Siswa SD di Depok Ini Sudah Enam Kali Nyaris Diculik
Kamis, 03 November 2016 - 11:04 WIB
Siswa SD di Depok Ini Sudah Enam Kali Nyaris Diculik
A
A
A
DEPOK - Siswa kelas IV SDN Krukut 01 Depok, Limo RA bercerita sudah enam kali jadi korban penculikan anak saat pulang sekolah. Beruntung, RA masih bisa menyelamatkan diri dan sampai ke rumah dengan selamat.
Bocah berperawakan tinggi besar ini bercerita, percobaan penculikan dilakukan saat pulang sekolah. Pertama diikuti mobil putih, kedua mobil hijau keduanya mengajak mau diantar pulang.
Ketiga ada yang mencoba mengajak pulang bareng namun RA berdalih rumahnya di perumahan sebelah sekolahannya, dan RA mengadu pada satpam perumahan itu. Keempat, ada orang datang mengatakan disuruh ibunya menjemput RA dan mengaku namanya Zaki.
Kelima, di tarik orang tak dikenal menggunakan motor dijalan pulang sekolah, untungnya terhalang tas dan teriak minta tolong lalu dibantu tukang tambal ban. Terakhir percobaan penculikan dimasukkan dalam karung Sabtu pekan lalu.
"Enggak tahu kenapa saya terus. Saya sih bilang mama, makanya sempet dianter pulang. Kadang naik angkot. Tapi kalau ada yang nanya saya bilang rumah saya di perumahan sebelah sekolah," katanya, Kamis (3/11/2016).
RA sendiri mengaku memiliki beladiri silat. Setiap pekan berlatih silat bersama kakeknya. Namun, selalu mengingat ucapan kakeknya untuk tidak mempergunakan silatnya dihadapan teman-temannya. Hanya jika dalam posisi terjepit saja.
"Saya bisa silat, tapi mikir-mikir kalau situasi kaya gini boleh digunakan apa tidak ya. Akhirnya pas terakhir, saya tendang-tendang karungnya biar lepas ikatan talinya dan teriak," ceritanya polos.
Sementara itu Ella, Bibi RA membenarkan jika hari itu keluarga sibuk mencari RA. Karena sudah jelang Maghrib tidak pulang-pulang. RA sendiri tinggal di Jembatan Merah, hari itu RA sedang main kerumah neneknya.
"Maghrib pulang, mukanya pucet nangis enggak berhenti. Kita panik apalagi setelah dia cerita, keluarga langsung lemas," ujarnya. (Baca: Dimasukan ke Karung, Siswa SD di Depok Ini Nyaris Diculik)
Ella melanjutkan, pada hari yang sama ada seorang perempuan membawa kantong kresek hitam di depan rumahnya seperti memantau. Warga yang curiga langsung bertanya, namun langsung kabur. "Itu pas jam lima sore dia belum pulang. Warga sini curiga. Ditanya langsung kabur," jelasnya.
Ella sendiri langsung menghubungi orangtua RA. Karena melihat kondisi RA yang sangat ketakutan. Sampe sekarang pun masih mengalami trauma mendalam. "Betisnya biru, kakinya luka baret mungkin pas ngeluarin diri dari karung kena," pungkasnya.
Keluarga memang tidak melaporkan kasus ini ke polisi. Namun kelurga hanya lebih waspada saja terhadap anak-anak. Ella menceritakan keluarganya tidak ada masalah dengan siapapun. Ditanya apakah ini ada kaitannya dengan penculikan anak untuk dijual organnya pun Ella tidak mengetahui. "Saya nggak tahu kalau sampai kayak gitu (pencurian organ)," akunya.
Bocah berperawakan tinggi besar ini bercerita, percobaan penculikan dilakukan saat pulang sekolah. Pertama diikuti mobil putih, kedua mobil hijau keduanya mengajak mau diantar pulang.
Ketiga ada yang mencoba mengajak pulang bareng namun RA berdalih rumahnya di perumahan sebelah sekolahannya, dan RA mengadu pada satpam perumahan itu. Keempat, ada orang datang mengatakan disuruh ibunya menjemput RA dan mengaku namanya Zaki.
Kelima, di tarik orang tak dikenal menggunakan motor dijalan pulang sekolah, untungnya terhalang tas dan teriak minta tolong lalu dibantu tukang tambal ban. Terakhir percobaan penculikan dimasukkan dalam karung Sabtu pekan lalu.
"Enggak tahu kenapa saya terus. Saya sih bilang mama, makanya sempet dianter pulang. Kadang naik angkot. Tapi kalau ada yang nanya saya bilang rumah saya di perumahan sebelah sekolah," katanya, Kamis (3/11/2016).
RA sendiri mengaku memiliki beladiri silat. Setiap pekan berlatih silat bersama kakeknya. Namun, selalu mengingat ucapan kakeknya untuk tidak mempergunakan silatnya dihadapan teman-temannya. Hanya jika dalam posisi terjepit saja.
"Saya bisa silat, tapi mikir-mikir kalau situasi kaya gini boleh digunakan apa tidak ya. Akhirnya pas terakhir, saya tendang-tendang karungnya biar lepas ikatan talinya dan teriak," ceritanya polos.
Sementara itu Ella, Bibi RA membenarkan jika hari itu keluarga sibuk mencari RA. Karena sudah jelang Maghrib tidak pulang-pulang. RA sendiri tinggal di Jembatan Merah, hari itu RA sedang main kerumah neneknya.
"Maghrib pulang, mukanya pucet nangis enggak berhenti. Kita panik apalagi setelah dia cerita, keluarga langsung lemas," ujarnya. (Baca: Dimasukan ke Karung, Siswa SD di Depok Ini Nyaris Diculik)
Ella melanjutkan, pada hari yang sama ada seorang perempuan membawa kantong kresek hitam di depan rumahnya seperti memantau. Warga yang curiga langsung bertanya, namun langsung kabur. "Itu pas jam lima sore dia belum pulang. Warga sini curiga. Ditanya langsung kabur," jelasnya.
Ella sendiri langsung menghubungi orangtua RA. Karena melihat kondisi RA yang sangat ketakutan. Sampe sekarang pun masih mengalami trauma mendalam. "Betisnya biru, kakinya luka baret mungkin pas ngeluarin diri dari karung kena," pungkasnya.
Keluarga memang tidak melaporkan kasus ini ke polisi. Namun kelurga hanya lebih waspada saja terhadap anak-anak. Ella menceritakan keluarganya tidak ada masalah dengan siapapun. Ditanya apakah ini ada kaitannya dengan penculikan anak untuk dijual organnya pun Ella tidak mengetahui. "Saya nggak tahu kalau sampai kayak gitu (pencurian organ)," akunya.
(ysw)