Pascapencabulan, Dua Balita Korban PRT Tunjukan Perilaku Tak Wajar
Minggu, 07 Agustus 2016 - 18:33 WIB
Pascapencabulan, Dua Balita Korban PRT Tunjukan Perilaku Tak Wajar
A
A
A
PALANGKA RAYA - Petugas sosial dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kalteng, Winarni Ariwiyanti menyebut jika dua balita anak Christina telah menunjukan perilaku tak wajar. Hal itu terjadi setelah balita berusia 2,7 tahun dan 1,7 tahun itu menjadi korban pencabulan oleh dua PRT Christina berinisial Hb (23), dan Dv (13).
"Memang ada dampaknya. Menunjukan perilaku yang tidak pas. Misalnya menjulurkan lidahnya ketika dicium ibu," ucap Winarni dalam jumpa pers di Polda Kalteng, Minggu (7/8/2016).
Sementara untuk Hb dan Dv, dia menyebut akan direhabilitasi untuk memulihkan kondisi rasa trauma. Pihaknya juga telah memiliki tim dalam menangani hal tersebut.
Juga akan menjalani tes psikologisnya. Sedangkan dari sisi hukum, dia enggan berbicara karena yang berwenang pihak kepolisian. Namun demikian, dia menyebut tetap akan melakukan pendampingan hukum apabila dibutuhkan.
Menurut Winarni, dirinya pernah mewawancarai Hb dan Dv terkait masalah itu. "Dari hasil wawancara jadi ternyata hidup mereka dulunya tidak enak. Sama-sama pernah mendapat perlakuan pelecehan seksual," timpalnya.
Dia menambahkan, sejauh ini, antara dua PRT dan sang majikan sama-sama meminta kasus tersebut damai.
"Kalau mereka dua mintanya damai. Katanya karena sama-sama punya salah," tandasnya.
"Memang ada dampaknya. Menunjukan perilaku yang tidak pas. Misalnya menjulurkan lidahnya ketika dicium ibu," ucap Winarni dalam jumpa pers di Polda Kalteng, Minggu (7/8/2016).
Sementara untuk Hb dan Dv, dia menyebut akan direhabilitasi untuk memulihkan kondisi rasa trauma. Pihaknya juga telah memiliki tim dalam menangani hal tersebut.
Juga akan menjalani tes psikologisnya. Sedangkan dari sisi hukum, dia enggan berbicara karena yang berwenang pihak kepolisian. Namun demikian, dia menyebut tetap akan melakukan pendampingan hukum apabila dibutuhkan.
Menurut Winarni, dirinya pernah mewawancarai Hb dan Dv terkait masalah itu. "Dari hasil wawancara jadi ternyata hidup mereka dulunya tidak enak. Sama-sama pernah mendapat perlakuan pelecehan seksual," timpalnya.
Dia menambahkan, sejauh ini, antara dua PRT dan sang majikan sama-sama meminta kasus tersebut damai.
"Kalau mereka dua mintanya damai. Katanya karena sama-sama punya salah," tandasnya.
(sms)