Telalu Hiperaktif, Ida Wahyuti Diikat Orangtuanya Tiga Tahun

Kamis, 28 Juli 2016 - 10:26 WIB
Telalu Hiperaktif, Ida...
Telalu Hiperaktif, Ida Wahyuti Diikat Orangtuanya Tiga Tahun
A A A
PONOROGO - Karena kemiskinan dan tak ada biaya berobat, seorang bocah berumur 10 tahun penderita hyperaktif diikat oleh orangtuanya. Alasannya, agar sang anak tak berkeliaran di jalan dan mengganggu warga lain.

Pihak Dinas Sosial Kabupaten Ponorogo pun akhirnya turun tangan dan melihat korban. Namun orangtua korban belum mau melepas sang bocah dari ikatan. Bocah itu bernama Ida Wahyuti, tinggal di Desa Tatung, Kecamatan Balong Ponorogo.

Dia sudah tiga tahun terakhir diikat kaki kanannya dengan tali yang dikaitkan dengan tiang rumah. Akibatnya, sang bocah tak bisa kemana-mana. Kaki Ida sengaja diikat oleh kedua orang tunya, yakni Barokah dan Sriani.

Mereka beralasan, jika Ida tidak diikat, dia sering bertingkah aneh dengan melempar orang, berusaha masuk sumur, juga kegiatan lain yang membahayakan keselamatan dirinya maupun orang lain.

Dalam pemeriksaan Dinas Sosial Kabupaten Ponorogo, rencananya dinas akan langsung membawa korban dan orangtuanya untuk diobatkan. Namun karena tidak ada tim medis yang menyertai rombongan, korban urung dievakuasi.

"Kita masih menunggu rekomendasi dari tim medis. Kalau memang harus dibawa terapi ke Surabaya atau kemana akan dilakukan," kata Suhardiman, perwakilan Tim Dinsos Ponorogo, Kamis (28/7/2016).

Sementara itu, orangtua korban mengaku bersedia membawa anaknya berobat. Namun dengan syarat, dia dan suaminya akan menemani selama perawatan. Dia masih berharap, anaknya bisa sembuh dan tumbuh normal seperti bocah lainnya.

Ida merupakan anak ke tiga dari empat bersaudara, pasangan suami istri Barokah dan Sriyani. Saat masih bayi, Ida mengalami demam tinggi hingga terserang folio. Hingga umur tiga tahun, dia tak bisa jalan, hanya bisa melompat-lompat.

Saat usia lima tahun, Ida akhirnya bisa berjalan. Namun saat bisa berjalan, Ida malah sering berlarian ke sana ke mari dan tidak tentu arah. Dia juga sering menghentikan kendaraan, tercebur selokan, hingga terjebur sumur.

Karena dianggap membahayakan, akhirnya Ida diikat oleh kedua orang tuanya. Dengan mengikat Ida di rumah, kedua orang tua Ida bisa bekerja sebagai buruh tani untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Meski mengalami hiperaktif, namun orangtuanya tak sanggup lagi membawa Ida berobat, karena tak lagi memiliki biaya. Pihak keluarga Ida hanya bisa pasrah, berharap keajaiban anaknya bisa sembuh dan kembali normal seperti bocah lainnya.
(san)
Berita Terkait
Rakor Kemenko PMK Bahas...
Rakor Kemenko PMK Bahas Strategi Terbaru untuk Penghapusan Kemiskinan Ekstrem 2024
Menko PMK Beberkan Langkah...
Menko PMK Beberkan Langkah Strategis Penanganan Kemiskinan
DIY Provinsi Termiskin...
DIY Provinsi Termiskin di Jawa
Rapat Evaluasi Kemiskinan:...
Rapat Evaluasi Kemiskinan: Jumlah Penduduk Miskin Ekstrem Menyusut
Angka Kemiskinan Perkotaan...
Angka Kemiskinan Perkotaan Jabar Naik
Mendorong Perempuan...
Mendorong Perempuan Desa Keluar dari Miskin Ekstrem
Berita Terkini
Sambut 5 Abad Jakarta,...
Sambut 5 Abad Jakarta, Pramono Anung Siapkan 500 Ondel-ondel Karya Desainer Top
2 jam yang lalu
Warga Rawa Buaya Bersyukur...
Warga Rawa Buaya Bersyukur Terima Bantuan Kursi Roda dari Dina Masyusin dan Dinsos
3 jam yang lalu
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
4 jam yang lalu
Almamater Lima Soroti...
Almamater Lima Soroti Dugaan Penyusutan Lahan Taman Potret Tangerang
11 jam yang lalu
Dokter Tifa Pakai Kursi...
Dokter Tifa Pakai Kursi Roda hingga Dibopong usai Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri
11 jam yang lalu
Kurang dari 12 Jam,...
Kurang dari 12 Jam, Satreskrim Polres Pelalawan Tangkap Perampok Sadis
11 jam yang lalu
Infografis
11 Perang Terlama dalam...
11 Perang Terlama dalam Sejarah Manusia, Ada yang hingga 781 Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved