Hasilkan Risalah Istiqlal, Ulama Doakan DKI Punya Pemimpin Baru
Minggu, 18 September 2016 - 17:42 WIB
Hasilkan Risalah Istiqlal, Ulama Doakan DKI Punya Pemimpin Baru
A
A
A
JAKARTA - Acara pertemuan ulama dan tokoh yang digagas oleh Aliansi Peduli Ummat di Masjid Istiqlal adalah kegiatan gabungan dalam Majelis Ormas Islam (MOI) dan Masyarakat Pelayan Jakarta (MPJ). Acara yang dihadiri oleh ulama dan tokoh nasional itu juga menelurkan Risalah Istiqlal.
Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) KH Bachtiar Nasir menegaskan, tidak ada politik praktis di masjid. Pertemuan ini hanya sekadar berbicara tentang partai atau menyerukan memilih kandidat tertentu. Tetapi, berbicara mengenai dakwah siyasah syar'iyyah, menjadi tugas para tokoh untuk menyampaikannya kepada ummat Islam.
"Yang datang di Istiqlal dari kiyai hingga anak-anak dati panti asuhan. Kenapa? Karena tokohnya mau bersatu. Kami sudah lobi, tidak ada lagi kelompok muslim yang golput," kata Bachtiar di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Minggu (18/9/2016).
Sementara itu, KH Didin Hafiduddin mengatakan, negara ini merdeka karena dipimpin para ulama, kiyai, dai, dan tokoh Islam. Sekarang bangsa ini dilanda masalah besar. Mari menyatukan ummat agar memilih pemimpin yang benar.
"Kami doakan DKI dipimpin pemimpin baru. Pemimpin yang cinta umat. Bukan pemimpin kasar, arogan, suka menggusur rakyat. Di masjid ini kami berdoa. Semoga Allah Taala memberikan kita pemimpin yang terbaik. Berikan kami pemimpin yang tidak kasar dan arogan. Siapa pemimpin terbaik? Yaitu orang yang beriman," katanya.
Di tempat yang sama, Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nur Wahid mengatakan, dari masjidlah sebuah peradaban dibangun. Dari masjid harus lahir pemimpin Muslim.
"Masjid Istiqlal artinya masjid yang menghadirkan kemerdekaan. Adalah masjid yang membela kaum lemah, menghadirkan kesejahteraan," katanya.
Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) M Amien Rais menyerukan, agar umat Islam tak termakan isu yang tidak benar di media sosial. Ia berharap, umat muslim melawan balik lewat cara yang elegan yaitu kemenangan diajang Pilgub DKI.
"Pilkada jangan sampai kalah oleh suara di media sosial yang sering di-blow up. Padahal mereka punya segala macam cara melawan kita, tunjukkan kita juga punya banyak cara melawan balik," katanya.
Hadir puluhan ulama dan tokoh ormas seperti KH Didin Hafiduddin, Hidayat Nur Wahid, Amien Rais, KH Bachtiar Nasir, Habib Rizieq, Ustadz Zaitun Rasmin, dan Ustadz Fadlan Garamatan.
Kemudian, hadir juga salah seorang cagub DKI Yusril Ihza Mahendra. Selain itu, KH Abdul Rasyid, Ustadz Alkhattat, Ustadz Haikal Hasan, dan lainnya.
Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) KH Bachtiar Nasir menegaskan, tidak ada politik praktis di masjid. Pertemuan ini hanya sekadar berbicara tentang partai atau menyerukan memilih kandidat tertentu. Tetapi, berbicara mengenai dakwah siyasah syar'iyyah, menjadi tugas para tokoh untuk menyampaikannya kepada ummat Islam.
"Yang datang di Istiqlal dari kiyai hingga anak-anak dati panti asuhan. Kenapa? Karena tokohnya mau bersatu. Kami sudah lobi, tidak ada lagi kelompok muslim yang golput," kata Bachtiar di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Minggu (18/9/2016).
Sementara itu, KH Didin Hafiduddin mengatakan, negara ini merdeka karena dipimpin para ulama, kiyai, dai, dan tokoh Islam. Sekarang bangsa ini dilanda masalah besar. Mari menyatukan ummat agar memilih pemimpin yang benar.
"Kami doakan DKI dipimpin pemimpin baru. Pemimpin yang cinta umat. Bukan pemimpin kasar, arogan, suka menggusur rakyat. Di masjid ini kami berdoa. Semoga Allah Taala memberikan kita pemimpin yang terbaik. Berikan kami pemimpin yang tidak kasar dan arogan. Siapa pemimpin terbaik? Yaitu orang yang beriman," katanya.
Di tempat yang sama, Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nur Wahid mengatakan, dari masjidlah sebuah peradaban dibangun. Dari masjid harus lahir pemimpin Muslim.
"Masjid Istiqlal artinya masjid yang menghadirkan kemerdekaan. Adalah masjid yang membela kaum lemah, menghadirkan kesejahteraan," katanya.
Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) M Amien Rais menyerukan, agar umat Islam tak termakan isu yang tidak benar di media sosial. Ia berharap, umat muslim melawan balik lewat cara yang elegan yaitu kemenangan diajang Pilgub DKI.
"Pilkada jangan sampai kalah oleh suara di media sosial yang sering di-blow up. Padahal mereka punya segala macam cara melawan kita, tunjukkan kita juga punya banyak cara melawan balik," katanya.
Hadir puluhan ulama dan tokoh ormas seperti KH Didin Hafiduddin, Hidayat Nur Wahid, Amien Rais, KH Bachtiar Nasir, Habib Rizieq, Ustadz Zaitun Rasmin, dan Ustadz Fadlan Garamatan.
Kemudian, hadir juga salah seorang cagub DKI Yusril Ihza Mahendra. Selain itu, KH Abdul Rasyid, Ustadz Alkhattat, Ustadz Haikal Hasan, dan lainnya.
(mhd)