Pasien Miskin di Bogor Ditahan Rumah Sakit

Minggu, 19 Juni 2016 - 23:59 WIB
Pasien Miskin di Bogor...
Pasien Miskin di Bogor Ditahan Rumah Sakit
A A A
BOGOR - Kasus orang miskin yang dipersulit pihak rumah sakit saat berobat hingga kini masih kerap terjadi. Salah satunya adalah Sry Mulyani, pasien Rumah Sakit (RS) Mary, Cileungsi, Bogor, Jawa Barat ini sempat ditahan selama empat hari oleh pihak RS.

"Kami sudah mencoba bernegosiasi pada pihak RS dengan menggadaikan motor dan membayar uang tunai sebesar Rp3 juta. Namun pihak RS menolak dan memilih untuk menahan istri saya hingga empat hari," tutur Yuda Kuswanto, suami Sry saat dikunjungi Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Ade Ruhandi, Minggu (19/6/2016).

Yuda menceritakan, Sry ditahan pihak RS lantaran tak bisa melunasi biaya pengobatan setelah mengalami keguguran. Sebagai seorang buruh yang memiliki pendapatan pas-pasan, Yuda mengaku, tak bisa membayar tagihan perawatan sang istri secara kontan.

Ade yang mengetahui warganya sedang kesusahan langsung merespon. Bersama Yuda, ia berusaha menemui pimpinan RS Mary. Sayangnya, pihak RS seolah enggan menemui dan menghindar. Akhirnya Ade mendatangi kasir dan membereskan administrasi Sri selama dirawat.

Sry pun tak mampu menahan air mata seraya mengucap syukur dan terimakasih yang sebesar-besarnya atas perhatian pria yang akrab disapa Jaro Ade ini kepada masyarakat miskin seperti dirinya.

"Terima kasih pak, entah apa yang terjadi jika bapak tidak datang. Alhamdulillah bapak peduli pada masyarakat seperti kami, orang tidak mampu, Alhamdulillah ya Allah," ucap Sry sambil meneteskan air mata.

Usai mengeluarkan Sry, Ade yang juga Ketua DPD Golkar Kabupaten Bogor itu menyesalkan sikap manajemen RS.

"Ini adalah preseden buruk dan turunnya nilai kemanusiaan. Siapa pun itu baik lembaga maupun individu wajib menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan bukan hanya mengedepankan faktor ekonomi dan bisnis, terlebih sebuah lembaga yang langsung berkaitan dengan pelayanan publik," tutur Jaro Ade.

Ia berharap, kasus seperti yang dialami Sry tidak terulang kembali di Kabupaten Bogor.

"Ke depannya, siapapun itu dari elemen manapun jika ada hal seperti ini segera komunikasi dan konsolidasi kepada pihak terkait, bisa dengan lurah, camat atau dinas terkait. Saya secara pribadi berada di garda terdepan untuk memperjuangkan kepentingan publik," katanya.
(mhd)
Berita Terkait
Pengamat Nilai Overtreatment...
Pengamat Nilai Overtreatment Layanan Kesehatan Perlu Dibenahi
Layanan Kesehatan Homecare...
Layanan Kesehatan Homecare Lorong ke Lorong
Tim Perahu Sehat Pulau...
Tim Perahu Sehat Pulau Bahagia Hadirkan Layanan Kesehatan ke Pulau-Pulau Terpencil
Panggil Dokter ke Rumah...
Panggil Dokter ke Rumah Bisa Jadi Solusi Kesehatan Keluarga
RS Siloam Putera Bahagia...
RS Siloam Putera Bahagia Cirebon Resmikan Executive Clinic dan Tambah Ruang Rawat Inap VIP
Kolaborasi Privy dan...
Kolaborasi Privy dan ARSSI Tingkatkan Efisiensi Layanan Kesehatan Swasta di Indonesia
Berita Terkini
Apresiasi Prabowo soal...
Apresiasi Prabowo soal Blok Masela, Welhelm Perindo: Perkuat Ekonomi Kerakyatan, Bangun Poros Baru Indonesia Timur
57 menit yang lalu
Penampakan 115 Warga...
Penampakan 115 Warga Binaan Risiko Tinggi Dipindahkan ke Nusakambangan
4 jam yang lalu
Cerita Pramono Diledek...
Cerita Pramono Diledek Istri setelah Argentina Gagal Juara Piala Dunia 2026
4 jam yang lalu
3 Warga Tewas dan 20...
3 Warga Tewas dan 20 Rumah Rusak Akibat Konflik di Flores Timur, Kemensos Turun Tangan
6 jam yang lalu
Peringatan BMKG: Gelombang...
Peringatan BMKG: Gelombang Tinggi Hantam Sejumlah Perairan Indonesia 20-23 Juli 2026, Ini Daftar Wilayahnya
7 jam yang lalu
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Semburkan Abu Vulkanik 1.600 Meter
8 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved