Perempuan Tanpa Identitas Tewas di Kubangan
Minggu, 12 Juni 2016 - 19:03 WIB
Perempuan Tanpa Identitas Tewas di Kubangan
A
A
A
SEMARANG - Seorang perempuan tanpa identitas ditemukan tewas di kubangan air tepi Jalan Arteri Yos Sudarso, tepatnya seberang Pasar Kubro Gayamsari, Kota Semarang, Minggu (12/6/2016) sore. Belum diketahui pasti apa penyebab kematiannya.
Informasi yang dihimpun, korban kali pertama diketahui tewas sekitar pukul 15.30 WIB. Beberapa orang di sekitaran lokasi menyebut, korban sebelumnya berjalan sendirian menuju kubangan air di parit tersebut.
"Tapi setelah itu tidak kelihatan lagi keluar dari kubangan air," kata seorang anggota Polsek Gayamsari yang tidak mau disebut identitasnya di Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Insiden ini, kata polisi, kali pertama diketahui oleh pemilik warung, Sutrisno. Keganjilan itu kemudian dilaporkan ke Jatmiko, salah satu sekuriti penjaga gudang kopi di dekat TKP.
Jatmiko kemudian mengecek lokasi. Ternyata betul, ada seseorang yang tenggelam di situ. Beberapa warga yang ada di sana kemudian diminta bantuannya agar bersama-sama mengevakuasi ke tepian. "Sudah meninggal, akhirnya lapor polisi," kata dia.
Informasi ini direspons petugas Unit Identifikasi TKP Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polrestabes Semarang dan petugas Polsek Gayamsari Semarang dengan mendatangi TKP. Beberapa keterangan diambil petugas.
Hasil pemeriksaan sementara, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh jenazah. Mulut dan hidung korban tampak mengeluarkan busa. Di kubangan itu ditemukan sebuah tas, diduga milik korban. Isinya, beberapa pakaian, dan uang Rp107 ribu. Tidak ada identitasnya.
Korban diperkirakan berumur 45 tahun. Memakai celana panjang bahan kain warna cokelat, baju lengan panjang putih bermotif bunga. Warga sekitar tidak mengenali korban.
Salah satu warga, Indra, menduga korban terpeleset ke parit. "Bisa saja tidak bisa renang, karena sudah tua," ungkap warga Kaligawe itu.
Tak lama, jenazah korban dievakuasi ke RSUP dr Kariadi Semarang untuk proses selanjutnya. Kasus ini masih dalam penanganan pihak kepolisian.
Informasi yang dihimpun, korban kali pertama diketahui tewas sekitar pukul 15.30 WIB. Beberapa orang di sekitaran lokasi menyebut, korban sebelumnya berjalan sendirian menuju kubangan air di parit tersebut.
"Tapi setelah itu tidak kelihatan lagi keluar dari kubangan air," kata seorang anggota Polsek Gayamsari yang tidak mau disebut identitasnya di Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Insiden ini, kata polisi, kali pertama diketahui oleh pemilik warung, Sutrisno. Keganjilan itu kemudian dilaporkan ke Jatmiko, salah satu sekuriti penjaga gudang kopi di dekat TKP.
Jatmiko kemudian mengecek lokasi. Ternyata betul, ada seseorang yang tenggelam di situ. Beberapa warga yang ada di sana kemudian diminta bantuannya agar bersama-sama mengevakuasi ke tepian. "Sudah meninggal, akhirnya lapor polisi," kata dia.
Informasi ini direspons petugas Unit Identifikasi TKP Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polrestabes Semarang dan petugas Polsek Gayamsari Semarang dengan mendatangi TKP. Beberapa keterangan diambil petugas.
Hasil pemeriksaan sementara, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh jenazah. Mulut dan hidung korban tampak mengeluarkan busa. Di kubangan itu ditemukan sebuah tas, diduga milik korban. Isinya, beberapa pakaian, dan uang Rp107 ribu. Tidak ada identitasnya.
Korban diperkirakan berumur 45 tahun. Memakai celana panjang bahan kain warna cokelat, baju lengan panjang putih bermotif bunga. Warga sekitar tidak mengenali korban.
Salah satu warga, Indra, menduga korban terpeleset ke parit. "Bisa saja tidak bisa renang, karena sudah tua," ungkap warga Kaligawe itu.
Tak lama, jenazah korban dievakuasi ke RSUP dr Kariadi Semarang untuk proses selanjutnya. Kasus ini masih dalam penanganan pihak kepolisian.
(zik)