Ini Alasan PDIP Tidak Usung Ahok di Pilgub DKI
Jum'at, 16 September 2016 - 01:13 WIB
Ini Alasan PDIP Tidak Usung Ahok di Pilgub DKI
A
A
A
JAKARTA - PDI Perjuangan nampaknya benar-benar mendengarkan suara warga Jakarta dalam menentukan calon gubernur DKI Jakarta. PDIP sendiri akan berpatokan pada hasil survei internal dalam menentukan cagub DKI.
Anggota DPR RI Komisi III Fraksi PDI Perjuangan, Masinton Pasaribu mengatakan pengumuman calon yang akan diusung akan dilakukan berbareng saat pendaftaran calon, yakni 21-23 September mendatang.
Terpenting, syarat menang figur calon harus menyatu dengan partai. Sebab, apabila tidak, mesin partai sangat berpengaruh.
Terlebih hasil survei internal PDI Perjuangan terbaru sama seperti apa yang dikatakan mantan Ketua pelaksana Tugas (PLT) Bambang DH. Dimana, 80 persen tidak menyukai petahana dengan gaya kepemimpinannya yang tidak berpihak terhadap wong cilik.
"Popularitas calon iya jadi pertimbangan juga. Tapi kami memadukan popularitas atau figur dengan mesin organisasi, sebagai mesin politik," katanya.
"Disitulah kami uji kedekatan rakyat. Syarat menang figur calon harus menyatu dengan partai. Kalau tidak, kalah seperti yang sudah-sudah. Kami tidak pernah membajak Ahok jadi kader," tegasnya.
Anggota DPR RI Komisi III Fraksi PDI Perjuangan, Masinton Pasaribu mengatakan pengumuman calon yang akan diusung akan dilakukan berbareng saat pendaftaran calon, yakni 21-23 September mendatang.
Terpenting, syarat menang figur calon harus menyatu dengan partai. Sebab, apabila tidak, mesin partai sangat berpengaruh.
Terlebih hasil survei internal PDI Perjuangan terbaru sama seperti apa yang dikatakan mantan Ketua pelaksana Tugas (PLT) Bambang DH. Dimana, 80 persen tidak menyukai petahana dengan gaya kepemimpinannya yang tidak berpihak terhadap wong cilik.
"Popularitas calon iya jadi pertimbangan juga. Tapi kami memadukan popularitas atau figur dengan mesin organisasi, sebagai mesin politik," katanya.
"Disitulah kami uji kedekatan rakyat. Syarat menang figur calon harus menyatu dengan partai. Kalau tidak, kalah seperti yang sudah-sudah. Kami tidak pernah membajak Ahok jadi kader," tegasnya.
(ysw)