Rakyat Rindu Jiwa Patriot dalam Pengelolaan Negara

Sabtu, 22 Oktober 2016 - 10:34 WIB
Rakyat Rindu Jiwa Patriot...
Rakyat Rindu Jiwa Patriot dalam Pengelolaan Negara
A A A
JOMBANG - Peringatan Hari Santri Nasional setiap tanggal 22 Oktober 2016 digelar dengan berbagai cara di berbagai daerah.

Mulai dari menggelar futsal yang pemainnya mengenakan sarung, melukis logo Nahdlatul Ulama, menggelar seminar dan diskusi, karnaval budaya, kirab Resolusi Jihad NU, pembacaan salawat Nariyah, sampai apel akbar. Hari Santri Nasional diperingati oleh warga NU dan masyarakat Indonesia.

Ketua PBNU Robikin Emhas mengatakan, memperingati Hari Santri Nasional berarti menggelorakan kembali Resolusi Jihad NU 1945.

Menurut dia, Resolusi Jihad mampu menjadi penabuh genderang perang yang dahsyat untuk mengusir penjajah pada saat kemedekaan.

Ini mengindikasikan rakyat Indonesia saat ini khususnya NU, kata Robikin, merindukan patriotisme dalam pengelolaan negara.

"Dahulu patriot mengusir penjajah, sekarang patriot pengelolaan ekonomi berdaulat, antikorupsi, dan antiradikalimse," kata Robikin dalam siaran pers yang diterima Sindonews, Sabtu (22/10/2016).

Dia mengungkapkan saat ini masyarakat bosan mendengar korupsi terjadi di mana-mana. Masyarakat lelah dengan ekonomi yang sulit dan tidak berdaulat di hadapan negara besar.

Begitu juga di bidang lain, seperti bidang energi, keuangan, sampai politik. Juga narkoba masuk ke desa-desa. "Rasio gini atau alat ukur seberapa jauh disparitas antara yang miskin dan yang kaya kini mengindikasikan angka pada tingkat yang mengkhawatirkan. Rakyat ingin keluar dari keadaan ini," tuturnya.

Kondisi tersebut, kata dia, ditangkap NU dengan menggelorakan semangat Resolusi Jihad NU. "Sekarang harus diwujudkan dengan patriot penegakakan keadilan dan pemerataan ekonomi dan pembangunan," ujarnya.

Daya tarik lain, lanjut dia, adalah pembacaan 1 miliar salawat Nariyah secara serentak Jumat 21 Oktober 2016 dari Aceh sampai Papua, dan di luar negeri di bawah koordinasi Pengurus Cabang Istimewa Nahdalatul Ulama di masing-masing negara.

"Salawat Nariyah adalah jiwanya peringatan Hari Santri. Selain ekspresi cinta kepada Nabi dan Allah, di situ ada doa pengharapan. Ini raga ketemu rohnya. Itulah yang membuat semangat warga NU menjadi bergelora," tuturnya.

Puncak peringatan Hari Santri adalah Apel Santri di Monumen Nasional yang pagi ini (22/10/2016) berlangsung. Tidak kurang 55 ribu santri ikut apel. "Selamat Hari Santri dan jayalah Indonesia," ujar Robikin.
(dam)
Berita Terkait
Santri Innofest Jadi...
Santri Innofest Jadi Pamungkas Perayaan Hari Santri Nasional
5 Contoh Sambutan Hari...
5 Contoh Sambutan Hari Santri Nasional 2024, Bisa Dijadikan Referensi
Ngonthel Ala Santri...
Ngonthel Ala Santri di Madiun
Peringati Hari Santri...
Peringati Hari Santri Nasional, Ribuan Santri di Jombang Ikuti Upacara Pengibaran Bendera
Makna Logo Hari Santri...
Makna Logo Hari Santri 2024
Sejarah Hari Santri:...
Sejarah Hari Santri: Dari Resolusi Jihad hingga Penetapan 22 Oktober sebagai Hari Bersejarah
Berita Terkini
Bantu Aktivitas Ekonomi...
Bantu Aktivitas Ekonomi Nelayan, Wilmar Serahkan Peralatan Tangkap Ikan
9 menit yang lalu
Beredar Video Utuh UIN...
Beredar Video Utuh UIN Jakarta Visit ke Triguna dan SDIP, Kuasa Hukum: Meluruskan Informasi
1 jam yang lalu
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, 27-28 Juni Gratis Naik Transum, Bebas Masuk Ancol dan Ragunan
5 jam yang lalu
Perindo Sulut Rampungkan...
Perindo Sulut Rampungkan Struktur Kecamatan, Bidik 3 Kursi DPRD
6 jam yang lalu
Pramono Perintahkan...
Pramono Perintahkan Investigasi Kasus Pemotongan Kabel Lift JPO Lenteng Agung
7 jam yang lalu
DPRD Klungkung Perkuat...
DPRD Klungkung Perkuat Pengawasan, Pastikan WTP Berdampak Nyata bagi Masyarakat
8 jam yang lalu
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved