Khawatir Telat, Anggota DPR Ini Pilih Naik Commuter Line
Kamis, 15 September 2016 - 14:44 WIB
Khawatir Telat, Anggota DPR Ini Pilih Naik Commuter Line
A
A
A
JAKARTA - Anggota Komisi II DPR Achmad Baidowi memilih menggunakan angkutan umum KRL Commuter Line untuk berangkat kerja ke Gedung MPR/DPR. Politikus PPP ini memilih KRL karena menghindari kemacetan.
Ditemui di KRL Commuter Line Serpong-Tanah Abang, Baidowi mengatakan, sengaja naik KRL dari Stasiun Sudimara untuk ke Gedung DPR, Senayan, Jakarta, dengan pertimbangan untuk menghindari macet."Saya ada rapat pleno Fraksi PPP mendengarkan arahan Ketum PPP dan juga rapat Komisi II. Saya harus naik KRL karena berangkatnya agak siang tadi," kata Baidowi kepada Sindonews, Kamis (15/9/2016).
Baidowi menuturkan, berangkat agak siang dari rumahnya di Ciputat karena baru saja datang dari Madura, Jawa Timur. "Alhamdulillah naik kereta hanya 20 menit sampai kantor," ucap Baidwoi sesampainya di Stasiun Palmerah.
Menurut Baidowi, naik KRL ini merupakan nostalgia yang merupakan kebiasaan sebelum menjadi anggota DPR. Saat masih menjadi wartawan di Koran SINDO maupun menjadi tenaga ahli DPR sering naik KRL.
"KRL transportasi massal pilihan ideal untuk mengatasi kemacetan Ibu Kota. Namun, sayang kondisi transportasi massal ini masih belum memadai dan belum nyaman seperti kota metropolitan di negara lain," ucapnya.
Ditemui di KRL Commuter Line Serpong-Tanah Abang, Baidowi mengatakan, sengaja naik KRL dari Stasiun Sudimara untuk ke Gedung DPR, Senayan, Jakarta, dengan pertimbangan untuk menghindari macet."Saya ada rapat pleno Fraksi PPP mendengarkan arahan Ketum PPP dan juga rapat Komisi II. Saya harus naik KRL karena berangkatnya agak siang tadi," kata Baidowi kepada Sindonews, Kamis (15/9/2016).
Baidowi menuturkan, berangkat agak siang dari rumahnya di Ciputat karena baru saja datang dari Madura, Jawa Timur. "Alhamdulillah naik kereta hanya 20 menit sampai kantor," ucap Baidwoi sesampainya di Stasiun Palmerah.
Menurut Baidowi, naik KRL ini merupakan nostalgia yang merupakan kebiasaan sebelum menjadi anggota DPR. Saat masih menjadi wartawan di Koran SINDO maupun menjadi tenaga ahli DPR sering naik KRL.
"KRL transportasi massal pilihan ideal untuk mengatasi kemacetan Ibu Kota. Namun, sayang kondisi transportasi massal ini masih belum memadai dan belum nyaman seperti kota metropolitan di negara lain," ucapnya.
(whb)