Penanganan Banjir di Bandung Raya Tumpang Tindih

Selasa, 01 November 2016 - 15:47 WIB
Penanganan Banjir di...
Penanganan Banjir di Bandung Raya Tumpang Tindih
A A A
BANDUNG - Kebijakan penanganan banjir di kawasan Bandung Raya mendapat perhatian serius dari Pemprov Jawa Barat. Sebab selama ini penanganan banjir tumpang-tindih karena masing-masing pihak memiliki kebijakan, mulai dari pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota.

Pemprov Jawa Barat pun membentuk rencana aksi multipihak implementasi pekerjaan (RAMIP). Di dalamnya terdapat berbagai unsur mulai dari pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota.

"Ini kita akan bentuk RAMIP dengan skala prioritas jangka pendek ini apa yang bisa dikerjakan baik oleh pemerintah pusat, provisini, dan kabupaten/kota soal beberapa lokasi banjir yang sekarang ini terus-menerus terjadi," kata Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (1/11/2016).

Dengan adanya RAMIP, pementaan rencana, penanggulangan banjir, hingga beragam antisipasi bisa lebih terkoordinir. Sehingga diharapkan tidak ada lagi tumpang-tindih kebijakan.

"Tumpang-tindih ini karena enggak ada komunikasi baik dari pusat sampai daerah. Urusan negeri ini komunikasi problemnya," ujar Deddy.

Rencananya pada 10 November 2014, semua pihak yang terlibat dalam RAMIP akan berkumpul untuk merumuskan beragam persoalan terkait banjir, mulai dari banjir di Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, hingga Kabupaten Sumedang.

"Untuk jangka pendek ini (akan dibahas lebih lanjut) apa yang bisa dikerjakan satu-dua tahun ke depan sehingga fokus pada titik-titik tertentu di lokasi yang perlu ditangani lebih cepat. Waktu juga harus jelas agar penganggarannya tepat," jelasnya.

Selain itu, pembagian tugas juga akan lebih diperjelas. Sehingga mulai dari tingkat pemerintah pusat hingga daerah akan memiliki tugas masing-masing agar penanganan banjir bisa segera teratasi dan tidak terjadi lagi.

"Kita ingin apa yang kita kerjakan ini menyeluruh, terintegrasi, dan komprehensif," ucap Deddy.

Deddy menambahkan, pihaknya sudah menyiapkan anggaran cukup besar untuk penanganan banjir. Tapi ia belum tahu persis angka detail anggarannya. "Ada anggarannya triliunan," tandasnya.
(nag)
Berita Terkait
Presiden AS Joe Biden:...
Presiden AS Joe Biden: Jakarta Tenggelam 10 Tahun Mendatang
Hal yang Dilakukan Ketika...
Hal yang Dilakukan Ketika Terjadi Bencana Banjir Bandang
Sejumlah Wilayah di...
Sejumlah Wilayah di Bekasi Masih Tergenang Banjir
Simak! Ini 10 Langkah...
Simak! Ini 10 Langkah Penyelamatan Diri dari Bencana Banjir
Daftar Beberapa Ruas...
Daftar Beberapa Ruas Tol yang Tergenang Menurut Jasa Marga
Jakarta Diancam Banjir,...
Jakarta Diancam Banjir, Tiga Hal Ini Perlu Diantisipasi
Berita Terkini
Rooting for Future,...
Rooting for Future, PAMA Bersama UGM dan OIKN Penanaman Pohon Bersama
2 menit yang lalu
Kasus Penyelundupan...
Kasus Penyelundupan 796 Kg Sisik Trenggiling, WN Vietnam Diserahkan ke Kejari Cilegon
4 menit yang lalu
Pemprov Jakarta Gelar...
Pemprov Jakarta Gelar Atraksi Budaya Betawi di CFD Rasuna Said
4 menit yang lalu
Puluhan Keluarga di...
Puluhan Keluarga di HSS Miliki Kepastian Hukum atas Tanahnya lewat Reforma Agraria Badan Bank Tanah
17 menit yang lalu
Calon Ketum PBNU Gus...
Calon Ketum PBNU Gus Salam Sowan ke Rais Syuriyah dan Ketua PWNU Sulsel
40 menit yang lalu
Hari Lingkungan Hidup,...
Hari Lingkungan Hidup, Masyarakat Tangerang Pelajari Kelola Minyak Jelantah
3 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved