73% Warga Yakin Ahok Menistakan Agama
Jum'at, 11 November 2016 - 11:24 WIB
73% Warga Yakin Ahok Menistakan Agama
A
A
A
JAKARTA - Kasus dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjadi perhatian luas publik Jakarta. Berdasarkan hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, 89% responden mengaku tahu kasus tersebut.
Dari angka itu, 73,20% responden menyatakan bahwa Ahok melakukan kesalahan. Hanya 10,5% responden yang menyatakan pernyataan Ahok ini bukan sebuah kesalahan sehingga tidak ada penistaan.
Keyakinan publik bahwa Ahok telah menistakan Alquran ini berpengaruh besar terhadap dukungan yang diberikan kepada calon gubernur petahana tersebut. Hasil survei terakhir menunjukkan, elektabilitas Ahok kini makin tergerus.
Tingkat keterpilihan Ahok yang berpasangan dengan Djarot Saiful Hidayat ini kini tersisa 24,6%. Meskipun masih unggul dibandingkan dua pasangan yang menjadi rivalnya, penurunan elektabilitas Ahok ini dinilai cukup tajam. Peneliti LSI Adrian Sopa mengatakan, hasil survei yang menunjukkan bahwa 73% masyarakat Jakarta yakin Ahok menistakan agama tergolong mengejutkan.
”Ini angka mayoritas mutlak, sebagian besar responden yakin Ahok memang melakukan penistaan dalam kasus Al-Maidah 51,” ujar Adrian Sopa ketika dihubungi Koran SINDO, Kamis 10 November 2016.
Tak kalah mengejutkan adalah keterkenalan kasus ini di mana 89% masyarakat Jakarta mengaku mengetahui. Hanya 10% responden yang mengaku tidak tahu. (Baca: Resmi, MUI Menyataka Ahok Lakukan Penistaan Agama)
Adrian mengatakan, kasus ini ternyata diketahui masyarakat secara masif. ”Tingkat keterkenalan kasus ini bahkan mengalahkan tingkat keterkenalan dua calon gubernur, yakni Agus dan Anies yang saat ini masih di bawah 80%,” ujar Adrian.
Selain itu, hal yang juga menarik adalah respons masyarakat atas permintaan maaf Ahok atas dugaan penistaan itu. Menurut survei LSI, 63% responden menyatakan kasus itu harus tetap dibawa ke jalur hukum dan tidak selesai dengan hanya permintaan maaf.
Menurut Adrian, LSI mengajukan pertanyaan tersebut dalam surveinya karena di tingkat elite suara terpecah, antara pihak yang menyatakan Ahok menistakan Alquran dengan pihak yang tidak.
”Meskipun secara hukum belum ada keputusan, publik ternyata sudah punya penilaian sendiri atas kasus ini,” kata dia.
Dari angka itu, 73,20% responden menyatakan bahwa Ahok melakukan kesalahan. Hanya 10,5% responden yang menyatakan pernyataan Ahok ini bukan sebuah kesalahan sehingga tidak ada penistaan.
Keyakinan publik bahwa Ahok telah menistakan Alquran ini berpengaruh besar terhadap dukungan yang diberikan kepada calon gubernur petahana tersebut. Hasil survei terakhir menunjukkan, elektabilitas Ahok kini makin tergerus.
Tingkat keterpilihan Ahok yang berpasangan dengan Djarot Saiful Hidayat ini kini tersisa 24,6%. Meskipun masih unggul dibandingkan dua pasangan yang menjadi rivalnya, penurunan elektabilitas Ahok ini dinilai cukup tajam. Peneliti LSI Adrian Sopa mengatakan, hasil survei yang menunjukkan bahwa 73% masyarakat Jakarta yakin Ahok menistakan agama tergolong mengejutkan.
”Ini angka mayoritas mutlak, sebagian besar responden yakin Ahok memang melakukan penistaan dalam kasus Al-Maidah 51,” ujar Adrian Sopa ketika dihubungi Koran SINDO, Kamis 10 November 2016.
Tak kalah mengejutkan adalah keterkenalan kasus ini di mana 89% masyarakat Jakarta mengaku mengetahui. Hanya 10% responden yang mengaku tidak tahu. (Baca: Resmi, MUI Menyataka Ahok Lakukan Penistaan Agama)
Adrian mengatakan, kasus ini ternyata diketahui masyarakat secara masif. ”Tingkat keterkenalan kasus ini bahkan mengalahkan tingkat keterkenalan dua calon gubernur, yakni Agus dan Anies yang saat ini masih di bawah 80%,” ujar Adrian.
Selain itu, hal yang juga menarik adalah respons masyarakat atas permintaan maaf Ahok atas dugaan penistaan itu. Menurut survei LSI, 63% responden menyatakan kasus itu harus tetap dibawa ke jalur hukum dan tidak selesai dengan hanya permintaan maaf.
Menurut Adrian, LSI mengajukan pertanyaan tersebut dalam surveinya karena di tingkat elite suara terpecah, antara pihak yang menyatakan Ahok menistakan Alquran dengan pihak yang tidak.
”Meskipun secara hukum belum ada keputusan, publik ternyata sudah punya penilaian sendiri atas kasus ini,” kata dia.
(ysw)