaan Penistaan Agama di Aceh
Tangis Lina Mukherjee...
Tangis Lina Mukherjee di Sidang Kasus Penistaan Agama
Kurang Perhatian, Warga...
Kurang Perhatian, Warga Cikarang Demo PT NT Indonesia
Bareskrim Dalami Dugaan...
Bareskrim Dalami Dugaan Penistaan Agama oleh Muhammad Kece
Berita Terkini
Insiden di Blok M, Kuasa...
Insiden di Blok M, Kuasa Hukum Selebgram MIA Beri Klarifikasi
11 menit yang lalu
Jadi Ruang Kolaborasi...
Jadi Ruang Kolaborasi Seniman, Menekraf Apresiasi ArtMoments Jakarta 2026
21 menit yang lalu
Mahasiswa hingga Dosen...
Mahasiswa hingga Dosen STIA Madinatul Ilmi Depok Ikuti Kegiatan Literasi Keuangan
31 menit yang lalu
World Chiz Day 2026,...
World Chiz Day 2026, Prochiz Sasar Lebih dari 1.000 Siswa SD di Tiga Kota
1 jam yang lalu
Keberhasilan Memanfaatkan...
Keberhasilan Memanfaatkan Bonus Demografi Bergantung pada Kualitas Generasi Muda
3 jam yang lalu
Warga Wanam Harap Pembangunan...
Warga Wanam Harap Pembangunan PSN di Papua Selatan Dilanjutkan
3 jam yang lalu
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved