Penolakan Warga Terhadap Ahok Harus Jadi Masukan PDIP

Jum'at, 26 Agustus 2016 - 03:50 WIB
Penolakan Warga Terhadap...
Penolakan Warga Terhadap Ahok Harus Jadi Masukan PDIP
A A A
JAKARTA - Berbagai penolakan terhadap calon petahanan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terus bermunculan. Penolakan merupakan demokrasi yang harus dijadikan input agar menghasilkan output yang terbaik.

Ketua Plt DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta Bambang DH mengatakan, kedatangan para demontran ke DPP ini bertujuan untuk menyampaikan aspirasi dari beberapa kelompok warga yang sudah tergusur dan masyarakat lain yang merasa terancam. Bambang pun mengakui bila aksi penolakan ini bukanlah kali pertamanya.

Bahkan, ditubuh internal DPD PDI Perjuangan saja, penolakan sudah sangat kencang. Namun, kata dia, PDI Perjuangan hingga saat ini belum memutuskan siapa yang akan diusung sebagai cagub dan cawagub DKI Jakarta 2017.

"Ini merupakan dinamika. Aspirasi ini akan kami sampaikan pada Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri," kata Bambang usai menemui demonstran anti-Ahok di depan Kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, pada Kamis, 25 Agustus 2016 kemarin.

Pengamat politik Universitas Pelita Harapan (UPH) Emrus Sihombing mengatakan, penolakan-penolakan terhadap Ahok yang terjadi baik di internail partai ataupun lapisan warga merupakan sebuah demokrasi. Termasuk penolakan agar PDI Perjuangan tidak mendukung Ahok-Djarot ditengah adanya isu bila kemungkinan besar partai pemenang tersebut mendukung mereka.

Apalagi, Ahok terus mengklaim dan merengek meminta dukungan PDI Perjuangan. "Penolakan dan dukungan merupakan demokrasi. Memang penolakan yang terjadi saat ini terhadap Ahok sangat kencang. Wajar saja, yang penting tidak anarkis," ujarnya.

Emrus menuturkan, dalam komunikasi politik, penolakan atau dukungan merupakan sebuah output agar dapat menghasilkan input yang maksimal. Misalnya, saja aksi penolakan kepada PDI Perjuangan agar tidak mendukung Ahok, baik itu dari internal ataupun dari eksternal.

Seharusnya, PDI Perjuangan menjadikan penolakan tersebut sebagai masukan dan meredamnya dengan tidak memunculkan nama Ahok-Djarot terlebih dahulu. Kemudian, lanjut Emrus, untuk memastikan benar atau tidaknya penolakan murni dari warga dan tidak ditunggangi, PDI Perjuangan harus mengkajinya dari berbagai sisi.

"PDI Perjuangan itu kan partai pemenang yang 70% kadernya sangat loyal. Idealnya mereka memang harus mencalonkan kadernya sendiri. Jadi wajar banyak penolakan, apalagi Ahok tidak bisa berkomunikasi dengan baik kepada warga," pungkasnya.
(ysw,ars)
Berita Terkait
Noer Fajrieansyah Didorong...
Noer Fajrieansyah Didorong Maju Pilgub DKI Jakarta 2024
Respons PAN soal Kaesang...
Respons PAN soal Kaesang Bakal Maju Pilgub DKI: Semua Punya Hak
Ditanya Mau Jadi Gubernur,...
Ditanya Mau Jadi Gubernur, Wagub Ariza: Kita Lagi Mikirin Omicron
Pemuda Pancasila Deklarasi...
Pemuda Pancasila Deklarasi Dukung Anies Baswedan di Pilgub Jakarta
Demokrat Pamer Jagoan...
Demokrat Pamer Jagoan Pilgub DKI, Golkar: Pilkadanya Tahun 2024, Masih Jauh
DPD Hanura Sodorkan...
DPD Hanura Sodorkan Nama Djafar Badjeber Cawagub Jakarta, Ketua DPW Perindo: Kita Sambut Baik
Berita Terkini
Gempa Magnitudo 4,1...
Gempa Magnitudo 4,1 Kembali Guncang Sigi, BMKG Catat 1.163 Gempa Susulan Pascagempa M6,7
25 menit yang lalu
Kasus Pemuda Tewas di...
Kasus Pemuda Tewas di Selokan Mustikajaya: 4 Orang Ditangkap, Motif Digali Polisi
30 menit yang lalu
Dukung Rumah Pastori...
Dukung Rumah Pastori GPdI Eklesia Amban, Kemenag Komitmen Pembangunan Sarana Keagamaan
47 menit yang lalu
Aktivitas Gunung Anak...
Aktivitas Gunung Anak Krakatau Meningkat, Masyarakat Diimbau Waspada
1 jam yang lalu
Pemerintah Paksa Daerah...
Pemerintah Paksa Daerah Hentikan Open Dumping Sampah dengan Skema Stick and Carrot
2 jam yang lalu
Data BNPB: Karhutla...
Data BNPB: Karhutla di 2 Provinsi Hanguskan 8,3 Hektare Lahan
3 jam yang lalu
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved