Menanti Kata Pengantar Kapolri

Jum'at, 02 September 2016 - 14:50 WIB
Menanti Kata Pengantar...
Menanti Kata Pengantar Kapolri
A A A
Berbagi pengetahuan keilmuan spesialisasinya tentu bermanfaat bagi masyarakat luas. Salah satunya lewat buku. Itulah yang dilakukan Kepala Subbidang Kedokteran Kepolisian (Dokpol) Bidang Kedokteran Kesehatan (Dokkes) Polda Jawa Tengah AKBP Summy Hastry Purwanti.

Di tengah kesibukannya, wanita yang akrab disapa Hastry ini tengah merampungkan naskah untuk buku keempatnya.

"Menunggu kata pengantar dari Kapolri (Jenderal Polisi Tito Karnavian), kalau sudah ada, mudah-mudahan segera bisa launching. Ini untuk pengetahuan bagi penyidik dan petugas kesehatan," ungkap Hastry saat ditemui KORAN SINDO di kantornya.

Buku terbarunya itu akan diberi judul Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak dari Segi Kedokteran Forensik.

Sebelumnya, Hastry sudah meluncurkan buku Dari Bom Bali hingga Tragedi Sukhoi: Keberhasilan DVI Indonesia dalam Mengungkap Berbagai Kasus; Ilmu Kedokteran Forensik untuk Kepentingan Penyidikan; dan Mengenal DNA Populasi Batak, Jawa, Dayak, Toraja dan Trunyan.

Buku ketiga merupakan hasil dari disertasinya hingga meraih gelar doktor di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, sekaligus mencatatkan diri sebagai doktor forensik pertama Polri.

Soal pemilihan tema di buku terbarunya ini, Hastry menyebut kedokteran forensik punya andil besar untuk mengungkap berbagai kasus kekerasan, termasuk kekerasan seksual, yang menimpa perempuan dan anak.

"Salah satunya dengan identifikasi anatomi tubuh. Hasil pemeriksaan forensik ini sangat berguna bagi penyidik," lanjut Hastry yang juga tercatat sebagai dosen di beberapa perguruan tinggi ini.

Berbagai kasus yang ikut ditanganinya dituliskan di buku tersebut. Memang tidak semuanya. Hastry hanya memilih beberapa dari sekian banyak kasus yang ditangani seputar kekerasan dengan korban perempuan dan anak, termasuk Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

"Untuk kekerasan seksual perempuan dan anak, akan sulit dibuktikan jika laporannya sudah lama. Jika ada korban, lebih baik cepat melapor. Forensik ini tidak hanya periksa korban meninggal, forensik juga periksa korban yang hidup," pungkas Polwan yang berulang tahun tiap 23 Agustus ini.
(zik)
Berita Terkait
Hobi Koleksi Kendaraan...
Hobi Koleksi Kendaraan Mewah, Sultan PIK Ikut Bintangi Crazy Fast Indonesian 2
Sukses Hadirkan Ayu...
Sukses Hadirkan Ayu Gani, The Where Next Club Episode 2 Angkat Sosok William Tjandra
Jessica N Widjaja Dipilih...
Jessica N Widjaja Dipilih Jadi Ketua G100 Indonesia
Rayhan Farqi, Filmmaker...
Rayhan Farqi, Filmmaker Muda Asal Bandung dengan Karya Seni Multidimensi
Menengok Kiprah Maurina...
Menengok Kiprah Maurina Arlia, Sosok di Balik Sukses Buah Bibir Nusantara
Sosok Erik Mandala Putra,...
Sosok Erik Mandala Putra, Gigih dan Terus Berinovasi
Berita Terkini
Pramono Bakal Bangun...
Pramono Bakal Bangun 11 Rusun Baru Pakai APBD, Ini Lokasinya
3 jam yang lalu
Polisi Ungkap Alasan...
Polisi Ungkap Alasan Pelaku Sekap 3 Karyawan Percetakan, Tuduh Korban Curi Pelat Rp230 Juta
5 jam yang lalu
Akademisi: Riset Advokasi...
Akademisi: Riset Advokasi Kunci Perlindungan Warga Sipil
5 jam yang lalu
Kepala UPTD Diciptabintar...
Kepala UPTD Diciptabintar Pemkot Bandung Dorong Penegakan Aturan Pemanfaatan Ruang
7 jam yang lalu
JKF Fun Padel Competition...
JKF Fun Padel Competition 2026 Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Instansi di Jakarta
9 jam yang lalu
Isak Tangis Keluarga...
Isak Tangis Keluarga Kecelakaan Maut di Bekasi Timur: Saya Nggak Kuat Anaknya Masih Kecil
9 jam yang lalu
Infografis
9 Kombes Pol Pecah Bintang...
9 Kombes Pol Pecah Bintang usai Dimutasi Kapolri Akhir Juni 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved