Cemari Udara dan Sumber Mata Air, Warga Minta TPSA Cibeureum Ditutup

Kamis, 03 November 2016 - 17:35 WIB
Cemari Udara dan Sumber...
Cemari Udara dan Sumber Mata Air, Warga Minta TPSA Cibeureum Ditutup
A A A
SUMEDANG - Warga Desa Cibeureum Wetan, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang meminta Pemkab Sumedang agar TPSA (Tempat Pembuangan Sampah Akhir) di wilayahnya ditutup. Alasannya, TPSA tersebut dinilai sudah over kapasitas dan dikhawatirkan akan mencemari sumber mata air di wilayah itu.

Warga setempat, Atep (38) mengatakan, TPSA satu-satunya di Kabupaten Sumedang tersebut saat ini sudah over kapasitas. Bahkan, saat ini, tumpukan sampah sudah mulai berserakan di depan pintu masuk TPSA.

"TPSA sudah over kapasitas, tumpukan sampah mulai berserakan di sekitar pintu masuk menuju TPSA. Lokasinya yang dekat dengan pemukiman warga membuat tumpukan sampah ini mencemari lingkungan dan cukup mengganggu kesehatan kami," ujarnya kepada KORAN SINDO (3/11/2016).

Warga, kata dia, khawatir bila tumpukan sampah yang menggunung di TPSA Cibeureum ini akan mengganggu sumber mata air yang ada di sekitar wilayah TPSA.

"Selain mulai mengganggu kesehatan kami akibat bau yang ditimbulkan tumpukan sampah di TPSA, kami khawatir akan mengancam sumber mata air kami yang ada di wilayah itu," tuturnya.

Sementara, Kepala Desa Cibeureum Wetan Cecep mengaku, pihaknya sudah menerima aspirasi warga yang meminta agar TPSA tersebut ditutup dan dipindahkan ke daerah lain.

"Aspirasi ini sudah lama disuarakan warga desa kami. Alasannya ya itu, kehadiran TPSA di wilayah kami ini sangat tidak memberikan manfaat yang baik bagi warga. Malah kehadirannya mengganggu kesehatan warga juga dikhawatirkan akan mencemari sumber mata air di desa kami. Karena memang jarak antara TPSA dengan sumber mata airnya sendiri cukup dekat," timpalnya.

Letak TPSA, lanjut dia, berada persis di atas sumber mata air yang biasa dimanfaatkan warga untuk kebutuhan sehari-hari. Sehingga warga khawatir TPSA dapat mencemari sumber mata air yang akan berdampak buruk pada kesehatan warga bila sumber mata airnya tercemar.

"Desa sudah menyampaikan keluhan ini ke instansi terkait di Pemkab Sumedang. Kami harapkan segera ada tindak lanjut. Minimal, kalaupun tidak bisa dipindahkan, kami berharap agar TPSA ditata dan dikelola secara baik, agar tidak berdampak buruk bagi kesehatan warga, juga tidak mengganggu aktivitas sehari-hari warga," tandasnya.
(sms)
Berita Terkait
Kritis Pencemaran Lingkungan
Kritis Pencemaran Lingkungan
Legislator Apresiasi...
Legislator Apresiasi Polda Riau Tindak Tegas Korporasi Perusak Lingkungan
Anggap Ganggu Kesehatan,...
Anggap Ganggu Kesehatan, Warga Minta Pabrik Aspal di Pana Berhenti Operasi
Fenomena Aneh, Aliran...
Fenomena Aneh, Aliran Sungai di Jembatan Tarikolot Sempat Berbusa seperti Awan
Kendalikan Pencemaran...
Kendalikan Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, MIND ID dan KLHK Bersinergi
Legislator Jabar: Konservasi...
Legislator Jabar: Konservasi Alam Mutlak Harus Dilakukan
Berita Terkini
Usai Jadi Tersangka,...
Usai Jadi Tersangka, Rumah Dinas Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Sepi Tanpa Aktivitas
47 menit yang lalu
Pekan Dekranasda Tangsel...
Pekan Dekranasda Tangsel 2026, Momentum Perkenalkan Produk Lokal UMKM
1 jam yang lalu
Komitmen Berkelanjutan,...
Komitmen Berkelanjutan, Tracon Industri Kolaborasi Tanam 500 Mangrove di Karawang
3 jam yang lalu
2 Pencuri Kabel Rp143...
2 Pencuri Kabel Rp143 Juta di Cikarang Selatan Ditangkap saat Beraksi
5 jam yang lalu
Jangan Lewatkan Bebas...
Jangan Lewatkan Bebas Denda Pajak Kendaraan, Gerai Samsat Hadir di PRJ
5 jam yang lalu
MUI Kecam Keras 27 Pelaku...
MUI Kecam Keras 27 Pelaku Rudapaksa Remaja di Madura: Hukuman Berat Harus Diberlakukan
5 jam yang lalu
Infografis
4 Tentara Wanita Israel...
4 Tentara Wanita Israel yang Dibebaskan Tersenyum dan Lambaikan Tangan ke Warga Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved