Aneh jika PDIP Mau Jadi Nomor Dua di Pilgub DKI
Senin, 22 Agustus 2016 - 04:24 WIB
Aneh jika PDIP Mau Jadi Nomor Dua di Pilgub DKI
A
A
A
JAKARTA - Peneliti Senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro merasa ada keanehan jika PDIP menerima tawaran Basuki Tjahaja Purnama untuk menjadikan Djarot Saiful Hidayat sebagai cawagub pada pada Pilgub DKI Jakarta Tahun 2017.
Siti Zuhro yakin, PDIP yang menjadi partai pemenang Pemilu 2014 tidak akan mau menjadi nomor dua alias hanya menjadikan kadernya sebagai cawagub. "Masak iya PDIP mau jadi nomor dua. Saya rasa aneh ya," ujar Siti Zuhro di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (21/8/2016).
Siti Zuhro mencontohkan, pada Pilkada DKI Jakarta Tahun 2012, PDIP yang saat itu bukan menjadi partai dengan kursi terbanyak berani memimpin untuk berkoalisi dengan Partai Gerindra.
"Di 2012 saja bisa memimpin berkoalisi dengan Gerindra untuk Jokowi-Ahok. Untuk 2017 masak iya rasanya mengusung Ahok-Djarot."
Siti Zuhro yakin, PDIP yang menjadi partai pemenang Pemilu 2014 tidak akan mau menjadi nomor dua alias hanya menjadikan kadernya sebagai cawagub. "Masak iya PDIP mau jadi nomor dua. Saya rasa aneh ya," ujar Siti Zuhro di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (21/8/2016).
Siti Zuhro mencontohkan, pada Pilkada DKI Jakarta Tahun 2012, PDIP yang saat itu bukan menjadi partai dengan kursi terbanyak berani memimpin untuk berkoalisi dengan Partai Gerindra.
"Di 2012 saja bisa memimpin berkoalisi dengan Gerindra untuk Jokowi-Ahok. Untuk 2017 masak iya rasanya mengusung Ahok-Djarot."
(zik)