Kurang 5 Menit, Jamaludin Batal Serahkan Syarat Dukungan
Minggu, 07 Agustus 2016 - 21:01 WIB
Kurang 5 Menit, Jamaludin Batal Serahkan Syarat Dukungan
A
A
A
Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) DKI Jakarta terpaksa harus menolak Jamaludin Amran, salah seorang yang akan maju di Pilgub DKI Jakarta. Alasannya, Jamaludin yang datang tanpa didampingi pasangannya Armen Rustam Effendi itu telat lima menit sebelum KPUD menutup resmi penyerahan syarat untuk maju di Pilgub DKI Jakarta lewat jalur non partai pada pukul 16.00 WIB.
"Kami sangat menghargai dan mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Pak Jamaludin. Namun mohon maaf, kami (KPUD) harus mengikuti peraturan yang sudah ada," kata Ketua KPUD DKI Jakarta Sumarno kepada Jamaludin dan ketua tim relawannya di kantor KPUD DKI Jakarta, Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Minggu (7/8/2016).
Ketua Tim Relawan Jamaludin-Armen, Amirudin Ali mengatakan, pihaknya ingin ada anak betawi asli yang bisa diberikan kesempatan untuk berjuang menjadi pemimpin di Ibu Kota. Selama tiga bulan lamanya, kata dia, tokoh betawi ini telah mengumpulkan KTP meski dirinya tidak menyebut jumlah yang sudah dikumpulkan. "Yang pasti jumlahnya mencukupi dari yang seharusnya," katanya.
Dia juga mengaku, kalau pihaknyalah yang sempat berjanji akan membawa 10.000 pendukung untuk mengantarkan jagoannya ke kantor KPUD DKI. Namun, hal itu batal dilakukan karena Amirudin telah berkoordinasi dengan polisi untuk menjaga kondisi aman terkendali.
"Tadinya kami mau bawa 10.000 orang untuk parade budaya. Namun kami koordinasi dengan Metro satu (Kapolda) untuk menjaga sikon agar aman dan terkendali," tukasnya.
"Kami sangat menghargai dan mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Pak Jamaludin. Namun mohon maaf, kami (KPUD) harus mengikuti peraturan yang sudah ada," kata Ketua KPUD DKI Jakarta Sumarno kepada Jamaludin dan ketua tim relawannya di kantor KPUD DKI Jakarta, Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Minggu (7/8/2016).
Ketua Tim Relawan Jamaludin-Armen, Amirudin Ali mengatakan, pihaknya ingin ada anak betawi asli yang bisa diberikan kesempatan untuk berjuang menjadi pemimpin di Ibu Kota. Selama tiga bulan lamanya, kata dia, tokoh betawi ini telah mengumpulkan KTP meski dirinya tidak menyebut jumlah yang sudah dikumpulkan. "Yang pasti jumlahnya mencukupi dari yang seharusnya," katanya.
Dia juga mengaku, kalau pihaknyalah yang sempat berjanji akan membawa 10.000 pendukung untuk mengantarkan jagoannya ke kantor KPUD DKI. Namun, hal itu batal dilakukan karena Amirudin telah berkoordinasi dengan polisi untuk menjaga kondisi aman terkendali.
"Tadinya kami mau bawa 10.000 orang untuk parade budaya. Namun kami koordinasi dengan Metro satu (Kapolda) untuk menjaga sikon agar aman dan terkendali," tukasnya.
(mhd)