Tak Terima Ditegur saat Mabuk, Dua Pemuda Bunuh Tetangga
Selasa, 02 Agustus 2016 - 14:57 WIB
Tak Terima Ditegur saat Mabuk, Dua Pemuda Bunuh Tetangga
A
A
A
KOTAWARINGIN TIMUR - Dua pemuda berinisial B (25) dan AB (24) yang sedang mabuk miras jenis Lonang atau arak putih, nekat membunuh tetangganya sendiri Aliansyah (65) menggunakan senjata tajam jenis parang, Selasa (2/8/2016).
Pembunuhan itu sendiri terjadi sekitar pukul 01.30 WIB, di rumah korban di Gang Rahim 1, Jalan Iskandar 30, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng).
"Korban langsung tewas di rumahnya dengan bersimbah darah. Luka sabetan ada di seluruh badannya," ujar Kapolres Kotim AKBP Hendra Wirawan, saat mendatangi jenazah korban di kamar mayat RSUD Dr Murjani Sampit.
Saat ini jasad korban sedang divisum di rumah sakit. Sementara kedua pelaku berhasil kabur, seusai melakukan pembunuhan. Dan hingga saat ini masih dicari polisi. "Masih kami lakukan pengejaran terhadap terduga pelaku," ungkap Hendra.
Peristiwa tragis itu bermula saat korban yang sering melihat kedua pelaku kerap mabuk berusaha menegurnya.
Saat itu, Aliansyah meminta AB dan B agar tidak mabuk-mabukan serta membuat onar di daerah itu. Setelah menegur kedua orang itu, dia langsung pulang ke rumah dan memasak mi instan.
Namun, belum sempat mencicipi makanan itu, korban yang tinggal seorang diri di rumah diserang oleh kedua terduga pelaku. Dimana mereka langsung menyabetkan parangnya secara membabi buta ke sejumlah badan korban hingga tewas.
Pembunuhan itu sendiri terjadi sekitar pukul 01.30 WIB, di rumah korban di Gang Rahim 1, Jalan Iskandar 30, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng).
"Korban langsung tewas di rumahnya dengan bersimbah darah. Luka sabetan ada di seluruh badannya," ujar Kapolres Kotim AKBP Hendra Wirawan, saat mendatangi jenazah korban di kamar mayat RSUD Dr Murjani Sampit.
Saat ini jasad korban sedang divisum di rumah sakit. Sementara kedua pelaku berhasil kabur, seusai melakukan pembunuhan. Dan hingga saat ini masih dicari polisi. "Masih kami lakukan pengejaran terhadap terduga pelaku," ungkap Hendra.
Peristiwa tragis itu bermula saat korban yang sering melihat kedua pelaku kerap mabuk berusaha menegurnya.
Saat itu, Aliansyah meminta AB dan B agar tidak mabuk-mabukan serta membuat onar di daerah itu. Setelah menegur kedua orang itu, dia langsung pulang ke rumah dan memasak mi instan.
Namun, belum sempat mencicipi makanan itu, korban yang tinggal seorang diri di rumah diserang oleh kedua terduga pelaku. Dimana mereka langsung menyabetkan parangnya secara membabi buta ke sejumlah badan korban hingga tewas.
(nag)