Lestarikan Industri Kerajinan Lokal

Selasa, 12 Juli 2016 - 12:15 WIB
Lestarikan Industri...
Lestarikan Industri Kerajinan Lokal
A A A
YOGYAKARTA - Sempat terhanyut dalam derasnya budaya asing, secara perlahan Dhara Dinda Kamayangan sadar untuk terlibat langsung melestarikan budaya lokal. Beragam cara dilakukannya agar anak cucu bisa menikmati dan mempelajari kebudayaan warisan nenek moyang yang sarat makna kebaikan serta kearifan lokal.

Bagi Dhara Dinda Kamayangan, budaya tak hanya adat atau perilaku, tapi juga berbentuk kreativitas lain seperti kerajinan tangan hingga kesenian musik atau tari. Karena itu, dara yang akrab disapa Mayang itu ingin berperan melestarikan budaya dengan cara yang dia mampu yaitu dengan menggambar.

Gambar hasil goresan tangannya pun bukan sembarang gambar. Sejumlah prestasi dia raih dari kreativitasnya itu, di antaranya juara 3 Lomba Desain Batik Dikti Kategori Sandang Tahun 2013, juara harapan Lomba Industri Kreatif Kategori Desain Batik Kemenpora Tahun 2013, penghargaan mahasiswa berprestasi di bidang seni dari kampus pada 2014, hingga student exchange Naresuan University- Yogyakarta State University di Thailand.

Bakat menggambar bukan diperolehnya dengan cara instan. Sejak kecil, Mayang memang suka menggambar. Saat ini pun Mayang juga tercatat sebagai mahasiswi Jurusan Pendidikan Seni Rupa Prodi Pendidikan Seni Kerajinan di UNY.

"Ada arahan dari orangtua yang melatih menggambar serta memotivasi agar rutin mengikuti lomba-lomba menggambar tingkat nasional maupun internasional," tutur Mayang.

Tak hanya itu, perempuan yang kini menginjak usia 22 tahun itu juga menjadi finalis Dimas-Diajeng Bantul 2016. Latar belakang ikut Dimas-Diajeng Bantul juga tak lepas dari keinginannya melestarikan kerajinan lokal. Dia ingin belajar lebih dalam untuk mengembangkan industri kerajinan yang ada di Bantul, tanah kelahirannya.

"Bantul memiliki peranan yang besar di sektor kerajinan khususnya di DIY. Semua jenis kerajinan yang ada di DIY semua dapat ditemui di daerah Bantul bahkan proses produksinya pun bisa kita temui secara langsung di Bantul," ujarnya.

Mayang berharap kerajinan atau kriya yang ada di Bantul selalu memberikan peranan yang besar bagi pariwisata DIY. Generasi muda, menurutnya, juga harus mampu melestarikan budaya-budaya ataupun kearifan lokal daerah dengan memberikan inovasi baru tanpa meninggalkan pakemnya.
(zik)
Berita Terkait
Hobi Koleksi Kendaraan...
Hobi Koleksi Kendaraan Mewah, Sultan PIK Ikut Bintangi Crazy Fast Indonesian 2
Sukses Hadirkan Ayu...
Sukses Hadirkan Ayu Gani, The Where Next Club Episode 2 Angkat Sosok William Tjandra
Jessica N Widjaja Dipilih...
Jessica N Widjaja Dipilih Jadi Ketua G100 Indonesia
Rayhan Farqi, Filmmaker...
Rayhan Farqi, Filmmaker Muda Asal Bandung dengan Karya Seni Multidimensi
Menengok Kiprah Maurina...
Menengok Kiprah Maurina Arlia, Sosok di Balik Sukses Buah Bibir Nusantara
Sosok Erik Mandala Putra,...
Sosok Erik Mandala Putra, Gigih dan Terus Berinovasi
Berita Terkini
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
20 menit yang lalu
Integrasi Pendidikan,...
Integrasi Pendidikan, Visitasi Rektorat UIN Jakarta Berjalan Lancar dan Tak Ganggu KBM
25 menit yang lalu
Insiden di Blok M, Kuasa...
Insiden di Blok M, Kuasa Hukum Selebgram MIA Beri Klarifikasi
31 menit yang lalu
Jadi Ruang Kolaborasi...
Jadi Ruang Kolaborasi Seniman, Menekraf Apresiasi ArtMoments Jakarta 2026
41 menit yang lalu
Mahasiswa hingga Dosen...
Mahasiswa hingga Dosen STIA Madinatul Ilmi Depok Ikuti Kegiatan Literasi Keuangan
51 menit yang lalu
World Chiz Day 2026,...
World Chiz Day 2026, Prochiz Sasar Lebih dari 1.000 Siswa SD di Tiga Kota
2 jam yang lalu
Infografis
7 Ikan Lokal Proteinnya...
7 Ikan Lokal Proteinnya Lebih Tinggi Dibanding Ikan Salmon
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved