Tak Ada Pembanding, Saksi Ragukan Hasil Pemeriksaan Puslabfor Polri
Kamis, 15 September 2016 - 00:31 WIB
Tak Ada Pembanding, Saksi Ragukan Hasil Pemeriksaan Puslabfor Polri
A
A
A
JAKARTA - Ahli toksikolog Budiawan mengatakan, pemeriksaan barang bukti dalam kasus kematian Wayan Mirna Salihin yang dilakukan Puslabfor Polri belum tentu valid. Pasalnya, tidak ada hasil uji laboratorium pembanding yang dilakukan.
"Harus ada comparative lab supaya obyektif. Di mana pun, yang seperti ini tidak hanya satu lab, harus ada pembanding," ujar Budiawan saat memberikan kesaksian di PN Jakarta Pusat, Rabu 14 September 2016.
Budiawan melanjutkan, prosedur pengujian laboratorium dalam kasus kematian Mirna ini tidak lazim. Pengujian seharusnya tidak hanya dilakukan di satu laboratorium.
"Butuh reference standard untuk menguji validasi metode, yaitu keyakinan kami terhadap metode yang kami gunakan, benar atau tidak. Itu ada prosedurnya, Yang Mulia," tambahnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, ditemukan 7.400 mg per liter sianida dalam kopi di gelas (barang bukti 1) dan 7.900 mg per liter sianida dalam kopi di botol (barang bukti 2).
"Saya tidak dalam pengertian men-judgement. Dikatakan 7.400 atau 7.900 terlarutkan dalam air panas itu akan menghasilkan gas. Yang di sekitar akan terpapar. Itu yang saya ragukan dalam konteks itu," katanya. (Baca: Gelgel Pastikan 7.500 mg Sianida Tidak Menyebabkan Orang Teler)
"Harus ada comparative lab supaya obyektif. Di mana pun, yang seperti ini tidak hanya satu lab, harus ada pembanding," ujar Budiawan saat memberikan kesaksian di PN Jakarta Pusat, Rabu 14 September 2016.
Budiawan melanjutkan, prosedur pengujian laboratorium dalam kasus kematian Mirna ini tidak lazim. Pengujian seharusnya tidak hanya dilakukan di satu laboratorium.
"Butuh reference standard untuk menguji validasi metode, yaitu keyakinan kami terhadap metode yang kami gunakan, benar atau tidak. Itu ada prosedurnya, Yang Mulia," tambahnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, ditemukan 7.400 mg per liter sianida dalam kopi di gelas (barang bukti 1) dan 7.900 mg per liter sianida dalam kopi di botol (barang bukti 2).
"Saya tidak dalam pengertian men-judgement. Dikatakan 7.400 atau 7.900 terlarutkan dalam air panas itu akan menghasilkan gas. Yang di sekitar akan terpapar. Itu yang saya ragukan dalam konteks itu," katanya. (Baca: Gelgel Pastikan 7.500 mg Sianida Tidak Menyebabkan Orang Teler)
(mhd)