Jumlah Pemudik Turun, Terminal di Jabodetabek Dinilai Tak Nyaman

Senin, 18 Juli 2016 - 02:19 WIB
Jumlah Pemudik Turun,...
Jumlah Pemudik Turun, Terminal di Jabodetabek Dinilai Tak Nyaman
A A A
JAKARTA - Keberadaan terminal bus di Jakarta, Bogor Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) dinilai belum memiliki kenyamanan untuk calon penumpang. Maka tak heran pada musik mudik Lebaran 2016 lalu, terjadi penurunan jumlah pemudik yang menggunakan angkutan bus dari terminal-terminal di Jabodetabek.

Data dari Kementerian Perhubungan, secara keseluruhan musim Lebaran tahun ini terjadi penurunan penumpang menggunakan bus mencapai 12,25% dibandingkan pada 2015 lalu. Dari sebanyak 4.832.000 orang, menjadi 4.239.000 orang.

Pengamat dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setiowarno mengatakan, dari 10 terminal penumpang yang tersebar di Jabodetabek hampir di antaranya masih kurang nyaman dan aman.Sekalipun saat ini, telah dibangun Terminal Pulo Gebang yang lokasinya dianggap cukup representatif. Namun, terminal itu masih memiliki sejumlah permasalahan, seperti konflik lalu lintas, pergerakan orang yang tak teratur, hingga parkir kendaraan kurang tertata baik.

Belum lagi, fasilitas awak pengemudi yang tidak ada, sehingga dianggap kurang manusiawi. "Di sana (Terminal Pulo Gebang) juga belum ada pengawas kesehatan dan identitas awak kendaraan," kata Djoko saat dihubungi Minggu, 17 Juli 2016 kemarin.

Sementara di terminal lain, lanjut Djoko, kekurangan fasilitas bagi penumpang juga tak kalah hebat, informasi tentang terminal belum tersedia secara memadai. Penyandang disabilitas belum terkondisi dengan baik. Kondisi ini diperparah dengan banyaknya calo berkeliaran.

Begitupun dengan aktivitas kriminal, banyak aksi kejahatan seperti copet, hipnotis, obat bius yang berlangsung di terminal. "Ini lah membuat masyarakat akhirnya memilih naik dari pul maupun terminal bayangan," jelasnya.

Melihat kondisi demikian, Djoko menilai ini tidak menguntungkan untuk pengembangan transportasi umum, seperti digunakan untuk jarak jauh dan menengah. Sementara pemerintah daerah di Bodetabek dan DKI Jakarta terlalu fokus mengembangkan layanan transportasi Transjakarta dan Transjabodetabek.

Karena itulah, Djoko menyarankan terminal Jabodetabek harus segera dibenahi demi meningkatkan penumpang di masa akan datang. "Ada tiga terminal yang wajib dibenahi, Pulogadung, Kalideres, dan Kampung Rambutan," jelasnya.

Khusus untuk terminal Tanjung Priok, Djoko menyarankan terminal ini memiliki potensi yang cukup bagus, selain berada di kawasan padat penduduk, terminal ini sudah terintegrasi cukup baik, karena terdapat Transjakarta dan Kereta Commuter Jabodetabek.

Ketua DPP Organda Pusat Kurnia Lestari Adnan menilai sepinya peminat penumpang di terminal lantaran dishub tidak menyediakan kesiapan fasilitas seperti tempat istirahat sopir, maupun lainnya. Sementara Dishub khususnya di DKI terlalu memfokuskan kepada Transjakarta, sehingga mengabaikan kondisi terminal bus AKAP, akibat banyak terminal kondisinya memprihatinkan.

Adnan melanjutkan, dishub terlalu memaksakan untuk membuat keramaian dari masyarakat yang ingin pergi ke luar kota. Padahal, mendorong terminal ramai dilakukan dengan mengangkut masyarakat di dalam kota sendiri.

"Kalau transportasi dalam kotanya hidup, maka transportasi antarprovinsi akan mengikuti dengan sendiri," ucap Adnan. Tidak adanya lalu lintas perjalanan dalam kota, lanjut Adnan, membuat terminal menjadi tidak hidup.

Masyarakat menjadi enggan untuk naik dari terminal, lantaran akses angkutan yang tidak terpenuhi dengan baik, ini lah yang membuat pul banyak diisi oleh para pemudik."Pul kita kan dari dulu disitu-situ aja, ini karena masyarakatnya sudah nyaman," cetusnya.

Kepala Dishubtrans DKI Jakarta Andri Yansyah mengaku akan berupaya membuat terminal menjadi hidup, beragam cara telah dilakukan, mulai dari membangun park n ride, integritas transjakarta, hingga menggabungkan dengan angkutan dalam kota.

Termasuk soal terminal Pulo Gebang yang baru dibuka tahun ini, kata Andri, pihaknya telah membangunan feeder Transjakarta untuk menampung masyarkat. Andri percaya, melalui kebiasaan ini, masyarakat dengan sendirinaya akan berpindah menggunakan terminal baru itu dari terminal yang lama.
(whb)
Berita Terkait
H-6 Lebaran, Kendaraan...
H-6 Lebaran, Kendaraan Pelat Jakarta dan Bogor Mulai Ramaikan Jalur Lingkar Gentong Tasikmalaya
5 Barang yang Harus...
5 Barang yang Harus Dibawa saat Mudik Lebaran 2023, Awas Jangan Sampai Tertinggal!
Tak Libur saat Cuti...
Tak Libur saat Cuti Bersama, Direksi BUMN IDSurvey Pantau Mudik di Pelabuhan
Waspada! 4 Penyakit...
Waspada! 4 Penyakit Ini Menyerang saat Mudik dan Lebaran
Rekomendasi Sleeper...
Rekomendasi Sleeper Bus Jakarta-Malang Mudik Lebaran 2024
Hiburan di Jalan: Tulisan...
Hiburan di Jalan: Tulisan Lucu di Belakang Motor Pemudik Kembali Menghiasi Mudik 2024
Berita Terkini
Aliansi UNJ Melawan...
Aliansi UNJ Melawan Gelar Aksi dan Long March
31 menit yang lalu
Bersitegang dengan Aparat,...
Bersitegang dengan Aparat, Massa BEM UI Tertahan di Semanggi saat Menuju Bundaran HI
57 menit yang lalu
Menuju Tata Kelola Pesisir...
Menuju Tata Kelola Pesisir Terintegrasi, Pemerintah Dorong Mangrove sebagai Solusi Berbasis Alam
1 jam yang lalu
Kasus Bocah 6 Tahun...
Kasus Bocah 6 Tahun Dibully dan Disetrum ke Tiang Listrik hingga Koma, Cuma 1 Pelaku Ditahan Polisi
1 jam yang lalu
Polda Metro Jaya Kawal...
Polda Metro Jaya Kawal Demo Mahasiswa di Jakarta, Aparat Tak Bawa Senpi
1 jam yang lalu
Mahasiswa Bakal Demo...
Mahasiswa Bakal Demo di 3 Titik Jakarta, Rekayasa Lalin Diberlakukan Situasional
2 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved