3 Kecamatan di Ciamis Dilanda Banjir, Ratusan Rumah Terendam
Sabtu, 17 September 2016 - 17:52 WIB
3 Kecamatan di Ciamis Dilanda Banjir, Ratusan Rumah Terendam
A
A
A
CIAMIS - Hujan deras yang mengguyur sejak Jumat malam 16 September hingga Sabtu dini hari (17/9/2016) menyebabkan tiga kecamatan di Kabupaten Ciamis terendam banjir. Musibah banjir disebabkan Sungai Citalahab di Pamarican, Sungai Cikaso dan Sungai Ciputrahaji di Banjarsari dan Banjaranyar meluap.
Akibatnya ratusan rumah warga di beberapa desa di Kecamatan Banjarsari, Kecamatan Banjaranyar dan Kecamatan Pamarican seperti Desa Bangunsari dan Desa Sukahurip terendam banjir dengan ketinggian antara 50 centimeter sampai 1 meter.
Anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Ciamis Ade Deni menuturkan derasnya hujan terus-menerus menyebabkan beberapa sungai meluap, air mulai masuk ke pemukimam warga dan jalan raya sejak pukul 03.00 WIB. banjir juga menggenangi puluhan hektare sawah milik warga.
“Beberapa wilayah seperti Banjarsari dan Banjaranyar air mulai surut, namun untuk Kecamatan Pamarican air masih menggenangi pemukiman warga. Sebagian daerah sudah surut jadi warga mulai membersihkan lumpur. Di Pamarican kami tim SAR gabungan mencoba mengvakuasi warga yang sakit untuk ditempatkan di dataran tinggi,” ungkapnya Sabtu (17/9/2016).
Menurutnya, sampai saat ini pihaknya dengan BPBD Ciamis masih melakukan pendataan terkait jumlah ratusan rumah yang terkena banjir berikut menghitung kerugiannya.
Namun beruntung kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa. Warga diminta tetap siaga karena dikhawatirkan banjir akan terjadi karena curah hujan diprediksi masih tinggi.
“Bukan hanya banjir saja, di Kecamatan Cikoneng tepatnya di Desa Nasol juga terjadi bencana longsor dan mengancam sedikitnya empat rumah warga. Memang dengan cuaca ekstrim sekarang ini sering terjadi bencana, untuk itu masyarakat diminta untuk waspada dan siaga karena bencana bisa terjadi kapan saja,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Banjarsari Ropik Hiekmayana menuturkan, akibat meluapnya Sungai Cikaso sedikitnya 300 rumah yang berada di Dusun Sukamaju terendam banjir. Ketinggian air mencapai 1 meter lebih.
“Ada sebanyak 300 rumah terendam, banjir terjadi mulai dini hari. Untuk bantuan sementara kami dari pemerintahan desa secara langsung memberikan bantuan berupa mi instan kepada warga dan menginstruksikan untuk mengevakuasi ke tempat aman sampai air surut,” ucapnya.
Selain merendam ratusah rumah warga, Banjir juga mengakibatkan jembatan gantung penghubung antar Desa di Dusun Pamarican, Desa Pamarican terputus.
Kepala Dusun Pamarican Asep Zaenal mengatakan jembatan gantung putus karena terseret kayu besar yang hanyut di Sungai Citalahab.
Jembatan tersebut merupakan jalur alternatif warga menuju Pasar Pamarican. Juga sering digunakan anak-anak sekolah untuk pergi ke sekolah.
Akibatnya ratusan rumah warga di beberapa desa di Kecamatan Banjarsari, Kecamatan Banjaranyar dan Kecamatan Pamarican seperti Desa Bangunsari dan Desa Sukahurip terendam banjir dengan ketinggian antara 50 centimeter sampai 1 meter.
Anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Ciamis Ade Deni menuturkan derasnya hujan terus-menerus menyebabkan beberapa sungai meluap, air mulai masuk ke pemukimam warga dan jalan raya sejak pukul 03.00 WIB. banjir juga menggenangi puluhan hektare sawah milik warga.
“Beberapa wilayah seperti Banjarsari dan Banjaranyar air mulai surut, namun untuk Kecamatan Pamarican air masih menggenangi pemukiman warga. Sebagian daerah sudah surut jadi warga mulai membersihkan lumpur. Di Pamarican kami tim SAR gabungan mencoba mengvakuasi warga yang sakit untuk ditempatkan di dataran tinggi,” ungkapnya Sabtu (17/9/2016).
Menurutnya, sampai saat ini pihaknya dengan BPBD Ciamis masih melakukan pendataan terkait jumlah ratusan rumah yang terkena banjir berikut menghitung kerugiannya.
Namun beruntung kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa. Warga diminta tetap siaga karena dikhawatirkan banjir akan terjadi karena curah hujan diprediksi masih tinggi.
“Bukan hanya banjir saja, di Kecamatan Cikoneng tepatnya di Desa Nasol juga terjadi bencana longsor dan mengancam sedikitnya empat rumah warga. Memang dengan cuaca ekstrim sekarang ini sering terjadi bencana, untuk itu masyarakat diminta untuk waspada dan siaga karena bencana bisa terjadi kapan saja,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Banjarsari Ropik Hiekmayana menuturkan, akibat meluapnya Sungai Cikaso sedikitnya 300 rumah yang berada di Dusun Sukamaju terendam banjir. Ketinggian air mencapai 1 meter lebih.
“Ada sebanyak 300 rumah terendam, banjir terjadi mulai dini hari. Untuk bantuan sementara kami dari pemerintahan desa secara langsung memberikan bantuan berupa mi instan kepada warga dan menginstruksikan untuk mengevakuasi ke tempat aman sampai air surut,” ucapnya.
Selain merendam ratusah rumah warga, Banjir juga mengakibatkan jembatan gantung penghubung antar Desa di Dusun Pamarican, Desa Pamarican terputus.
Kepala Dusun Pamarican Asep Zaenal mengatakan jembatan gantung putus karena terseret kayu besar yang hanyut di Sungai Citalahab.
Jembatan tersebut merupakan jalur alternatif warga menuju Pasar Pamarican. Juga sering digunakan anak-anak sekolah untuk pergi ke sekolah.
(sms)