Putri Bupati Gunungkidul Buka Usaha Angkringan, Ini Ceritanya

Jum'at, 15 Juli 2016 - 04:10 WIB
Putri Bupati Gunungkidul...
Putri Bupati Gunungkidul Buka Usaha Angkringan, Ini Ceritanya
A A A
GUNUNGKIDUL - Anak-anak para pejabat, termasuk bupati di negeri ini memang identik dengan gemerlap kehidupan yang berkecukupun dan sedikit mewah.

Namun, tidak demikian dengan putri kedua Bupati Gunungkidul Badingah, Yune Prana Elzuhriya. Meski menyandang status putri Bupati Gunungkidul, dia justru memilih usaha kelas trotoar, yaitu angkringan.

Tangan lentik putri mantan Ketua DPRD Gunungkidul Almarhum Wasito Donosaroyo inipun dengan cekatan menyajikan aneka menu angkringan yang dimasaknya sendiri.

Mulai dari tahu berontak, bakwan, tempe mendoan hingga nasi oseng, nasi oseng teri, serta babat gongso, dan juga nasi rendang ayam. Semua dilakukannya untuk bisa tetap berusaha dengan cara-cara yang halal dan tidak memanfaatkan posisi sang ibu sebagai orang pertama di Pemkab Gunungkidul.

”Ya, mengapa mesti malu mas, ini halal. Lha wong ibu mendukung, beliau dulu juga pedagang,” ungkapnya, saat ditemui wartawan, beberapa waktu lalu.

Begitu juga dengan ketiga anaknya yang terlihat santai dengan adanya usaha angkringan yang berada di halaman rumah yang dibuka sejak 26 Mei lalu ini. Usaha angkringan ini awalnya hanya karena iseng saja.

Berawal dari hobi nongkrong di angkringan, kemudian muncul ide membuat angkringan di halaman rumah. Dengan bermodalkan tekad dan uang sebesar Rp850 ribu, Yune bersama suaminya Iwan Surya Purnawan, akhirnya membuka usaha angkringan yang diberi nama angkringan Batik.

Angkringan batik merupakan nama yang menurut keduanya memiliki sejarah sendiri. Ini lantaran dulu Yune pernah berjualan batik di pasar dan setelah dia hamil, usaha tersebut akhirnya ditinggalkan.

”Jadi nama batik masih saya pakai, mudah-mudahan di sini juga bisa menjadi tempat makan minum, sekaligus bisa membuat gerai batik lagi,” mimpi Yune.

Untuk memulai usaha ini, segala perlengkapan dan desain mulai dari membuat angkringan, memasang ornamen kain batik dibuat sang suaminya sendiri.

”Suami saya sampai masuk UGD gara-gara terlalu kecapekan. Jadi usaha ini memang memiliki sejarah, jadi tetap saya teruskan,” ucapnya.

Angkringan menurutnya merupakan kuliner yang sering identik dengan suasana santai ala masyarakat kecil. Untuk itu, diapun tidak menempatkan area hot spot sehingga diharapkan di angkirngan tersebut kembali tercipta komunikasi yang santai sambil makan dan minum teh atau kopi.

“Kita juga berusaha kembali menciptakan suasana ngobrol yang langsung, bukan hanya duduk diam sambil bermain internet atau Whats App (WA),” imbuh dia.

Sebelum berjualan angkringan, dia bersama suami sempat menggeluti dunia event oerganiser (EO). Selain itu juga bisnis rental mobil.

”Namun ternyata saya menemukan ketentraman usaha angkringan ini, hasilnya juga lumayan bisa buat membeli jajanan anak anak,” beber perempuan yang semasa hidup ayahnya selalu mempersiapkan pakaian dinas untuk ayahnya tersebut.

Untuk hal mewujudkan semangatnya berdagang, setiap sore hari, dia nekat menanggalkan posisi sebagai anak bupati dan berjibaku bersama suami untuk mempersiapkan dagangan mereka. Mulai dari menggoreng aneka gorengan, memasak nasi, hingga masakan khas di angkringan yang terletak di Jalan Kenanga, Purbosari Wonosari ini.

Sementara sang suami Iwan Surya Purnawan mengaku sebelum membuka usaha sempat bertanya pada istrinya terkait dengan posisinya sebagai anak bupati.

”Namun karena memang istri saya adalah didikan seorang pedagang, maka selagi halal dia menyatakan siap melakoni, ya akhirnya kami lakoni usaha ini,” imbuhnya.

Dia berharap, bisa membuka cabang angkringan yang dirintisnya tersebut. Dengan menjual suasana yang sangat nyaman, dan juga aneka masakan yang lebih berkelas dari sisi rasa dibandingkan angkringan biasa, lokasi ini kini menjadi arena favorit tempat makan dan nongkrong beberapa komunitas, termasuk para jurnalis di Gunungkidul.

Rendi, salah satu jurnalis yang bertugas di Gunungkidul mengaku sering makan di angkringan tersebut. Awalnya dia tidak percaya jika yang berjualan angkringan adalah putri Bupati Badingah bersama suaminya.

”Setelah tahu sempat canggung, namun akhirnya terbiasa. Karena memang masakannya enak dan lokasinya juga nyaman, bisa makan sambil meneruskan berita,” tuturnya.
(san)
Berita Terkait
Hobi Koleksi Kendaraan...
Hobi Koleksi Kendaraan Mewah, Sultan PIK Ikut Bintangi Crazy Fast Indonesian 2
Sukses Hadirkan Ayu...
Sukses Hadirkan Ayu Gani, The Where Next Club Episode 2 Angkat Sosok William Tjandra
Rayhan Farqi, Filmmaker...
Rayhan Farqi, Filmmaker Muda Asal Bandung dengan Karya Seni Multidimensi
Jessica N Widjaja Dipilih...
Jessica N Widjaja Dipilih Jadi Ketua G100 Indonesia
Menengok Kiprah Maurina...
Menengok Kiprah Maurina Arlia, Sosok di Balik Sukses Buah Bibir Nusantara
Sosok Erik Mandala Putra,...
Sosok Erik Mandala Putra, Gigih dan Terus Berinovasi
Berita Terkini
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
1 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
1 jam yang lalu
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
1 jam yang lalu
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
1 jam yang lalu
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
3 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
5 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved