Pengamat: 2 Alasan Ini Jadi Bukti Ahok Takut Kalah di Pilgub DKI
Kamis, 18 Agustus 2016 - 20:21 WIB
Pengamat: 2 Alasan Ini Jadi Bukti Ahok Takut Kalah di Pilgub DKI
A
A
A
JAKARTA - Calon petahana DKI Jakarta 2017 Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dinilai takut tidak terpilih kembali meski sudah mendapatkan tiga partai politik pendukungnya. Indikasinya, Ahok masih berharap mendapat dukungan dari PDIP serta menyebut Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah melakukan perlawanan.
Pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio mengatakan, majunya PNS dalam pilkada dan bersaing dengan pimpinan sebagai petahana merupakan hal wajar. Hendri curiga dengan sikap Ahok yang malah menyebutnya sebuah perlawanan.
Menurut Hendri, sikap tersebut merupakan drama politik Ahok agar suara dukungan terhadap Sekda DKI Jakarta Saefullah terpecah. Apalagi Ahok yang memunculkan dan membuat manajemen konflik agar orang nomor satu di Pemprov DKI Jakarta tersebut terlihat dizalimi.
Hendri menuturkan, Ahok seakan masih tidak percaya diri terhadap dukungan tiga partai, Nasdem, Hanura dan Golkar. Terlebih, mantan Bupati Belitung Timur itu masih merengek-rengek dengan mendatangi Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri.
"Ahok sangat takut, apalagi kalau sampai PDIP mencalonkan orang lain. Hasil survei, 70% kader PDIP sangat loyal," terang Hendri saat dihubungi Kamis (18/8/2016).
Hendri mengungkapkan, sebagai satu-satunya partai ideologis sekaligus partai pemenang yang memiliki 28 kursi, PDIP idealisnya harus mencalonkan kader sendiri. Sehingga, fungsi partai untuk melahirkan pemimpin yang terbaik bisa terwujud, bukan hanya berfungsi untuk meraih kekuasaan.
"Banyak kader PDI Perjuangan yang lebih baik dari Ahok. Masak hanya mencalonkan wakil," ungkapnya.
Ketua Tim Penjaringan DPD Partai Gerindra, Syarif menyatakan Gerindra tidak terlalu khawatir apabila memang benar PDIP mencalonkan Ahok dengan pendampingnya Djarot Syaeful Hidayat. Sebab, enam partai lainnya yang ada dalam koalisi kekeluargaan sudah menyiapkan skema menangani hal tersebut.
Dia pun memastikan koalisi kekeluargaan tetap solid dan sepakat menjadikan Sandiaga Uno sebagai Cagub."Masih kami bahas untuk calon wakilnya. Saefullah kami rasa cocok dengan Sandiaga," ujarnya.
Syarif justru menyayangkan sikap Ahok yang menilai majunya Sekda dalam pilkada sebagai sebuah perlawanan. Sebagai pimpinan, Ahok harusnya mendukung bawahanya agar apa yang sering dikatakanuntuk memperbaiki citra PNS terwujud.
Pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio mengatakan, majunya PNS dalam pilkada dan bersaing dengan pimpinan sebagai petahana merupakan hal wajar. Hendri curiga dengan sikap Ahok yang malah menyebutnya sebuah perlawanan.
Menurut Hendri, sikap tersebut merupakan drama politik Ahok agar suara dukungan terhadap Sekda DKI Jakarta Saefullah terpecah. Apalagi Ahok yang memunculkan dan membuat manajemen konflik agar orang nomor satu di Pemprov DKI Jakarta tersebut terlihat dizalimi.
Hendri menuturkan, Ahok seakan masih tidak percaya diri terhadap dukungan tiga partai, Nasdem, Hanura dan Golkar. Terlebih, mantan Bupati Belitung Timur itu masih merengek-rengek dengan mendatangi Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri.
"Ahok sangat takut, apalagi kalau sampai PDIP mencalonkan orang lain. Hasil survei, 70% kader PDIP sangat loyal," terang Hendri saat dihubungi Kamis (18/8/2016).
Hendri mengungkapkan, sebagai satu-satunya partai ideologis sekaligus partai pemenang yang memiliki 28 kursi, PDIP idealisnya harus mencalonkan kader sendiri. Sehingga, fungsi partai untuk melahirkan pemimpin yang terbaik bisa terwujud, bukan hanya berfungsi untuk meraih kekuasaan.
"Banyak kader PDI Perjuangan yang lebih baik dari Ahok. Masak hanya mencalonkan wakil," ungkapnya.
Ketua Tim Penjaringan DPD Partai Gerindra, Syarif menyatakan Gerindra tidak terlalu khawatir apabila memang benar PDIP mencalonkan Ahok dengan pendampingnya Djarot Syaeful Hidayat. Sebab, enam partai lainnya yang ada dalam koalisi kekeluargaan sudah menyiapkan skema menangani hal tersebut.
Dia pun memastikan koalisi kekeluargaan tetap solid dan sepakat menjadikan Sandiaga Uno sebagai Cagub."Masih kami bahas untuk calon wakilnya. Saefullah kami rasa cocok dengan Sandiaga," ujarnya.
Syarif justru menyayangkan sikap Ahok yang menilai majunya Sekda dalam pilkada sebagai sebuah perlawanan. Sebagai pimpinan, Ahok harusnya mendukung bawahanya agar apa yang sering dikatakanuntuk memperbaiki citra PNS terwujud.
(whb)