Puluhan Perusahaan Dilaporkan Aktivis Terkait Kebakaran Hutan

Sabtu, 19 November 2016 - 10:50 WIB
Puluhan Perusahaan Dilaporkan...
Puluhan Perusahaan Dilaporkan Aktivis Terkait Kebakaran Hutan
A A A
PEKANBARU - Sejumlah organisasi lingkungan melaporkan sejumlah korporasi ke Polda Riau. Pihak korporasi yang jumlahnya puluhan itu diduga terlibat melakukan pembakaran lahan hutan dan lahan pada tahun 2014, 2015 dan 2016.

Puluhan korporasi yang dilaporkan pihak LSM merupakan perusahaan yang bergerak di perindustrian kelapa sawit dan Hutan Tanaman Industri (HTI).

"Ada 49 konsesi yang kita temukan disejumlah perusahaan HTI maupun industri kepala kelapa sawit yang terbakar," ucap Koordinator Eyes on the Forest (EoF), Okto Okto Yugo Setio, Jumat (18/11/2016).

Dia mengatakan bahwa yang melaporkan kasus perusahaan pembakar lahan itu adalah LSM dari Wahana Lingkungan Hidup (Walhi), Jikalahari (Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau) dan LSM asing, World Wide Fund for Nature (WWF).

Dalam kasus kebakaran di rentang waktu tiga tahun itu, pihak aktivis mengaku memiliki data di lapangan jika lahan itu diduga sengaja dibakar.

Para aktivis berpendapat, bahwa terbakarnya lahan tidak menimbulkan bagi perusahaan. Adanya aksi pembakaran memberikan keuntungan bagi perusahaan yakni tidak membutuhkan dana besar untuk membuka area.

"Para ahli berpendapat bahwa dengan adanya pembakaran perusahaan tidak perlu lagi membeli kapur yang diperlukan untuk meningkatkan PH gambut karena sudah digantikan oleh abu dan arang dari sisa pembakaran, jadi tanah jadi subur. Dengan aksi bakar perusahaan diuntungkan efesiensi dana Rp 60 juta perhektar," tukasnya.

Atas tudingan itu, pihak aktivis mendesak Polda Riau untuk mengusut tuntas dugaan pembakaran oleh pihak perusahaan itu.

Sejumlah perusahaan yang dilaporkan itu antara lain PT Sumatera Riang Lestari (SRL), PT Rimba Rokan Perkasa (RRP), PT Arara Abadi, PT Rimba Lazuardi, PT Suntara Gaja Pati (SGP), PT Siak Raya Timber (SRT),PT Bukit Raya Pelalawan (BRP), Dexter Timber Perkasa Indonesia (DTPI), Ruas Utama Jaya (RUJ), KUD Bina Jaya Langgam,PT Putri Lindung Bulan dan sejumlah perusahaan HTI lainnya.

Dari industri sawit yang dilaporkan antara lain PT Sinar Sawit Sejahtera (SSS), Setia Agrindo Lestari (SAL), PT Teso Indah, PT Langgam Inti Hibrindo (LIH), Raja Garuda Mas Sekati (RGMS), Riau Jaya Utama, PT Andika Permata Sawit Lestari (APSL) dan lainnya.
(nag)
Berita Terkait
Cegah Kebakaran Hutan...
Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan, Pemkab Muba Anggarkan Rp10 Miliar
Penyebab Pendakian Belum...
Penyebab Pendakian Belum Dibuka Meski Titik Api Gunung Arjuno-Welirang Sudah Padam
Provinsi Kanada Umumkan...
Provinsi Kanada Umumkan Keadaan Darurat Akibat Kebakaran Hutan, 24.000 Orang Dievakuasi
Kebakaran Hutan di Chile...
Kebakaran Hutan di Chile Tewaskan 40 Orang
Kebakaran California...
Kebakaran California Meluas, Muncul Titik Api Baru di West Hills
Antisipasi Karhutla,...
Antisipasi Karhutla, Polisi Intensifkan Patroli Hutan di Blora
Berita Terkini
15.080 Peserta Siap...
15.080 Peserta Siap Ikuti Riau Bhayangkara Run 2026
22 menit yang lalu
Parapuar 2026 Hadirkan...
Parapuar 2026 Hadirkan Senja, Budaya dan Musik di Labuan Bajo
2 jam yang lalu
Tragis! Wanita Tewas...
Tragis! Wanita Tewas usai Jatuh dari Lantai 27 Apartemen di Cempaka Putih
2 jam yang lalu
KORPRI Lebak Tantang...
KORPRI Lebak Tantang 1.700 Pelari di Ajang RUNK5BITUNG 2026
5 jam yang lalu
Momen Siswa SRMP 17...
Momen Siswa SRMP 17 Tabanan Curhat ke Prabowo
5 jam yang lalu
Tembus 16,46 Juta Pengguna,...
Tembus 16,46 Juta Pengguna, LinkUMKM BRI Sukses Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas
5 jam yang lalu
Infografis
2 Raksasa Perusahaan...
2 Raksasa Perusahaan Rokok Setop Beli Tembakau Temanggung
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved