Lebih dari 15 Jam, Pria Ini Bertahan di Atas Sutet Pasar Senen

Lebih dari 15 Jam, Pria Ini Bertahan di Atas Sutet Pasar Senen
A
A
A
JAKARTA - Agustinus Woruwuli yang menuntut keadilan terkait kasus tabrak lari di Ngada, NTT, hingga kini masih bertengger di Sutet depan Pasar Senen, Jakarta Pusat. Aksi Agustinus ini sudah dilakukan selama lebih dari 15 jam.
Agustinus Woruwuli memanjat tiang sutet sejak Selasa, (27/9/2016) pukul 05.30 WIB pagi tadi. Pantauan Sindonews, Agus terus bertahan tanpa adanya perlengkapan keselamatan.
Sesekali Agus berteriak meminta keadilan kepada aparat yang diduga melakukan tabrak lari terhadap salah seorang anggota keluarganya. Hal itu nampak dari bendera merah putih ukuran besar yang dibubuhkan dengan tulisan "HUKUM OKNUM DANDIM NGADA SENGAJA BUNUH ANAK YATIM".
Beberapa aparat kepolisian dan Basarnas memantau Agus dari kejauhan. Aksi nekat pria berumur 48 tahun ini bukan pertama kali, namun sering melakukan aksi protes terhadap oknum TNI yang diduga menabrak keponakannya hingga tewas di Kabupaten Ngada, NTT dengan memanjat sejumlah tower, di antaranya di Bali, dan Sidoarjo, Jawa Timur.
Sementara itu, menurut saksi bernama Imran pedagang buah di sekitar lokasi menyatakan, Agustinus ketika memanjat membawa perbekalan makanan. "Sudah siap dia, bawa minum sama makanan sebelum manjat tiang sutet. Bawa tas gede kok," tutur Imran di lokasi, Selasa (27/9/2016).
Imran yang mengetahui bahwa Agustinus pernah melakukan hal yang sama pada 2013 lalu."Dulu kan dia juga pernah panjat Sutet di Gatot Subroto. Ada yang mengantar makanan ke dia, tapi menganterinya malam hari," ucap Imran.(Baca: Bujuk Pria Pemanjat Sutet, Petugas Basarnas Disiram Bensin)
Agustinus Woruwuli memanjat tiang sutet sejak Selasa, (27/9/2016) pukul 05.30 WIB pagi tadi. Pantauan Sindonews, Agus terus bertahan tanpa adanya perlengkapan keselamatan.
Sesekali Agus berteriak meminta keadilan kepada aparat yang diduga melakukan tabrak lari terhadap salah seorang anggota keluarganya. Hal itu nampak dari bendera merah putih ukuran besar yang dibubuhkan dengan tulisan "HUKUM OKNUM DANDIM NGADA SENGAJA BUNUH ANAK YATIM".
Beberapa aparat kepolisian dan Basarnas memantau Agus dari kejauhan. Aksi nekat pria berumur 48 tahun ini bukan pertama kali, namun sering melakukan aksi protes terhadap oknum TNI yang diduga menabrak keponakannya hingga tewas di Kabupaten Ngada, NTT dengan memanjat sejumlah tower, di antaranya di Bali, dan Sidoarjo, Jawa Timur.
Sementara itu, menurut saksi bernama Imran pedagang buah di sekitar lokasi menyatakan, Agustinus ketika memanjat membawa perbekalan makanan. "Sudah siap dia, bawa minum sama makanan sebelum manjat tiang sutet. Bawa tas gede kok," tutur Imran di lokasi, Selasa (27/9/2016).
Imran yang mengetahui bahwa Agustinus pernah melakukan hal yang sama pada 2013 lalu."Dulu kan dia juga pernah panjat Sutet di Gatot Subroto. Ada yang mengantar makanan ke dia, tapi menganterinya malam hari," ucap Imran.(Baca: Bujuk Pria Pemanjat Sutet, Petugas Basarnas Disiram Bensin)
(whb)