Pengurus Masjid di Cirebon Dibekali Ilmu Penanganan Hewan Kurban

Rabu, 31 Agustus 2016 - 03:25 WIB
Pengurus Masjid di Cirebon...
Pengurus Masjid di Cirebon Dibekali Ilmu Penanganan Hewan Kurban
A A A
CIREBON - Sedikitnya 44 orang panitia kurban dari 22 Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) se-Kota Cirebon dibekali ilmu penanganan hewan kurban. Ilmu penanganan hewan kurban meliputi pemilihan hewan kurban, syarat-syarat fisik, perlakuan terhadap hewan kurban sebelum dipotong, hingga penanganan pascapemotongan.

Kepala Dinas Kelautan Perikanan Peternakan dan Pertanian (DKP3) Kota Cirebon, Maharani Dewi menyebutkan, peserta pelatihan terdiri dari seluruh kelurahan se-Kota Cirebon.

"Tata cara pemeliharaan dan kesejahteraan hewan kurban sebelum dan sesudah dipotong penting untuk diketahui. Saat pelaksanaan kurban, kami pun akan tetap memantau langsung," katanya, Selasa (30/8/2016).

Beberapa hal yang ditekankan dalam pembekalan itu sendiri di antaranya, hewan kurban tak boleh dalam kondisi stres sebelum dipotong. Untuk menghindari stres, penempatan seekor hewan kurban tak boleh berdesakan dengan hewan kurban lainnya.

Selain itu, katanya, hewan kurban pun tak boleh kelaparan sebelum dipotong. Saat pemotongan, hewan kurban jangan sampai merasa kesakitan. Bahkan, pisau yang akan digunakan untuk memotong harus steril dan tajam.

"Penanganan pascapemotongan pun harus diperhatikan untuk menjamin kualitas daging kurban," ingatnya.

Salah satu penanganan daging pascapemotongan yang penting berupa penggunaan kantong plastik (kresek) pembungkus daging. Dia menegaskan, hindari penggunaan kantong plastik warna hitam sebagai pembungkus karena bisa mengontaminasi daging kurban.

Kantong plastik warna hitam, jelasnya, mengandung zat-zat berbahaya. Umumnya, kresek berwarna hitam merupakan hasil daur ulang limbah kimia plastik yang dapat bersifat karsinogenik dan merangsang tumbuhnya sel kanker dalam tubuh.

"Pakailah kantong plastik yang aman digunakan, yakni jenis plastik foodgrade. Umumnya, berwarna jernih seperti plastik yang biasa untuk membungkus makanan berkuah," jelasnya.

Dia meyakinkan, tim dari DKP3 akan melakukan pendampingan ke setiap masjid dan musala ketika hewan kurban dipotong. Terutama, sambungnya, untuk melihat jeroan yang ada pada sapi atau kambing.

"Kalau ditemukan jeroan yang mengandung penyakit berbahaya seperti cacing dan lainnya, akan kami larang untuk dikonsumsi."
(zik)
Berita Terkait
4 Keutamaan Berkurban...
4 Keutamaan Berkurban dalam Islam, Umat Muslim Harus Tahu
PPKM Darurat, Begini...
PPKM Darurat, Begini Pedoman Pelaksanaan Ibadah Kurban
Khutbah Idul Adha: Kurban...
Khutbah Idul Adha: Kurban dan Solidaritas Kita di Masa Pandemi
Idul Adha: Syarat Sah...
Idul Adha: Syarat Sah Hewan Kurban dan Waktu Penyembelihan
Rayakan Idul Adha, J99...
Rayakan Idul Adha, J99 Salurkan Puluhan Hewan Kurban ke Enam Kota
Cegah COVID-19, Masjid...
Cegah COVID-19, Masjid Agung Palembang Potong Hewan Kurban Usai Subuh
Berita Terkini
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
1 jam yang lalu
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
2 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
2 jam yang lalu
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
2 jam yang lalu
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
3 jam yang lalu
Dukung Penguatan Ekonomi...
Dukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan, Danantara Tinjau Pemberdayaan Nasabah PNM di Mojokerto
3 jam yang lalu
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved