Situasi Jakarta 4 November Tergantung Jokowi

Minggu, 30 Oktober 2016 - 20:25 WIB
Situasi Jakarta 4 November...
Situasi Jakarta 4 November Tergantung Jokowi
A A A
PURWOKERTO - Gelombang aksi massa menuntut proses hukum terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau biasa disapa Ahok terkait kasus penistaan Alquran terus bergulir. Aksi massa yang semula hanya unjuk rasa bisa berkembang menjadi kekuatan people power karena penyelesaian kasus penistaan oleh Ahok di Pulau Seribu berlarut-larut.

Ketua Gerakan Nasional Pendukung Fatwa (GNPF) MUI Bachtiar Nasir mengatakan, aksi bela Alquran pada Jumat, 4 November mendatang tidak bisa dibendung lagi dan dipastikan massa dari daerah akan berdatangan ke Jakarta.

GNPF-MUI hanya berupaya menekan agar peserta aksi tetap berada dalam korodor hukum, tertib, damai, dan menghindari chaos. Dia menambahkan, jika massa tidak puas dengan jawaban dan kesungguhan aparat dalam penegakan hukum, bisa diprediksi banyak hal tidak diinginkan akan terjadi.

Maka itu, kata dia situasi di Jakarta sebenarnya sangat tergantung pada sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi). Bahkan, jika sejak awal Jokowi merespons aspirasi yang menuntut penegakan hukum dan keadilan atas penistaan Alquran, aksi bela Alquran tidak perlu digelar.

"Tetapi kalau sudah menyoal Alquran yang dinista, lihatlah energinya semakin bergelora. Situasi Jakarta bergantung pada Presiden. Seperti apa nanti situasi Jakarta, Presiden pasti sudah punya antipasi. Kami hanya menjalankan social control terhadap penegakan supremasi hukum dan keadilan," ujar Bachtiar di Purwokerto, Minggu (30/10/16).

Sekjen MIUMI Pusat ini menegaskan, jika massa berdatangan dan membentuk barisan people power, situasinya menjadi lain. Menurutnya, people power terjadi karena lembaga politik sekarang tidak kuat lagi. (Baca: Cemas, Masyarakat Tunggu Penjelasan Jokowi Soal Siaga I)

Bahkan, lanjut dia, lemahnya kontrol lembaga legislatif terhadap eksekutif dan yudikatif membuat massa bergerak sendiri. "Saya tidak punya tendensi apa-apa. Saya tidak punya kepentingan, hanya ingin perbaikan," tegasnya.
(kur)
Berita Terkait
Tangis Lina Mukherjee...
Tangis Lina Mukherjee di Sidang Kasus Penistaan Agama
Alasan Kesehatan, Selebgram...
Alasan Kesehatan, Selebgram Tersangka Penistaan Agama Lina Mukherjee Tidak Ditahan
Panji Gumilang Jalani...
Panji Gumilang Jalani Sidang Perdana Kasus Penistaan Agama
Aksi Tolak Ajaran Ponpes...
Aksi Tolak Ajaran Ponpes Al Zaytun Meluas
Panji Gumilang Jalani...
Panji Gumilang Jalani Pemeriksaan Lanjutan di Bareskrim Polri
Penyidikan Dugaan Penistaan...
Penyidikan Dugaan Penistaan Agama Jalan Ditempat, Jemaat IRC Ngadu ke Polda Sumut
Berita Terkini
3 Warga Tewas dan 20...
3 Warga Tewas dan 20 Rumah Rusak Akibat Konflik di Flores Timur, Kemensos Turun Tangan
32 menit yang lalu
Peringatan BMKG: Gelombang...
Peringatan BMKG: Gelombang Tinggi Hantam Sejumlah Perairan Indonesia 20-23 Juli 2026, Ini Daftar Wilayahnya
54 menit yang lalu
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Semburkan Abu Vulkanik 1.600 Meter
2 jam yang lalu
Kabar Duka, Ketua DPRD...
Kabar Duka, Ketua DPRD Kota Tangerang Rusdi Meninggal Dunia
2 jam yang lalu
Hujan Deras Guyur Bogor...
Hujan Deras Guyur Bogor saat Kemarau, BMKG: Dipicu Gangguan Atmosfer Regional
3 jam yang lalu
Rano Karno Jagokan Spanyol...
Rano Karno Jagokan Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Prediksi Unggul Tipis dari Argentina
10 jam yang lalu
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved